Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

1 March 2015

[Resensi Buku] The Musketeers - Alexandre Dumas, Senior

Judul : The Musketeers
Original Written : Alexandre Dumas, Senior
Written and cartooned : Han Gyeol
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2011
Tebal : 207 hlm.
ISBN : 978-979-27-9928-6

D’ Artagnan, seorang jago pedang yang berasal dari Tarbes, di selatan Prancis berangkat ke Paris. Demi menjadi seorang Musketeer, ia pergi berbekal surat pengantar dari sang ayah untuk menemui Monsieur de Treville, komandan kesatuan Musketeer. Ayahnya berpesan tiga hal.

“Pertama, jangan lupakan bahwa kamu adalah seorang Gascon. Seorang Gascon nggak akan melakukan kejahatan. Yang kedua, apa pun yang terjadi harus menepati janji sampai mati. Ketiga, jangan mudah tunduk pada sembarang orang. Orang yang patut kamu hormati hanyalah yang mulia Raja, Kardinal Richelieu dan Monsieur De Treville.”(hlm. 10)

Di tengah perjalanan menuju Prancis, D’ Artagnan dicegat oleh orang berwajah codet dan diajak berduel. Saat ia tak sadarkan diri, surat pengantar yang disimpannya hilang. Lelaki bercodet bersama seorang wanita melarikan diri sebelum D’Artagan bisa mengejarnya.

“Milady, kembalilah ke Inggris sesegera mungkin. Pastikan apakah Duke of Buckingham sudah meninggalkan London, lalu sampaikan langsung pada Kardinal, aku mau ke Paris!” (hlm. 24)

D’ Artagnan dipertemukan oleh takdir dengan The Musketeers yaitu Athos, Porthos, dan Aramis. Kedekatan mulai terjalin setelah D’Artagnan terlibat kesepakatan untuk berduel dengan mereka bertiga. Tak disangka mereka berempat malah harus berhadapan dengan pasukan pengawal yang berisi enam orang, termasuk Jussac yang terkenal dengan kehebatannya.

“Haruskah aku memihak Monsieur de Treville? Atau memihak Kardinal? Bisakah memihak keduanya? Kekuasaan Kardinal dapat mencapai Raja, ini jadi jalan pintas. Sedangkan jika berada di pihak Monsieur de Treville, artinya seumur hidupku pasti dibenci oleh Kardinal, tapi keputusanku… Ah, nggak, dari sisi kemanusiaan, nilai kardinal nol. Sedangkan Monsieur de Treville seratus! Dengan demikian aku sudah memutuskan.”(hlm. 70)
Sementara itu, Kardinal, pemimpin agama paling berkuasa di Perancis yang membentuk satuan pengawal menggunakan Raja Louis XIII sebagai boneka, memanfaatkan kekuasaannya dan berusaha mencari celah demi berperang dengan Inggris. Kardinal menyusun siasat untuk menjatuhkan Ratu.

Kepada Milady

Menyusuplah ke rumah Duke of Buckingham dan cari kalung bertahtakan 12 mata berlian di dalam kotak kayu. Curilah 2 di antara mata berlian tersebut, kemudian kabari aku.

Kardinal dari Perancis.

(hlm. 132)

D' Artagnan berencana mengambil kalung berlian ke Inggris
Meski Ratu dan Duke of Buckingham yang berusaha mempertahankan perdamaian menjadi korban persekongkolan kardinal. D’Artagnan bersama Three Musketeer berusaha menyelamatkan Ratu dari rencana persekongkolan Kardinal dan mengembalikan perdamaian antara Perancis dan Inggris.

***

The Musketeers adalah novel menarik dan mengesankan yang dibuat berdasarkan tokoh-tokoh nyata di Perancis dan Inggris pada abad ke-19 yang menyuguhkan drama persahabatan, kesetiaan dan keadilan yang dialami D’ Artagnan bersama Three Musketeer. Novel ini dibuat edisi komik klasik modern agar lebih mudah dipahami inti ceritanya. Ilustrasinya dibuat oleh orang Korea, sedangkan naskah aslinya diadaptasi dari karya Alexandre Dumas, Senior. 

Awal baca buku ini saya kira akan mengisahkan tentang Three Musketeers, ternyata tentang D’Artagnan yang ingin menjadi The Musketeers. Keahlian pedangnya ia dapatkan sejak kecil karena dididik langsung oleh ayahnya. Sebelum membaca komik ini, saya sudah membaca komik lain yaitu The Count of Monte Cristo yang juga ditulis oleh Alexandre Dumas Senior.

Tidak jauh berbeda dengan kisah sebelumnya, latar belakang kejadian yang diambil pada abad ke-19 membuat orang Prancis dan Inggris saling serang. Mengingat kedua negara itu dalam kondisi yang belum stabil. Dua negara yang sama-sama menginginkan ekspansi politik untuk menguasai wilayah sekitarnya. Sehingga membuat isu tentang pengkhianat dan pengawal yang setia sangat dibicarakan pada masa itu.

Jika menilik dari fakta bahwa kisah ini dibuat berdasarkan kisah nyata, berarti menjadi prajurit dalam barisan The Musketeer terlihat menampakkan status sosial prajurit tersebut. Makin loyal seseorang, maka makin banyak uang yang akan dihasilkan, karena kepercayaan dan informasi berharga bisa diperjualbelikan.

Sayangnya, penggambaran Three Musketeer dalam komik ini membuat saya tidak suka dengan mereka, karena ego sentris yang digunakan seringkali malah membuat mereka harus bertarung tanpa berpikir panjang apa akibatnya, seperti saat pertama kali berduel dengan D’Artagnan. Padahal seharusnya seorang prajurit sejati tidak akan mudah untuk mengayunkan pedang hanya karena marah. Dan sangat kontradiksi saat melihat Three Musketeer masih mau tunduk dibawah perintah Kardinal meskipun mereka tahu Kardinal merencanakan pengkhianatan. Overall, saya menikmati komik ini, karena kisah klasiknya lebih mudah dipahami. 4 bintang untuk ceritanya.
   
                 Postingan ini diikutsertakan dalam Comic Reading Challenge

4 comments:

  1. wahh mbak ila banyak banget ikutan challenge tahun ini :D
    sukses yah mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikutan challenge biar blog bukunya tetep keisi, che. :D Makasih doanya.

      Delete
  2. saya buta bgt sama kisah ini... seru ya :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^