Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

22 January 2014

Resensi Buku : Pengen Jadi (Lebih) Baik - sQu

Buku Pengen Jadi (Lebih) Baik - sQu
Judul Buku : Pengen Jadi (Lebih) Baik
Penulis: sQu
Kategori: Motivasi dan Pengembangan Diri
Penerbit : LeutikaPrio
ISBN: 978-602-225-407-2
Terbit: Mei 2012
Tebal : 157 Halm
Rating : 3/5

Sinopsis Buku : 

Banyak sekali musibah yang kita alami, menderita sakit, putus asa, merasa takut, gelisah, galau, sering gagal, merasa didzolimi orang, dan musibah-musibah lain yang terus saja membebani seakan nggak ada habisnya. Apakah kita ini orang yang selalu sial dan buruk nasibnya? Kenapa kita nggak seberuntung orang lain?

Sungguh perkara orang mukmin itu mengagumkan. Jika diberi kesenangan dia bersyukur dan jika diberi kesulitan dia bersabar. Bukankah seharusnya sabar itu tak terbatas? Bukankah kita selalu diuji supaya tampak siapa di antara hambaNya yang ahsanuu 'amalaa?

Pengen rasanya jadi lebih baik lagi dari kemarin-kemarin. Pengen lebih deket lagi sama Alloh Ta'ala Yuk belajar bareng melalui buku ini. Belajar menjadi lebih baik lagi melalui cerita-cerita sederhana yang sering kita jumpai sehari-hari. Ada dua langkah besar yang ditawarkan dalam buku ini: #1. Sabar itu Seharusnya Unlimited dan #2. Siapa yang Lebih Baik Amalnya.

Resensi Buku : 

Buku seri pengembangan diri ini merupakan hadiah dari penerbitnya langsung. Sebenarnya pertama kali saya buka sampul plastiknya, saya masih belum bisa menduga apa isinya. Setelah membaca pengantar kata yang ditulis penulisnya, Squ, saya jadi tahu apa makna cover yang mirip lukisan cat air bergambar surau itu. Squ bersama istrinya yang ia sebut dengan nama Mama K dan anaknya yang bernama Kevin disebut K dalam buku ini ternyata sehari-harinya aktif mengajar anak-anak di TPQ yang dikelola di sebuah mushala dekat rumahnya. Kisah bertema pengembangan diri yang ia tulis di buku ini adalah kumpulan kisah yang sebelumnya pernah ditulis di internet. 

Ada dua tema yang menjadi point penting yang ingin disampaikan oleh penulisnya yaitu Sabar itu seharusnya unlimited dan siapa yang lebih baik amalnya. 

Dalam kategori sabar, ia menuliskan enam kisah yang intinya ingin memberikan pemahaman bahwa sabar memang seharusnya bersahabat dengan kita, sehingga kita akan merasa bahwa hidup di dunia ini memang yang terbaik yang sedang Allah ajarkan untuk kita. Tak pernah ada kejadian yang sia-sia ataupun tanpa hikmah, maka ketika penulisnya berkisah tentang Mbok Minah yang gemar bersedekah dengan botok, beliau sabar menghadapi cobaan hidup. Saat truknya menabrak rumahnya, ia tak menuntut, justru diberi ganti rugi senilai 20 juta yang bisa digunakan untuk memperbaiki rumah saat itu. Setelah itu tanah miliknya pun berkali-kali kena pemotongan jalan, ia tetap sabar menerima segalanya. Justru dengan sabarnya itu ia mendapatkan hal-hal baik yang selama ini orang lain tak alami.  Ada juga kisah orang yang tak sabar, hingga akhirnya ia nyasar saat di Mekkah, seorang laki-laki muter-muter selama satu jam hanya untuk mencari tempat ia menginap. Ternyata ia bolak balik salah mengira rombongannya ada di lantai berapa, serasa orang linglung gitu. 

Kategori yang kedua, saya suka dengan penjabaran penulisnya tentang beberapa contoh kisah sehari-hari yang berkaitan dengan shalat. Tema yang ia ambil adalah siapa yang lebih baik amalnya. Jadi penulis fokus pada amal-amal yang terbaik, sedangkan yang terbaik dan akan dihisab pertama kali yaitu shalat. Maka penulisnya mengutarakan tentang argumen dan analogi seputar keutamaan shalat. 

Misalnya saja di kisah "Biji Satus(Nilai Seratus)", Squ menceritakan tentang anak-anak TPQ yang rajin shalat namun sering berada di shaff terakhir. Akhirnya, ia memberi perumpamaan bahwa yang berada di shaff pertama nilainya seperti anak yang ikut ujian dan mendapat nilai seratus. Karena denger hal itu, jadi berbondong-bondonglah anak-anak itu untuk berebut shaff pertama. 
"Seandainya manusia mengetahui pahala adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka melakukan pengundian itu. Seandainya mereka mengetahui pahala bersegera pergi menunaikan shalat, niscaya mereka berlomba-lomba kepadanya." (Hadist Imam Bukhari)- di halm 105
Saya juga suka kisah  Engkau Lelaki, Kelak Sendiri, penulisnya ingin memberi pemahaman bahwa ketakutan akan tanggungjawab yang belum diterima juga hal yang wajar. Suatu saat kita akan siap, hingga tak akan merasa takut lagi menghadapi suatu tanggungjawab yang sesuai dengan kadar kemampuan. (halm 46). 

Ada lagi cerita tentang jin yang sering mengganggu shalat kita agar tidak khusyuk, tentang sutroh, ikhlas, doa, brainwash machine, dll. Ada lagi beberapa kisah lainnya yang masih bertema religius tapi dikisahkan dengan sederhana dan ringan. Saya menikmati membaca buku ini dan tidak merasa digurui, penulisnya juga menyisipkan beberapa hadist dan ayat Al Quran sebagai dalil atas kejadian dan hikmah yang ingin ia sampaikan. 

Akhir kata, 3 bintang dari saya untuk buku ini.  :)

7 comments:

  1. kok,saya penasaran banget ya sma buku ini mbk ila..makasih reviewnya ^^

    ReplyDelete
  2. inspiratif ya bukunya.. eh nama penulisnya cuman gt? 3 huruf? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang pake nama panggilan, mba Binta. :D

      Delete
  3. asli, aku jatuh cinta sama covernya......

    ReplyDelete
  4. sepertinya recommended untuk dimiliki

    ReplyDelete
  5. Wah makasih ya udah nulis resensi bukuku.
    Btw buku ini udah ga ada lagi di leutika. Temen2 yg mau baca bisa unduh gratis ebook nya di http://lewatmanasqu.blogspot.com/p/blog-page.html.

    Dan FYI, kabar baiknya, udah terbit versi komik Pengen Jadi Baik, silakan huntung ke gramedia terdekat.
    Di Gramedia online juga ada tp masih limited stock.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^