Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

24 January 2014

Resensi Buku : Reisha si Pengusaha Cilik - Marisa Agustina

Reisha si Pengusaha Cilik
Judul : Reisha si Pengusaha Cilik 
Penulis : Marisa Agustina
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Terbit : Oktober 2013
ISBN : 9786021614037
Tebal : 128 halm
Rating : 3/5

SINOPSIS BUKU - Reisha si Pengusaha Cilik

Reisha tiba-tiba minta dibuatkan puding cokelat ke mamanya. Di luar perkiraan, puding itu ternyata dijual kepada teman-temannya di kelas. Ternyata, puding itu laku keras. Teman-temannya suka banget dengan puding itu. Reisha pun akhirnya menjadi pengusaha cilik di sekolahnya, berjualan puding-puding lezat.

Tetapi, ada seorang anak yang tak senang melihat Reisha sukses berwirausaha. Agil namanya. Agil mengancam anak-anak yang membeli puding Reisha. Untuk menyaingi, Agil juga berjualan barang-barang lain seperti mainan.

Naaah, aksi mereka, ternyata diketahui oleh pak guru. Terus, apa ya, yang akan dilakukan oleh Pak Guru? Hm... cerita yang sangat seru. Selain menghibur, juga akan membuat kamu merasa lebih bersemangat untuk berwirausaha.

Resensi Buku :
Novel anak terbitan Lintang Indiva Media Kreasi ini merupakan novel pertama Mba Marisa. Pertama kali saya melihat judulnya, saya tahu kemana inti cerita yang ingin diceritakan oleh penulisnya, seputar cita-cita Reisha menjadi pengusaha cilik. Hanya saja, di tengah dan akhir cerita saya diberi kejutan yang mencengangkan. Mungkin karena ide ini jarang saya temui di novel-novel anak yang lainnya.

Reisha anak kecil berusia tujuh tahun, bersekolah menggunakan sepeda. Reisha kritis dan sering mengamati tingkah laku dan apa saja yang ada di sekitarnya. Seperti spons, Reisha menyerap apapun di sekitarnya dan menjadikannya sebagai pembelajaran. Pelajaran ini tak pernah ia dapatkan dari mamanya, termasuk saat ia memutuskan untuk menjadi penjual puding coklat. Reisha meminta mama membuatkannya puding untuk dijual setiap pagi. Reisha tak pernah diajari oleh mama tentang jual menjual.  Lalu, dari mana Reisha belajar tentang cara berjualan ya? Bahkan Reisha tahu tentang istilah rival, grand opening, dll. Reisha pun akhirnya setiap hari berjualan. Hingga membuat Agil, teman sekelasnya tak suka dengan Reisha. Agil pun ikut jualan di kelas. Lalu bagaimana nasib jualan Reisha? Penasaran? Temukan jawabannya di novel ini.

Saya salut dengan novel ini karena idenya yang tak biasa. Dari novel anak ini, anak-anak bisa belajar untuk menjadi pengusaha seperti Reisha. Anak-anak bisa meniru Reisha, jika ingin berjualan karena penulis memberikan langkah-langkah yang mudah dijalankan. Reisha yang memiliki semangat dan kemauan, mau bekerja untuk mewujudkan cita-citanya menjadi backpacker. Anak-anak juga diajarkan tentang pentingnya makanan halal, rajin menabung, memiliki rasa kasih sayang pada orang lain, kreatif, dan gemar bersedekah. 

Penulisnya juga menggunakan metode harvest plant saat menuliskan novelnya, sehingga setiap karakter yang muncul dalam novel ini memiliki hubungan yang erat satu sama lain. Setiap pertanyaan yang ditanyakan oleh pembaca saat membaca di awal cerita, akan dijawab oleh penulisnya di halaman berikutnya.

Sayangnya, saya menemukan beberapa kata yang kurang bisa ditangkap maknanya oleh anak-anak seusia Reisha. Seperti ini misalnya : gerangan, ritme(halm 15), fantastis (halm 35), trending topic (halm 43). Kecuali jika memang buku ini sengaja ditujukan untuk pembaca yang lebih tinggi usianya, misal 12 tahun ke atas?

Dalam kalimat : “Wah, hebat sekali bocah kecil ingusan seperti ini berjualan?” (halaman 46) menurut saya sebaiknya kata ingusan dihilangkan. Karena selama ini ingusan identik dengan kata yang berkonotasi negatif.  Lalu kata mecucu di halaman 23 baiknya diganti dengan kata yang lebih mudah dipahami anak seusia tujuh tahun seperti cemberut. Cemberut lebih halus maknanya dibandingkan mecucu.  

Anyway, saya suka buku ini. Tiga bintang dari saya untuk buku ini. Pengennya ngasih 4 bintang tapi ilustrasi di dalamnya kurang saya sukai. Saya kira ilustrasi di dalam buku akan sama dengan covernya, seperti yang selama ini saya lihat di novel anak yang lainnya, ternyata berbeda.  Ditunggu novel mba Marisa berikutnya ya. ;)

5 comments:

  1. Ada ilustrasinya Mbak? Kalo ilustrasi covernya aku kurang suka si...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada, Mba. ilustrasi di dalamnya malah lebih dewasa dari yang di cover. semoga aja Indiva menganggarkan dana lebih untuk ilustrasi buku anak biar lebih keren hasilnya. meski itu artinya harga buku kemungkinan bakal lebih mahal.

      Delete
  2. wishlist buat si sulung azka bukunya :)

    ReplyDelete
  3. Idenya unik yaaa ka, mengangkat tema wirausaha di anak kecil :Dpasti bagus nih ceritany..

    ReplyDelete
  4. Makasih, Ilaaa.. saya suka review dan semua masukanmu ♡♡ maaf baru drop komen hihi

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^