Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

29 January 2017

[Resensi Buku] Sekotak Cinta untuk Sakina by Irma Irawati


Judul Buku : Sekotak Cinta untuk Sakina
Pengarang : Irma Irawati
Penerbit : Qibla
Terbit : 2013
Tebal : 126 hlm.
ISBN : 978-602-249-318-1

Baca di Scoop Premium

Blurb :

Sakina sedih akan keputusan mamanya yang tiba-tiba memasukan Sakina ke pondok pesantren putri. Menurutnya, dia tidak akan tahan tinggal di tempat sepi dan tak mempunyai fasilitas lengkap seperti sekolah di kota. Sakina juga harus tinggal berjauhan dengan mama dan papanya. Namun, pertemuannya dengan seorang gadis kecil bernama Lana dan datangnya sebuah kotak misterius membuatnya bimbang. Akankah Sakina memutuskan untuk kembali pulang?

Resensi Buku :

Sakina, gadis kecil itu merasa sedih ketika mamanya memasukkannya ke pondok pesantren. Sakina butuh waktu lama untuk yakin bahwa keputusan mama bukan karena mama tak sayang padanya. Sakina dikenalkan dengan Umi Haya, teman mama yang dulu bareng saat sekolah di pesantren yang merupakan pengurus pondok pesantren.

Sebagai bentuk protes atas ketidaksukaannya terhadap pondok pesantren, Sakina membuat banyak kekacauan. Tidak ikut shalat berjamaah, membolos ini itu, hingga akhirnya teman-temannya bertanya mengapa Sakina tidak betah di sana. Ia menyatakan ingin pindah, namun sebuah kejadian terjadi.

Saat Sakina bertemu dengan Lana, gadis kecil yang ingin menjadi hafidzah padahal ia sendirian di dunia ini. Kedua orang tuanya telah tiada. Saat Lana ingin menyetorkan hafalannya, ia justru pergi ke sebuah tempat. Hal inilah yang membuat Sakina sedih sekaligus titik balik bagi Sakina untuk memahami tujuan ia ditempatkan di pondok pesantren. Sakina masih ingin pergi, hingga sebuah kotak misterius datang padanya. Apa yang terjadi selanjutnya?

***

Novel ini berkisah tentang Sakina yang berusia 8 tahun saat ia masuk ke pondok pesantren. Usia yang cukup muda bagi seorang anak untuk masuk ke pesantren. Alasan mamanya memasukkan ke pesantren karena saat itu pekerjaan papa Sakina berpindah-pindah tempat setiap tahun hingga dikhawatirkan membuat pendidikan Sakina berantakan. Itu sebabnya dipilihlah pesantren agar Sakina bisa mendapatkan bekal ilmu agama dan menjadi hafidzah.

Menurut saya, ide ceritanya unik. Bagi anak-anak yang memang sudah dimasukkan ke pesantren sejak usia kanak-kanak, kisah Sakina bisa menjadi pemantik untuk terus semangat belajar hingga bisa menjadi hafidzah. Hanya saja, usia Sakina yang teramat kecil membuat saya bertanya-tanya apa tak apa-apa anak-anak menghabiskan usia mudanya di pesantren? Mengingat selama ini saya menganggap bahwa anak pesantren bisa lebih bagus jika saat ia usia sudah baligh dan bisa mengurus dirinya sendiri. Setidaknya tidak terlalu bergantung pada pengurus pesantren seperti Umi Haya. Tapi, pilihan hidup seperti yang Sakina jalani memang ada yang demikian, terutama bagi orang tua yang memang menginginkan anaknya untuk dididik sesuai dengan pendidikan agama. Basic yang akan mereka dapatkan hingga nanti mereka dewasa.

Penceritaan kisahnya membuat saya sebagai pembaca terharu, dan ikut menangis saat Sakina berkenalan dengan Lana. Halus tutur katanya sehingga pembaca anak pun ikut tersentuh jika membaca kisah Sakina ini. Untuk penjabaran suasana pondoknya belum terlalu terasa sehingga hanya seperti sepintas lalu. Untuk ide ceritanya unik, bisa memantik semangat perbaikan generasi. Overall, 4 bintang untuk kisah Sekotak Cinta untuk Sakina dari Teh Irma Irawati ini.

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^