Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

26 March 2015

[Resensi Buku] Detektif Conan Vol. 80 - Aoyama Gosho

Judul : Detektif Conan Vol. 80
Pengarang : Aoyama Gosho
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2015
ISBN : 978-602-02-5068-7

Blurb :
Analisis luar biasa dari dua detektif, Conan dan Heiji, berhasil menutup kasus rencana pembunuhan yang disusun oleh Vampir! Inilah kebenaran mengejutkan yang tersembunyi dibalik lumuran darah! Temukan juga dalam buku ini kasus truk kontainer berpendingin yang membuai Ai berada dalam bahaya (atau kesulitan!?), kasus buah-buahan yang hampir mengungkap masa lalu Sera dan kasus trik surat wasiat yang mempertemukan kembali Yumi dengan kekasihnya!

Resensi Buku :

Ada lima kasus dalam buku ini yang disajikan oleh Aoyama Gosho. Di seri sebelumnya, ada kasus pembunuhan yang disusun oleh Vampir. Di buku ini disajikan penyelesaiannya. Heiji dan Conan berhasil menjebak pembunuh yang ingin menghabisi Hikaru, si pelayan rumah. Sebuah email dikirim oleh pelaku menyuruh Hikaru datang ke suatu tempat untuk bertemu dengannya. Di sana akan dibongkar trik pembunuhan yang sudah dilakukan terhadap beberapa orang. Sayangnya, si pelaku dikecoh oleh Conan dan Heiji. Pelaku yang melarikan diri ke dalam terowongan bawah tanah terjepit karena ukuran tubuhnya yang berbeda dengan Hikaru. Ternyata ada banyak trik yang disematkan pelaku untuk menghabisi para korbannya, termasuk membuat teror Vampir itu terlihat nyata.
“Trik terakhir yang anda lakukan adalah, memunculkan Pak Torakura di jendela ruang makan dalam posisi terbalik. Trik ini menjadi bukti kalau selama ini anda memang hanya memakai bagian kepada dari mayat Pak Torakura."

Kasus kedua tentang pembunuhan spontan yang melibatkan dua kurir ekspedisi. Conan dkk masuk ke dalam truk untuk mengambil seekor kucing. Mereka terjebak di dalam karena pintu ditutup. Conan memberi isyarat  pada teman-temannya untuk diam karena di belakangnya ada sebuah box berisi mayat seseorang. Diduga, kedua kurir itu yang membunuhnya. Dengan alibi mengantar barang, si kurir sengaja menjatuhkan barang agar diingat namanya oleh penerima paket. Alibi ini dilakukan berulang sampai hampir separuh paket terkirim.
“Karena truk ini dilengkapi dengan pendingin. Pembusukan mayat akan melambat di sini, sehingga waktu perkiraan kematian korban akan meleset maju. Setelah itu akan ditinggalkan entah di mana sampai ditemukan oleh orang lain sehingga waktu perkiraan kematian korban, kedua orang itu punya alibi sedang bekerja mengantar barang.”
Di dalam truk, Ai mengalami musibah. Sweaternya robek, hingga harus memakai jaket Mitsuhiko. Karena kejadian itu, Mitsuhiko yang kedinginan hampir mati kena hipotermia. Conan mencari cara untuk meminta bantuan pada seseorang di Cafe Poirot. Sayangnya, bantuan tak kunjung datang, jadi Conan membuat siasat lagi untuk meminta tolong pada seseorang yang berada di rumahnya. Dengan kode D.A. Kudo, ia berhasil meminta bantuan. Di kasus ini, banyak trik yang dijabarkan oleh Conan untuk meminta bantuan. Mulai dari menggunakan struk taksi yang ditulisi kode, hingga membuat kode di dalam kue dan bukti pengiriman barang.

Kasus ketiga tentang pembunuhan di dalam peti yang diisi buah-buahan. Pembunuhan ini terjadi di sebuah stasiun televisi saat Mouri disuruh menggantikan juri acara lomba masak yang belum datang. Saat peti berisi buah rahasia dibuka, mayat korban muncul. Conan menemukan tiga orang yang dicurigai. Dengan trik sederhana, pembunuhan ini bisa diungkap, dengan kunci sihir. Untuk kasus ini tidak terlalu rumit ditebak, hanya ada satu orang tunggal yang memiliki keterkaitan kuat dengan juri.
“Di bibir peti dan bagian dalamnya terdapat bekas darah yang dihapus. Berarti pembunuhan ini terjadi di tempat peti itu disimpan, kan? Jadi pak Takeki dibunuh di sana. Oleh si pelaku yang membuka peti dengan diam-diam.”
ilustrasi 'Kunci Sihir'
Sayangnya, di kasus ini tidak ada penjelasan tentang peserta yang curang. Orang ini yang menggunakan jasa pelaku untuk tahu buah apa yang akan dipakai dalam acara. Herannya hanya pelaku yang dikenai sanksi karena membunuh. Apakah peserta yang curang ini didiskualifikasi, entahlah. Tidak ada penjelasan.

Kasus keempat ini yang paling membuat saya tertarik untuk tahu. Karena ada hubungannya dengan Yumi. Saya tidak begitu mengikuti seri Conan, jadi penasaran dengan orang baru ini. Yumi -seorang polisi satuan lalu lintas- bertemu dengan mantan pacarnya yang diduga menjadi pelaku pembunuhan. Korban meninggal gantung diri, namun ada notes yang tersobek, tulisannya seperti sebuah surat wasiat. Namun, ada kejanggalan dari sobekan kertas yang tidak mirip. Trik pembunuhan ini agak rumit, karena sudah lama direncanakan oleh pelaku. Dengan trik yang sudah disiapkan, pelaku membuat seolah pembunuhan ini adalah bunuh diri di ruang tertutup. Conan dibantu mantan pacar Yumi, membuat pelaku berhasil dibekuk.

Kasus kelima ada hubungannya dengan Bu Jodie. Di sebuah kuil saat ada perayaan, ada pembunuhan seorang pencopet yang dijuluki Kurobe. Kurobe ini sering menggunakan uang koin yen yang berwarna hitam untuk memberi tanda. Kasus ini hanya dimunculkan sekilas dan berlanjut ke seri selanjutnya, yaitu seri ke-81.

Di antara lima kasus yang ditulis, saya gregetan dengan kasus Vampir. Karena sejak seri 79 yang mencekam, teror Vampir itu terlihat nyata. Apalagi dibahas bahwa semua darah korban terhisap. Bagaimana triknya, dijelaskan di buku ini. Di seri ini ada beberapa orang baru yang muncul, seperti Yumi, pacarnya, Sera, bahkan bu Jodie. Semakin banyak orang organisasi hitam dan orang di luar grup Conan yang cerdas yang dimunculkan oleh Aoyama Gosho untuk membantu Conan menyelesaikan kasus demi kasus. Namun yang paling bikin saya penasaran, seseorang berkacamata yang ada di rumah Kudo. Seseorang ini hanya dimunculkan sekilas, dan tidak terlalu berpengaruh terhadap penyelesaian kasus, meski hampir bisa menyelesaikan. Tapi toh Conan tetap dibantu oleh si orang misterius, dari organisasi hitam yang sedang menyamar. Overall, 4 bintang untuk buku ini.

4 comments:

  1. 80? wuih saya ketinggalan banyak :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Aku juga ketinggalan banyak, mba Nath. :p
      Ngikutin di 78-an. Baru nyampe 82. Tapi penulisnya lagi sakit, jadi kemungkinan komiknya banyak tertunda lama.

      Delete
  2. Sudah volume 80 dan si Conan tampaknya belum ada tanda-tanda tumbuh menjadi besar. Hehe.
    Jadi penasaran sama kasus vampir. Sayang aku udah nggak pernah lagi ngikutin Conan. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya, kang. Si Conan betah banget jadi kecil ya. :D
      Kalo seri2 sekarang malah banyak anggota organisasi hitam.
      Kayaknya bakal makin panjang serinya deh, mungkin bisa nyampe ratusan. Heuheu. :D
      Kalo mau ngikutin kasus Vampir baca aja di seri 79 dan 80. Karena bersambung, Kang.

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^