Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

17 January 2014

Resensi Buku : School Girls (seri KKJP) - Diandra Anindyanari



Judul : School Girls (seri KKJP)
Penulis : Diandra Anindyanari
Terbit : Februari 2011 (cetakan ke-2)
ISBN : 978-602-96725-7-2
Penerbit : AsmaNadia Publishing House
Tebal : 138 halm
Rating : 3/5


Sinopsis :

Setelah diberitahu bahwa dirinya akan tinggal di Springtime, Crystal Johnson merasa gembira. Ia mengira SpringTime, sekolah asrama khusus untuk anak-anak perempuan itu adalah tempat mencari teman sebanyak-banyaknya, bukan tempat belajar.

Di SpringTime, yang setiap kamarnya diberi nama-nama warna seperti Red, Pink, Yellow, dll itu, Crystal bersahabat  dengan Brandy dan Karen. Dia juga bertemu Annabel di ketua kamar, Moira yang sombong dan pengiri, Naira dari Indonesia, Carrie yang mudah sakit hati dan pendendam, dan banyak lagi.

Bersama mereka, Crystal mengalami banyak petualangan dan kejadian aneh : menelusuri sebuah lorong rahasia yang ada di SpringTime, lalu pertemuan dengan Pearl yang misterius. Ada juga peristiwa menyebalkan seperti saat SpringTime kedatangan murid baru bernama Melanie, seorang gadis berambut pirang yang bertingkah sok cantik dan sok kaya.

Pendeknya, siap-siap tersenyum dan terpingkal membaca School Girls, dengan segudang adegan-adegan ‘bandel’ khas Crystal Jhonson. Tapi ini bukan buku untuk anak-anak bandel kok, hehehe… School Girls adalah rangkaian cerita seru tentang kejujuran, keberanian, serta arti persahabatan.


Resensi :

Crystal Johnson yang tinggal di sebuah rumah kecil di hutan Black Wood. Gadis periang ini berusia 12 tahun. Crystal suka memanjat pohon dekat rumahnya, ia dekat dengan Karen, teman baiknya yang sering ia ajak main di pohon kesayangannya. Sejak ibu menyuruhnya untuk mempersiapkan sekolahnya di SpringTime, Crystal belajar dengan giat setiap hari selama berminggu-minggu. Ia ingin bisa membaca dan menulis sebelum masuk asrama di sekolah SpringTime. SpringTime adalah sebuah sekolah khusus untuk anak-anak perempuan. Di sana, Crystal berkenalan dengan banyak teman baru, dia ditempatkan di kelas satu, asrama pink dan  ruang santai pink. Seperti yang sudah ia tahu, sekolah ini memberlakukan peraturan bagi setiap siswanya. Jadi, setiap kali makan, mandi, dan bepergian, dia harus ijin kepada ibu kepala sekolah, guru dan pengawas asrama. Selama di asrama SpringTime, Crystal berkenalan dengan Brandy dan ternyata Karen teman baiknya pun bersekolah juga di sana. Mereka ditempatkan di kelas yang sama, namun harus ikut kelas tambahan juga karena pelajaran yang mereka harus pelajari sering tertinggal jauh. Ketiga gadis itu harus belajar di kelas tambahan diajar oleh Kepala Sekolah.

Banyak pelajaran berharga selama ketiganya bersekolah di SpringTime, asrama yang menyenangkan dan seru karena kejadian unik dan lucu ada di sana. Brandy yang usil, Karen yang baik berkenalan dengan Annabel, Marry, Amy, Melanie, dll. Crystal bermasalah dengan Moira saat tau gadis itu melarikan diri menyelinap keluar asrama di malam hari, untuk berhubungan dengan komplotan pencuri dengan ketua ganknya yaitu Candice. Suatu hari Candice ditangkap bersama teman-temannya di sebuah kamar rahasia, sayangnya ia berhasil lolos karena wajahnya mirip dengan temannya. Berhasilkah polisi menangkap Candice? Lalu bagaimana nasib Moira yang terlanjur masuk dalam salah satu anak yang bersalah karena pencurian yang dilakukannya? Lalu siapa Pearl, si misterius yang hanya bisa dilihat oleh Crystal?

Banyak kejadian unik dan lucu ala anak-anak asrama. Sepintas saya membayangkan penulisnya menulis naskah ini karena ngefans dengan Harry Potter. Mungkin karena ada kata-kata seperti lorong rahasia, komplotan pencuri, asrama dengan tempat santai, lalu hantu di asrama. Tapi ternyata bayangan saya sedikit pudar dengan konflik yang seru dan menegangkan. Penulisnya menuliskan imajinasinya dengan seru dan khas anak-anak. Lucu dengan celetukan yang menghibur, kadang ada pertengkaran juga seperti yang terjadi antara Moira dan Brandy, tapi di balik segala hal yang terjadi di sekolah ini, menyimpan hikmah bahwa kejujuran Crystal, keberaniannya menerobos kamar rahasia, dan persahabatannya dengan teman-teman selama belajar di asrama layak diacungi jempol. Bahwa meski kamu melakukan kesalahan, kamu tetap bisa mendapatkan tempat di hati teman-temanmu jika kamu mau memperbaiki diri. 

Saya salut dengan penulisnya yang baru 10 tahun saat menulis novel ini. Karena penulisnya berani untuk menyisipkan pesan kebaikan seperti yang ada di halaman 119 saat rombongan dari sekolah SpringTime sedang makan di restoran dekat asrama Moira, penulisnya menulis ini, “Bagi yang bukan perokok, asap rokok memang tidak enak dan berbahaya.” 

Label best seller dan karya pesertaterbaik AsmaNadia Fun Writing for Kids di cover buku layak untuk disematkan pada novel ini. Covernya juga suka, ada hologram yang bikin covernya jadi bling-bling, dan ilustrasi di dalam novel juga ada membuat saya mudah membayangkan seperti apa anak-anak di SpringTime. Tiga bintang dari saya untuk novel anak ini. ;)

2 comments:

  1. Kisah remaja memang menghibur dengan oplah tingkah serta tutur kata mereka
    Cakep resensinya
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Pakdhe. Cerita anak selalu seru dan bikin hari-hari jadi ceria :D Salam hangat juga dari Tegal :D

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^