Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

18 February 2015

[Resensi Buku] Mencari Jejak - Enid Blyton


Judul : Mencari Jejak (Sapta Siaga #4)
Pengarang : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan ketujuh, Mei 2012
Tebal : 152 hlm.
ISBN : 978-979-22-7451-6

Susie dan teman-temannya mendirikan Panca Petualang untuk menyaingi Sapta Siaga. Susie berhasil mengelabui Jack, bahwa di Lumbung Tigger akan diadakan pertemuan para penjahat. Meski Peter tidak mempercayai kata-kata Susie, tapi Jack mengajak George ke Lumbung Tigger. Kebetulan memang ada tiga penjahat yang sedang merundingkan rencana perampokan! Susie memang hanya mengada-ada. Kebetulan kata-katanya itu ada betulnya, yang sama sekali tidak diketahui oleh Susie sendiri.

Saat Jack mengendap-endap pergi ke pintu untuk  mendengarkan, ia jatuh ke dalam lemari karena bersandar pada daun pintu yang ternganga sedikit. Lalu George yang bersembunyi di perapian akhirnya keluar, mencari Jack dengan cara menyebutkan kata sandi Sapta Siaga yaitu Bonzo Bandel. Siapa sangka ternyata ketiga penjahat itu masih di sana dan mengira George adalah orang suruhan yang dikirim oleh Bonzo Bandel untuk bertukar informasi rahasia. Ada seorang penjahat bernama Zeb yang menyerahkan sepucuk surat pada George. Sembari bertanya di mana Bonzo Bandel berada, apakah di Dalling atau Hammond.

Ada lagi kata-kata yang didengar oleh Jack, seperti membongkar dan memuat, lalu simpangan. Diucapkan berkali-kali. Keduanya akhirnya berkesimpulan untuk mengatakan kasus penemuan itu pada rekannya di Sapta Siaga. Kasus ini menguak sebuah misteri perampokan batu bara yang melibatkan orang kereta api di sebuah stasiun. Dalam keadaan kabut yang turun tebal, perampokan dilakukan dengan lihai. Akankah Sapta Siaga berhasil menggagalkan misi perampok itu?

***
           
            Sapta Siaga seri ke-4 ini bertema perampokan di sebuah stasiun kereta yang melibatkan orang dalam. Awal mengikuti kisah Jack dan George yang pergi ke Lumbung Tigger, suasana kelam mencekam. Apalagi gambaran lumbung padi yang ternyata sudah tidak dipakai lagi, lebih mirip seperti tempat kumuh yang sepi. Pantas digunakan untuk pertemuan rahasia. Cover buku ini sudah mengisyaratkan keadaan yang terjadi saat Jack dan George ada di Lumbung Tigger.

            Paling menyebalkan saat Susie membuat kegaduhan dengan lagaknya yang sok misterius membuat rapat palsunya berjalan seakan benar-benar nyata. Susie bisa mengelabui Jack, bahkan membuat anak itu mau keluar rumah menuju Lumbung Tigger di malam hari. Jack bahkan tidak merasa curiga terhadap Susie. Yang saya bingungkan, ada satu anggota Panca Petualang yang bernama Jeff, apakah Jeff ini adalah Jeff di seri ke 3? Atau Jeff orang yang berbeda? Tak ada penjelasan lebih detail.

Saat saya membaca seri ini, saya baru tahu kenapa sebuah kata sandi perlu dimiliki oleh grup detektif. Karena dalam suasana genting seperti yang dialami oleh Jack dan George di Lumbung Tigger yang gelap dan serba menakutkan, hanya kata sandi yang membedakan lawan dan kawan. Sebelum ini, di tiga buku lainnya kata sandi tidak terlalu banyak berarti karena lebih sering dipakai saat masuk ke ruang rapat di rumah Peter.

            Misteri yang paling menegangkan saat si penjahat ternyata berbicara langsung dengan Peter. Bahkan menunjukkan beberapa istilah dan keadaan di dalam stasiun. Saat membekuk penjahat, anak-anak menggunakan cara yang paling aman yaitu menghubungi polisi. Tapi mengingat bagaimana cara menyelesaikan kasus ini, rasanya saya akan selalu kagum dengan cara Enid membuat misteri ini tetap terjaga sampai akhir. Twist ending-nya tetap terasa, dengan ketegangan yang selapis-selapis dikupas hingga kode terakhir terpecahkan. Overall, 5 bintang untuk kisah ini. ;)

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^