Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

6 March 2015

[Resensi Buku] Rahasia Rumah Kosong - Enid Blyton


Judul : Rahasia Rumah Kosong (Sapta Siaga #8)
Pengarang : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan ketujuh, Mei 2012
Tebal : 144 hlm.
ISBN : 978-979-22-7731-9

Ketika Peter mencari pesawat terbang model milik Susie yang hilang di Rumah Bartlett, ia melihat api gas menyala dalam salah satu kamar di rumah itu. Mungkinkah ada orang yang tinggal di situ? Padahal itu rumah kosong!

Rumah kosong itu hanya didatangi oleh dua orang, yaitu tukang cuci dan bebersih bernama Alice yang memastikan semua air, gas, dan listrik mati, juga Grim, si tukang kebun. Grim dikenal dengan kejujurannya, meski ia sering cemberut. Termasuk saat Peter dan Jack berusaha mengambil pesawat model dengan melompati pagar. Sedangkan Alice justru sedang sakit, lengannya patah sehingga tidak bisa bekerja di rumah Jack, yang juga terbiasa menggunakan tenaganya.

            Dugaan bertambah aneh saat melihat api gas itu tetap menyala di malam hari. Padahal pemilik rumah sedang ada di luar negeri selama satu tahun. Kunci rumah dititipkan pada bank, sehingga hanya orang bank bernama Mr. Frampton yang bisa membukanya. Lalu siapa yang menggunakan kamar di balkon atas itu? Sapta Siaga menduga ada hubungannya dengan Grim. Apa motif dibalik kejadian ini? Apakah akan ada perampokan rumah selama pemiliknya pergi?

***

         Kasus Sapta Siaga makin seru. Kali ini melibatkan Susie, adik Jack, sebagai pemicu terjadinya peristiwa di rumah kosong. Susie yang selama ini selalu menjadi musuh bagi Sapta Siaga, kini justru menjadi teman. Bahkan rapat pun dibatalkan dan diganti dengan rekreasi, padahal selama ini rapat selalu ada meski tanpa kasus yang harus dipecahkan. Ada kekonyolan yang terjadi saat Susie mengatakan Asta adalah nama pengganti Sapta dikarenakan jumlah mereka yang menjadi delapan ; Asta Astaga. ;)) (hlm. 14)

        Cara Peter mencari clue yang berhubungan dengan kasus sangat mengasyikkan. Misalnya saja : ia melihat api gas, jarum jam di atas perapian yang tetap bergerak, tanaman dalam pot dan bau asap tembakau.(hlm. 75) Melihat ketelitian Peter, saya salut dengan kerjanya yang mantap. Ia memang layak menjadi pemimpin tim, apalagi caranya membagi tugas didasari atas kemampuan setiap anggota. Di seri ini pula porsi kemunculan Pam lebih banyak, dengan hasil investigasi yang ia catat detail di notes.(hlm. 91)

           Ada quote yang saya suka dari seri ini :
“Hanya karena dia tak mau mengambilkan pesawat model Susie, bukan berarti kita punya alasan untuk menuduhnya tidak jujur.” (hlm. 58) 
“Yah – setiap kemungkinan perlu kita selidiki. Tak ada sesuatu yang mustahil sehingga tak perlu diselidiki.”(hlm. 82)
            Misteri makin menegangkan saat Sapta Siaga mengajak ayah Peter dan Mr. Frampton untuk membantu menyelesaikan kasus.(hlm. 133) Baru kali ini ide tentang kehidupan sosial dimunculkan. Sampai Susie dan Jack pun turun tangan untuk mewujudkan ide Peter di akhir cerita. Dan, ada lagi yang seruu! Sapta Siaga juga mengganti sandi hingga dua kali. Coba tebak apa kata sandinya? Grim! :D Nah, 4 bintang untuk buku ini. 

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^