Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

19 February 2015

[Resensi Buku] The Enormous Crocodile - Roald Dahl


Judul : The Enormous Crocodile
Pengarang : Roald Dahl
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan kedua, Januari 2010
Tebal : 64 hlm.
ISBN : 978-979-22-2127-5

“Aku takkan kenyang kalau belum makan setidaknya tiga anak kecil.”

Si Buaya Raksasa makhluk paling rakus di hutan dan ia suka sekali makan anak-anak! Ia juga senang membual dan menganggap dirinya sangat pintar karena punya banyak rencana rahasia dan taktik cerdik. Tapi sebetulnya ia tidaklah sepintar binatang-binatang lain. Mereka berencana menghancurkan rencana busuknya dan memberinya pelajaran yang takkan bisa dilupakannya.

***

Roald Dahl kali ini menulis kisah yang pendek dan penuh dengan ilustrasi cantik. Ilustrasinya dibuat oleh Quentin Blake dan dicetak dengan kertas glossy, sehingga warnanya terang dan tampak mengagumkan. Untuk anak-anak, buku ini akan menyenangkan karena mengasah imajinasi.

           Alkisah, ada seekor Buaya Raksasa yang bernyanyi di depan makhluk yang ia temui sepanjang perjalanan ke kota :
“Perutku yang lapar teramat sangat 
akan kuisi sampai tak muat 
Dengan sesuatu yang lezat 
lezat-zat-zat!”
           Ada Humpy – Rumpy si kuda nil, Trunky si gajah, Muggle – Wump si kera, dan Burung Roly – Poly yang mendengar bualan si Buaya Raksasa tentang rencananya memakan anak manusia dengan taktik cerdik. Sayangnya, semua taktik cerdiknya dari satu sampai empat digagalkan oleh keempat hewan itu.

      Jika sebelumnya saya membaca Mr. Fox yang Fantastis dan Matilda yang menunjukkan kecerdasan Roald Dahl dalam bercerita dan mengambil tema, kali ini pun sama. Ia mengambil tema yang unik dan mengundang tawa pembaca. Di setiap pertemuan dengan makhluk di hutan, si Buaya Raksasa senang bersenandung dengan sajak. Jadi, anak-anak bisa belajar mengenal jenis-jenis hewan juga belajar sajak sambil tertawa. Karena kisahnya seru dan lucu.

        Di buku ini, Roald Dahl menunjukkan bahwa Buaya pun tidak hanya bisa menjadi binatang yang berada di air, tapi bahkan bisa menyamar menjadi apa saja. Misalnya : menjadi pohon kelapa yang penuh dengan daun dan buah, menjadi jungkat-jungkit di taman bermain, menjadi buaya kayu di komedi putar, hingga menjadi kursi di taman. Melihat bagaimana ulah si Buaya untuk mengelabui anak-anak, membuat saya terpingkal karena si Buaya segitu niatnya lho ya demi makan anak kecil. Sampai Buaya bahkan tidak berani bernapas atau bergerak, benar-benar mirip dengan apa yang ia samarkan.

        Anak-anak juga belajar berhitung dengan cara asyik, setiap kali buaya menambah jumlah anak yang rencananya akan ia makan. Endingnya bikin geli, karena membayangkan Buaya jadi sosis saja sudah bikin terbahak. Hahaha. Overall, 5 bintang untuk kisah yang mengasyikkan ini.
           

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^