Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

6 February 2015

[Resensi Buku] Rahasia Jejak Bundar - Enid Blyton


Judul: Rahasia Jejak Bundar (Seri Sapta Siaga #2)
Pengarang : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan ketujuh , Mei 2012
Tebal : 144 hlm.
ISBN : 978-979-22-7422-6
Genre : Anak, Petualangan, Detektif

Sapta Siaga bermain menjadi orang Indian. Enam anak berpakaian Indian, dan satu anak yaitu Colin menjadi penjahat. Petak umpet kali ini dilakukan di Hutan Semak. Agar tidak ketahuan oleh temannya, Colin memilih naik ke dahan pohon untuk bersembunyi. Saat sedang berada di atas pohon itu, seseorang yang mencurigakan bertemu dengan Peter di dekat semak-semak berduri. Peter yang kaget hanya mengetahui sekilas wajah orang yang ia temui. Orang itu segera kabur, naik pohon yang sama di tempat Colin berada. Beruntung Colin ada di dahan teratas, sehingga orang aneh itu tidak melihatnya.

“Untungnya dia tidak naik sampai ke dahan tempatku duduk. Jadi aku diam saja, tak berani berkutik. Sebetulnya aku melihatnya lebih dulu daripada Peter. Aku melihatnya di atas tembok pekarangan Milton Manor, kemudian dia meloncat ke bawah, lantas menghilang di semak-semak.”(hlm. 31)

Esoknya, sebuah kasus pencurian diberitakan koran. Kalung berharga milik Lady Lucy dicuri orang, tapi tak ada jejak yang tertinggal sehingga pejahatnya sulit dilacak. Peter baru sadar bahwa ada kemungkinan orang yang berada di sekitar Milton Manor itu penjahat yang mengambil kalung.

Sapta Siaga ingin melacak jejak pencuri kalung mutiara Lady Lucy Thomas. Sayang petunjuk yang ada hanya sedikit dan membingungkan. Jejak bundar di pekarangan Milton Manor, sehelai benang biru dengan benang merah halus terjalin di dalamnya, dan sebuah topi butut!

Jejak bundar mengarahkan mereka pada kesimpulan bahwa ada orang menggunakan kaki palsu untuk berjalan di sekitar Milton Manor. Anehnya, tinggi pagar yang mencapai 4 meter bisa dengan mudah dilewati. Saat mencari orang di tempat sirkus, Peter mengira akrobatik di sirkus ada yang berkaki buntung. Tapi semua akrobatik di sana memiliki kaki utuh. Jadi siapa sebenarnya pemilik jejak bundar itu?

***

Petualangan Sapta Siaga kali ini seru, karena melibatkan kekompakan tim yang dipimpin Peter. Anak-anak yang menyamar menjadi Indian menggunakan kata sandi “Indian”, lalu diubah menjadi “petualangan”. Di kasus ini, Sapta Siaga berpencar mencari bukti, ada yang mencari jejak bundar, ada yang mencari di sirkus : mengamati rambut botak, hingga mencari si pemilik kaus kaki berbahan wol yang ditemukan sebelumnya.

Topi butut juga mengarahkan pada pemilik jas yang bahannya mirip. Tapi petunjuk masih samar sampai Peter terjebak di karavan yang salah hingga mendengar percakapan sembunyi antara dua orang. Yang satu penjahat yang berniat kabur, yang satu pemilik kaus kaki wol.

Untuk penyelesaian kasus, yang memakan waktu cukup lama, ditambah dengan menghabiskan uang saku mereka pula. Kasus yang dihadapi Sapta Siaga kali ini lebih rumit dari sebelumnya, juga lebih tegang saat mencari cara untuk memecahkan clue. Saya pikir akan sulit mencari cara penjahatnya melakukan trik, ternyata dugaan saya awalnya benar, tapi Enid Blyton mengecoh pembaca untuk menebak orang lain.

Btw, kalau ingin tahu trik si penjahat, bisa dilihat di cover sebenarnya. Kelihatan penjahatnya bertindak bagaimana. xD Minjem istilahnya Sherlock Holmes, bukti paling akurat adalah bukti yang tampak. Jadi tidak perlu mencari bukti lain. Overall, 4 bintang untuk kisah ini.

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^