Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

7 July 2017

[Resensi Buku] Bumi by Tere Liye


Judul Buku : Bumi
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan kedua belas, Agustus 2016
Tebal : 440 hlm.
ISBN : 978-602-03-3295-6
Rating : 4/5 bintang

Baca via Scoop Premium


Blurb :


Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan. Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.

Buku pertama dari serial “Bumi”

Resensi Buku :


Raib (dipanggil Ra) gadis remaja berumur 15 tahun yang masuk kelas sepuluh di SMA-nya. Ia merupakan murid baru yang sangat suka pelajaran bahasa. Keanehan Raib yang disembunyikannya adalah ia bisa menghilang dengan menutupkan kedua tangannya di wajahnya sejak usia 2 tahun. Raib bisa melihat dari sela jemarinya saat menghilang. Bagi Raib, kemampuannya itu luar biasa aneh namun ia tak pernah memberitahu siapapun. Raib bahagia bisa menggoda mama dan papanya dengan kemampuan menghilangnya itu.

Di sekolah, Raib bersahabat dengan Selly. Suatu hari, Selly bertabrakan dengan Ali di tangga dekat kelas. Mereka pun bertengkar. Namun Ra melerai mereka. Pada pelajaran Miss Keriting alias Miss Selena, Ra dihukum dengan Ali karena sama-sama tak membuat tugas matematika. Tak disangka, saat itulah Ra menghilang sejenak. Ali mengetahui kejadian itu dan mengatakan bahwa Ra bisa menghilang. Mereka pun bertengkar sehingga terdengar hingga ke kelas. Miss Keriting pun menjuluki mereka dengan sebutan pasangan serasi.

“Kamu tidak bisa membohongiku. Aku memang pemalas, tapi aku tidak bodoh. Bahkan sebenarnya, kamu tahu, sebagian kecil para pemalas di dunia ini adalah orang-orang genius. Aku yakin seratus persen kamu tadi tidak ada di sana. Tidak ada siapa pun di lorong. Lantas petir menyambar, kamu tiba-tiba ada di sana. Tiba-tiba muncul. Aku yakin sekali.” (hlm. 29)

Raib tak tahan dengan pertanyaan Ali yang makin menyudutkannya. Si kutu buku itu terus menanyai Ra apakah gadis itu benar-benar bisa menghilang? Dengan cara apa Ra menghilang?

Suatu hari, ada kejadian yang mengejutkan. Ra didatangi sosok tinggi kurus yang mengatakan bahwa ia kenal Raib sejak ia kecil. Ia tahu Ra bisa menghilang. Seekor kucing raib bernama si Hitam muncul dari balik cermin sesaat setelah Ra bertemu dengan sosok tinggi kurus itu.

Sosok tinggi kurus bernama Tamus itu akhirnya menjadi musuh Ra. Ia ingin membawa paksa dirinya ke Klan Bulan dan memaksa Ra berlatih menghilangkan benda-benda. Ra pun bisa menghilangkan jerawat di wajahnya dan benda-benda kecil di dalam kamarnya. Benda-benda itu menghilang entah kemana. Ra juga mendapat buku PR matematikanya diantar oleh Miss Keriting dengan pesan singkat yang aneh.

“Saran ibu, apa pun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang. Kamu akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini, juga masa depan.” (hlm. 85)

Keesokan harinya terjadi kekacauan di dekat sekolah. Ada gardu listrik yang rusak dan hampir mengenai tubuh Selly dan Raib. Namun, tiba-tiba Selly bisa mengeluarkan listrik dari tangannya dan Raib bisa menghilangkan trafo sehingga kekacauan pun mereda. Namun, Ali mengajak mereka untuk lari ke aula sekolah.

Di aula sekolah, terjadi kejadian yang menghancurkan segalanya. Raib, Selly dan Ali bertemu Tamus dan 8 anak buahnya. Tamus berencana membawa Raib ke dunia Bulan untuk menjadi sekutunya. Ia ingin menguasai dunia Bulan demi ambisinya yang ingin membangkitkan kembali Si Tanpa Mahkota yang dipenjara di Penjara Petak Bayangan Tanpa Bayangan. 

“Jangan lakukan, Ra! Kamu akan mengembalikan orang yang dua ribu tahun telah pergi. Dia bisa menjadi ancaman bagi seluruh empat dunia.” (hlm. 425)

Raib tak ingin hal itu terjadi. Mereka pun bertarung. Dibantu Selly, Ali dan Miss Keriting yang ternyata dari Klan Bulan, Ra bertarung melawan Tamus. Ketiga anak itu dibantu Miss Selena menghilang ke lorong waktu menggunakan buku kehidupan yang dibuat dari buku PR matematika Ra. Di dunia Bulan, kejadian demi kejadian aneh terjadi pada ketiga anak itu. Mereka harus bertempur melawan Tamus demi mewujudkan ketentraman dunia Bulan kembali. Akankah mereka bisa melakukannya?

Baca juga : [Resensi Buku] Tentang Kamu by Tere Liye





***

Novel serial Bumi ini novel fantasi asli Indonesia pertama karya Tere Liye. Kali ini Tere Liye bikin genre yang nggak biasa. Apalagi pilihan tokohnya adalah anak-anak remaja. Novel Bumi merupakan novel seri pertama dari 4 buku yang direncanakan terbit. Judul lainnya yaitu Bulan, Matahari dan Bintang. Ketebalan bukunya bikin saya pesimis buat namatin baca. Tapi pas udah diniatin akhirnya kelar juga baca novelnya. Hehe.  😝

Karakter tokoh dalam seri Bumi ini digambarkan beragam. Ada Ali yang terobsesi dengan ilmu dan tekhnologi yang disebut makhluk tanah karena tinggal di Bumi. Dia suka menemukan dan mengutak-atik sesuatu. Ada Ra yang bisa menghilang dan menjadi anak dari Klan Bulan. Ada Selly yang bisa mengeluarkan listrik dan petir dari tangannya, juga menggerakkan benda dari jauh. Ia berasal dari Klan Matahari. Ada Miss Keriting yang jago bertarung dari Klan Bulan.

Tamus yang kuat sebagai tokoh antagonis. Ada tokoh lain dari Klan Bulan yaitu Av si pustakawan yang hidup lebih dari seribu tahun untuk menjaga perpustakaan dengan segel rahasia, ada Tog panglima pasukan bayangan yang pro pada Av, juga ada Ilo yang membantu ketiga anak itu menemukan cara untuk pergi menjauh dari gangguan Tamus dan pasukan bayangan.

Banyak deskripsi di novel Bumi ini yang membuat kecepatan alur bercerita jadi lambat. Mungkin karena Tere Liye ingin membuat deskripsi sejelas-jelasnya tentang dunia fantasi yang diciptakannya. Ia membuat deskripsi dunia yang sangat berbeda dari Bumi, di mana dunia Bulan tampak seperti tempat yang berwarna serba gelap seperti makanan, baju, langit, dll.

Ada juga gambaran teknologi terbaru di dunia Bulan yang membuat ketiga anak remaja itu jadi takjub. Misalnya kereta api bawah tanah yang terintegrasi, lorong berpindah, shower mandi berbahan udara, baju yang melekat sempurna di tubuh pemakainya, rak buku di perpus yang bisa menghilangkan buku-buku dengan menembus dinding, dll.  

Ada nada sinis dan sindiran yang ditampakkan Tere Liye lewat tokoh Tamus saat ia mengatakan tentang riwayat hidup si Tanpa Mahkota. Entah kenapa ini mengingatkan saya dengan rezim politik di Indonesia zaman pak Harto yang sempat membuat sejarah dengan memutar balikkan fakta. Well ya, siapa yang benar siapa yang salah antara perkataan Tamus dan Selena jadi bias sekali. Sulit dibedakan mana yang sebenarnya murni membela dunia Bulan dengan menjabarkan fakta tentang Si Tanpa Mahkota..

“Siapa pun yang memenangkan pertempuran, maka dialah yang menulis catatan sejarah. Aku adalah pihak yang kalah perang, melarikan diri, memutuskan mulai mempelajari banyak buku tua, catatan-catatan lama, hingga akhirnya aku tahu kebenaran itu.” (hlm. 421)

Ada juga adegan favorit saya saat Ali sibuk meminta Ra untuk mengajarinya belajar bahasa dunia Bulan. Lucu banget ekspresi Ali yang sebel diledekin Ra dan Selly. Pasalnya, Ali tidak bisa berbicara menggunakan bahasa asing itu. Jadi dia selalu ingin mendapatkan informasi detail. Daripada nanya-nanya terus kan ya, jadi dia bikin deh kertas-kertas berisi kumpulan kosakata yang dibutuhkannya. Dalam sehari Ali sudah bisa bercakap-cakap dengan Ilo, Av, dan teman-teman lainnya.

Saya baru tahu kalau manusia hanya butuh 2 rb kosakata saja untuk percakapan ringan. Amazing banget ya kalau bisa menghafal segitu, bisa belajar banyak bahasa sekaligus nih. 😮

“Belajar bahasa itu mudah, Ra. Sebenarnya, dalam percakapan sehari-hari, paling banyak kita hanya menggunakan dua ribu kosakata paling penting, diulang-ulang hanya itu. Sekali kita menguasainya, kita bisa terlibat dalam percakapan dan mengembangkan sendiri.”

Menurut saya, novel Bumi ini ceritanya seru, menengangkan, karakternya polos khas anak-anak, dan riang selayaknya anak remaja. Kejadian seru di dunia Bulan bikin saya jadi banyak mikir bahwa ada dunia lain selain Bumi yang manusia tempati, mungkin aja dunia tak kasat mata yang hanya bisa dijangkau oleh orang-orang tertentu. Ya, seru sih, dan bikin penasaran sama lanjutannya di novel Bulan. Overall, 4 bintang untuk novel Bumi karya Tere Liye ini. 😍



7 comments:

  1. BUmi memang novel dengan genre berbeda yang ditulis tere liye ya. jadi penasaran pingin baca bukunya. udah lama banget enggak baca novel

    ReplyDelete
  2. Kalau untuk bacaan remaja apakah didukung grafis atau gambar yang bangak mba?

    ReplyDelete
  3. Wah membahas remaja dan imajinasi seperti X-Men. Tere Liye mencoba genre yang berbeda

    ReplyDelete
  4. belum pernah baca2 buku tere liye..
    dulu jaman gadis senang buku asmanadia.. helvitiana rosa, pipit senja..dll

    ReplyDelete
  5. aaah kemaren jalan k toko buku, ragu2 buat beli.. takut belum ad waktu msh rempong sm anak2.. ketinggalan jauuuh nih. baru baca bbrp karya tere liye

    ReplyDelete
  6. Duh jadi pgn baca cerita selanjutnya mba. Ditunggu kelanjutan resensi dari buku selanjutnya *eh 😁

    ReplyDelete
  7. Aku suka banget dengan seri Tere Liye yang ini. Kalau dari segi genre, menurutku Tere Liye suka sekali bereksplorasi dan nggak membatasi diri pada satu genre, keren!

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^