Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

15 January 2014

Resensi Buku : PCPK Friendship & Rainbow - Arini Syafia Afkari


Judul : PCPK Friendship & Rainbow
Penulis: Arini Syafia Afkari
Penerbit : Noura Books
Tahun terbit : September 2013
Jumlah Halaman : 115 halaman
Harga : Rp. 26.000


Resensi Buku:
Tasya dan Rima adalah sahabat karib yang sangat menyukai pelangi. Pelangi membuat persahabatan mereka menjadi semakin erat. Segala hal tentang pelangi selalu menarik untuk dikoleksi mereka. Bahkan saat Rima pindah ke Jerman, ia masih menyukai pelangi, sayangnya teman Rima di sana tidak menyukainya. Sehingga Rima hanya menyimpannya sendiri dan tak membagi ceritanya, seperti saat ia membagi kisah pada Tasya sahabatnya.

Rima merindukan Tasya, karena itu mereka berjanji untuk bertemu lagi. Meski sempat berpisah karena Rima pindah ke Jerman, namun akhirnya mereka bertemu lagi ketika Rima berlibur ke Indonesia. Tasya pun menjemput Rima dan mengajaknya ke rumah. Adik Tasya, Tiara pun ikut menyiapkan Rainbow Cake untuk menyambut kedatangan Rima. Namun kali ini pelangi menjadi awal masalah di antara mereka.

Sebuah kejadian membuat Rima dan  Tasya menemukan tongkat tak bertuan yang ditemukan saat mereka berjalan-jalan melihat pelangi di taman. Ternyata, tongkat itu milik seorang peri bernama Peri Rainbow dari Negeri Pelangi. Tongkat itu harus dikembalikan kepadanya agar ia bisa kembali ke negerinya. Nah, sebagai balasan karena kebaikan mereka menemukan tongkat itu, sang peri menawarkan ajakan untuk bermain ke negeri pelangi. Tapi, hanya satu orang saja yang bisa pergi ke negeri itu. Ternyata yang terpilih untuk jalan-jalan ke negeri pelangi adalah Tasya, bukan Rima yang sangat menyukai pelangi.

Di Negeri Pelangi, Tasya diajak untuk berjalan-jalan di sana. Tasya sempat foto negeri cantik itu. Hingga akhirnya, timbul masalah setelah Tasya kembali dari sana. Tasya sudah berjanji pada Peri Rainbow untuk tidak memberitahukan foto itu pada orang lain. Karena jika itu terjadi, negeri Pelangi dalam keadaan bahaya karena didatangi manusia. Sebuah kejadian membuat foto-foto tentang negeri pelangi telah tersebar. Siapakah yang menyebarkannya? Lalu apakah para wartawan akan bisa datang ke negeri pelangi? Yuk, simak kisah Tasya mengungkap siapa penyebar foto itu dalam buku ini. ;)

Buku seri PCPK ini membuat saya memahami dunia anak dengan segala pernak perniknya. Apalagi di usia seperti Tasya dan Rima yang hobi mengoleksi benda yang mereka sukai. Kesukaan menjadi hobi yang menjadikan simpul persahabatan jadi lebih erat. Di buku ini juga kita bisa belajar bagaimana menerima kondisi bila suatu keinginan tidak selalu harus dipenuhi, bagaimana berdamai dengan sahabat sendiri, apalagi jika orang tua mulai bersikap egois karena memaksakan keinginannya. Seperti keinginan Ayah Tasya yang ingin agar foto-foto negeri pelangi tersebar dan menjadi buah bibir di masyarakat. Ayah Tasya ingin agar karirnya segera naik karena berita menghebohkan itu. Untungnya, Tasya dengan bantuan Rima akhirnya berani menjelaskan pada wartawan yang datang ke rumah mereka bahwa negeri pelangi sudah tak bisa didatangi lagi oleh manusia.

Dari buku ini, pembaca juga bisa belajar tentang menahan diri dari ego pribadi. Apalagi di usia anak-anak, biasanya orang tua menginginkan sesuatu yang tidak selalu sama dengan keinginan anak. Di sinilah orang tua bisa belajar untuk bersikap toleran, dan anak juga berani untuk mengemukakan alasannya pada orang dewasa. Agar mereka bisa berani mengemukakan pendapat jika mereka merasa keberatan.

Anak juga bisa belajar untuk menghargai persahabatan dengan tidak sembarangan mengambil barang sahabatnya hanya karena merasa iri seperti yang dilakukan oleh Rima ketika melihat foto-foto negeri pelangi ada di hp Tasya. Anak-anak juga bisa belajar untuk menjaga amanah yang diberikan pada mereka.


Akhir kata, buku ini layak menjadi bacaan bagi putra putri kita. 

1 comment:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^