Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

27 January 2014

Resensi Buku : My Dearest Frog Prince (Tongkat Ajaib Lolita #2) - Karla M. Nashar


My Dearest Frog Prince
Judul Buku : My Dearest Frog Prince (Seri : Tongkat Ajaib Lolita #2)
Penulis        : Karla M. Nashar
Tebal           : 184 halaman
Terbit         : February 2010
Penerbit     : Gramedia Pustaka Utama
ISBN           : 139789792253351
Rating         : 4/5

Resensi Buku :

Pada tahun kedua sebagai pewaris kekuatan keluarganya, kehidupan Lolita semakin riuh rendah oleh berbagai kejadian aneh yang harus dihadapinya dengan tabah.

Kali ini Lolita mendapat tugas untuk menolong kedua sahabatnya yang sangat membencinya. Charlotte yang tingkahnya semakin hari semakin aneh, serta Lili yang ternyata dikuntit makhluk gaib yang ingin menculiknya. Namun yang paling bikin Lolita bingung adalah perasaannya terhadap Dharma. Anehnya, sejak pulang dari Australia, Lolita merasa dongeng tua tentang pangeran kodok itu benar-benar jadi kenyataan. Lalu bagaimana dengan Rio, cowok keren yang meminta Lolita jadi pacarnya? Dan Ina, yang jelas-jelas naksir berat sama Dharma?


***
Baca novel teenlit beraroma fantasi ini saya jadi serasa kembali ke zaman cerita dongeng deh. Soalnya baca di awal halaman ada dongeng yang mengilhami kisah di novel ini. Dongeng yang dimaksud adalah dongeng tentang seorang puteri yang jatuh cinta dengan pangeran kodok. Kodok yang sama sekali tak punya teman. Hanya ketulusan seorang puteri yang membuatnya kembali mejadi pangeran. Aih, dongeng banget kan? Ternyata di dalam novelnya ini ada cerita si Lolita balik dari studinya di Perth, trus ketemu sama Dharma. Pas ketemuan itu dia ngerasa dongeng tentang pangeran kodok itu beneran ada. Si pangeran kodok yang dulu kayaknya ga banget, sekarang jadi keliatan *ehem...* jauh lebih tampan :)) Jadilah Lolita salah tingkah diledekin Dharma. Padahal dulu juga mereka saling cela dan ledek-ledekan layaknya sahabat. Tapi sekarang kenapa ledekan Dharma yang kadang bikin Lita(panggilan Lolita) keGRan itu malah jadi bikin dia salah tingkah ya? Apa Lita beneran jatuh cinta sama sahabatnya itu? 

Masalahnya selama pesta ultah Ina, yang habis mengalami shock pasca ortunya cerai, Lita jadi serba salah. Ina jelas suka sama Dharma, sedangkan Rio makin lengket aja ke Lita kayak perangko. Selama pesta, Rio bahkan overprotective. Sampe akhirnya, mau ga mau mereka berdua berjanji untuk sahabatan aja demi menjaga hati Ina dan Rio. 

Sebagai novel fantasi yang beraroma rada horor, karena ada sihir-sihirnya dan berhubungan sama dunia gaib, cerita di novel ini seruuu. Serasa kayak liat film diputar gitu. Lita yang merupakan pewaris ke lima kekuatan dari keluarganya selalu dilindungi sama keempat sepupunya, ada Ibra, Rangga, Banu sama Freddy. 

Keempatnya membantu Lita menjalankan tugasnya. Lita memang bisa mendengar suara hati orang yang membutuhkan bantuannya, kadang suara hati itu masuk ke kepala Lita tanpa permisi. Selama di sekolah dan di rumah, Lita denger suara hati Charlotte dan Lili. Ini yang bikin Lita panas dingin dan pingsan karena kaget denger suara hati sahabatnya itu. Lili ketakutan, sedangkan Charlotte kayak orang linglung, itu yang didenger Lita. Ternyata Charlotte kecanduan narkoba, dan Lili dikuntit makhluk gaib, mau dibawa pergi ke alam lain. Dapatkah Lita membantu sahabatnya keluar dari masalahnya? 

Yang saya suka dari novel ini apa ya? Hmmm... kisahnya seru, petualangan gitu. Scene adegannya unik-unik, cara bercerita penulisnya juga lancar dan penuh imajinasi. Setiap karakter punya keunikan tersendiri dan ga banyak narasi yang bikin kepala saya pening, tapi karakternya kuat gitu. Intinya sih novel ini bercerita dengan sendirinya, tanpa kesan menggurui. Hikmah yang didapat: kalo kamu punya sahabat, dukung dia untuk menyelesaikan masalahnya sampai tuntas. 

Saya suka dialog ini : 
"Percayalah, Char... elo nggak perlu takut sama perubahan. Selama kita hidup kita akan terus berubah. Jadi tambah tua, tambah dewasa. Kita nggak bisa menghindar dari semua itu. Dalam hidup ini memang nggak ada yang abadi. Kita harus bisa belajar menerima setiap perubahan itu. Tapi yang pasti saat ini semua orang masih tetap peduli sama lo, Char." (halm 169)
Sebagai novel teenlit, meski mengusung tema yang lumayan berat karena konflik yang dialami kedua temen  Lita, tapi karena diceritakan dengan gaya bahasa yang remaja, serasa ringan dan pembaca remaja bisa menemukan solusi jika mengalami hal yang sama. Celetukan dan ledekan Dharma dan Lita sepanjang novel bikin kisah ini jadi membekas di hati. :D 

Anyway, 4 bintang untuk novel ini. Dan karena novel ini berseri, saya pun berburu novel ke-3. Padahal novel pertamanya belum baca. :))

12 comments:

  1. Jadi pengen beli bukunya nih

    ReplyDelete
  2. ini blog mbak ila yang lain ya? khusus resensi buku? ^ ^
    wah makin aktif aja mbak ila nge blog.

    ngomong2 aku blm pernah baca buku ini.

    ReplyDelete
  3. kereeennn resensi bukunya, saya benar2 saluut! top deh!

    btw, di dunia ini memang tidaka da yang abadi, selalu akan berubah, tak akan ada kejadian yang sama terulang kembali sama persis, kecuali putaran jarum jam :-D

    ReplyDelete
  4. Ada yang awal ada yang tidak, semua membuat kita berpikir panjang

    ReplyDelete
  5. Jadi ingat pepatah, menjadi tua itu pasti. menjadi dewasa itu pilihan.
    selalu salut dengan penulis fantasy yg imaginatif

    ReplyDelete
  6. kakaa, resensinya selalu menggoda buat beli bukunyaa >.< kereeeen (y)

    ReplyDelete
  7. kayanya jalan ceritanya bagus, cocok untuk di baca pas waktu senggang.. mba
    follback ya..

    ReplyDelete
  8. Udah lama ga baca teenlit, besok ngecek Gramedia deh ;)

    ReplyDelete
  9. Karla M. Nashar itu penulis luar atau indo sih? :o

    reviewnya lengkap sekali :))

    ReplyDelete
  10. Udah lama aku gak baca tulisan yang bergenre fantasy ... :D

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^