Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

20 January 2014

Resensi Buku : Cinta Andromeda - Tria Barmawi

Cinta Andromeda
Judul : Cinta Andromeda
Penulis : Tria Barmawi
Tebal : 336 halm
Terbit : January 2007
penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9792226303 (ISBN 13: 9789792226300)
Rating : 3,5 /5

Resensi Buku : 

Kika dan Wina selalu bilang pria idaman Salsa tak mungkin ada di dunia. Lalu muncullah Andromeda. Seketika Salsa jatuh cinta pada Andromeda yang sempurna sebagai pria menurut versinya. Yang tidak Salsa ketahui adalah sebuah proyek robotika besar, bernama Nunoid Project, yang berisi orang-orang ambisius, tengah berjalan dengan dia sebagai objeknya. 

Bayangkanlah, jika suatu saat kamu jatuh cinta dengan seseorang yang ternyata dia adalah robot! Andromeda yang sempurna, dicintai Salsa adalah seorang robot yang didesain memiliki emosi jika memperhatikan lawan bicaranya. Ia menyerap apapun yang diberikan oleh lawan bicara, termasuk ekspresi sedih, bahagia, jatuh cinta, dll. Ia adalah tekhnologi tercanggih dalam sistem yang dibuat oleh para peneliti. Ia bisa menyentuh sama seperti manusia, bisa makan, minum, bahkan jatuh cinta. 

Wina yang jurnalis, penasaran akan jati diri Andromeda dan terus mencari tahu, dan bahaya pun mengancam dirinya. Sementara di dalam tim Nunoid sendiri, perang batin antara kemanusiaan dan keinginan untuk menciptakan teknologi terbaru terus terjadi. Erik, salah satu senior di tim, jatuh cinta pada Salsa, yang sama sekali tak pernah mengenalnya. Ketika perkembangan proyek mulai mengancam seluruh kehidupan Salsa, Erik memberontak dan berniat menyelamatkan Salsa. Dapatkah proyek Nunoid berhasil tanpa Erik? Lalu bagaimana nasib Salsa?

***

Novel Tria Barmawi ini adalah novel kedua yang saya baca. Sebelumnya, saya pernah membaca novel berjudul Lost in Teleporter, novel ini juga mengusung tema yang sama yaitu sains fiksi populer. Tria memang menyukai hal-hal berbau tekhnologi. Detail dalam imajinasi yang dia tuangkan di novel ini mempunyai data yang akurat, karena berdasarkan penelitian yang pernah dikembangkan oleh para peneliti di Jepang telah berhasil dikembangkan humanoid bernama Q1 buatan Hiroshi Ishiguro. Humanoid yang juga disebut actroid ini memiliki tampilan sangat mirip wanita biasa, bisa terlihat seperti bernapas dan bisa mengedipkan mata. 

Selama ini kita hanya tahu bahwa para peneliti di luar negeri mengembangkan robot untuk skala percobaan saja, tapi bagaimana jika suatu saat, masa depan dunia ada di tangan para ilmuwan tersebut? Kita tak pernah tahu akan jadi apa dunia jika suatu saat ada orang yang sama berambisinya dengan Harrison sang leader dalam penelitian humanroid di novel ini. Yang jika dikembangkan, apakah akan membuat guncangan dalam keseimbangan makhluk hidup? Bahkan jika project pengembangan humanoid bisa sampai tahap married with robot dengan sexual ability yang lebih kompleks, apa yang akan terjadi di dunia ini? Robot tak bisa menghamili manusia, maka opsi terakhir adalah memakai bank sperma yang artinya menyalahi hukum norma dan agama karena akan tak jelas siapa ayah dari bayi yang akan dilahirkan dengan sistem seperti itu.

Berdasarkan beberapa data yang ia punya, Tria mengimajinasikan andai di masa depan dunia akan dipenuhi dengan robot android dan bagaimana peran mereka terhadap peradaban dunia. Saya salut dengan Tria karena ia menulis novel ini di tahun 2007 saat android belum setenar sekarang. Nah, tahun 2014 ini android bahkan sudah merajai sebagai sebuah mesin yang pintar dan membantu kebutuhan manusia akan tekhnologi. Sensor tangan dan sidik jari bisa terbaca. Apa benar suatu saat dunia akan seperti bayangan Tria dalam novel ini? Who knows? Yang pasti, tak ada yang sempurna jika itu adalah buatan manusia, akan ada bugs data yang tercipta. Maka, yang sempurna adalah sistem yang diciptakan oleh Allah, Tuhan yang maha segalanya. Nggak mau dong kamu jatuh cinta sama robot, mending sama manusia deh. Walau kadang nyebelin dan bikin sakit hati, tapi masih lebih baik daripada nikah sama mesin kan? ;)

Kekurangan novel ini, hmm... saya kurang suka dengan endingnya yang flat, seolah segala masalah yang dialami oleh Salsa akibat kekacauan dan ketegangan yang dibuat oleh Robotech bisa diselesaikan dengan mudah. 

Saya juga menemukan ada kesalahan ketik di halaman 65, di sana tertulis kalimat, "jantung Salsa tiba-tiba berdegup le-bih kencang", seharusnya "lebih" bukan "le-bih". Lalu di halaman 245, di kalimat "Salsa gak bisa dateng ke kawinan kita!" seharusnya di sana tertulis "Kika", bukan "Salsa".  Dan yang saya bingungkan, ada dua ISBN untuk novel ini. Saya nggak tau kenapa bisa begitu. 

Nah overall, 3,5 bintang untuk novel ini dari saya. ;)

6 comments:

  1. sempet liat buku ini di toko buku tapi belom jadi beli dan baca. baca review kamu jadi tertarik beli hehe. nice post :)

    ReplyDelete
  2. belum pernah baca novel-novelnya, cuma pernah dengar nama pengarangnya. ternyata ini udah buku ketiga tho. Nice review la ;)

    ReplyDelete
  3. Cuma pernah baca A Message of Love nya Tria Barmawi. Dan saya sukaaaaa ama aMoL nya itu.

    ReplyDelete
  4. Udah baca dan ceritanya emang bagus. Jadi tertarik baca novel karya Tria yang lainnya.

    ReplyDelete
  5. Robot dg emosi..
    menarik nih la.
    sy jd pgn bc bukuny

    ReplyDelete
  6. Dalam cinta, jangan menunggu orang yg tepat menghampiri hidupmu. Lebih baik jadilah orang yg
    tepat yg menhampiri hidup seseorang.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^