Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

19 March 2015

[Resensi Buku] Winter in Tokyo - Ilana Tan

Cover baru Winter in Tokyo
Judul : Winter in Tokyo
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan kesembilan belas, Mei 2012
Tebal : 320 hlm.
ISBN : 978-979-22-3983-6

Keiko jatuh cinta pada seorang anak cowok yang membantunya mencari liontin yang hilang saat salju turun di depan sekolah. Tiga belas tahun kemudian, Keiko bertemu dengan orang yang ia kira cinta pertamanya, Akira. Akira ternyata juga teman dari tetangga apartemennya bernama Kazuto yang baru pindah dari New York. Keiko mengira Akira adalah cowok bertopi wol yang pernah membantunya dulu. Namun Akira tidak ingat sama sekali tentang memori masa kanak-kanaknya.

Keiko dan Kazuto makin dekat karena interaksi yang intens. Sebagai tetangga apartemen, Kazuto kerap membantu Keiko mengurus keperluannya seperti mengganti lampu yang rusak hingga menemaninya mencari bahan makanan untuk dimasak bersama kakek dan nenek tetangga kamar mereka. Keiko berada di persimpangan antara Akira dan Kazuto yang sama-sama menaruh hati padanya. Keiko memilih untuk dekat dengan Akira, karena mengira Kazuto pun sibuk dengan Yuri, mantannya yang batal menikah dengan sahabat Kazuto. Kazuto yang ternyata teman akrab Akira pun tak memperkenalkan diri sehingga baik Akira maupun Keiko mengira orang yang dibicarakan adalah orang yang berbeda.

Saat malam natal, Keiko batal pergi dengan Akira karena dokter muda itu sibuk mengurus pasiennya. Keiko yang patah semangat justru mendapat kado dari Kazuto. Ia pun diajak pergi makan di restoran mewah, menonton pertunjukan balet, hingga main ski. Namun, kecelakaan terjadi. Kazuto diserang oleh orang misterius yang memukul kepalanya hingga ia hilang ingatan. Memori selama satu bulan di Tokyo hilang bersama datangnya rasa sakit yang diderita Kazuto. Setiap ia berusaha mengingat, kepalanya makin sakit.

Yuri yang tahu bahwa Kazuto telah jatuh cinta pada Keiko, memilih untuk menghapus semua foto yang diambil Kazuto di laptop. Termasuk membawa setumpuk foto yang telah dicetak. Saat Yuri datang lagi dalam hidup Kazuto, Keiko baru tahu bahwa ia telah jatuh cinta pada Kazuto, bahkan sebelum lelaki itu mengalami kecelakaan. Dapatkah Keiko memilih antara cinta masa kecilnya dengan cintanya kini?

                                                               ***
Sudah lama saya mendapat rekomendasi dari adek untuk baca buku Ilana Tan. Sayangnya, meski buku seri empat musim ini lengkap di rak adek, saya belum berniat untuk membaca. Sampai minggu lalu saya mendapat kabar tentang buku baru Ilana yang akan terbit. Karena penasaran, akhirnya saya pinjam di perpus, karena buku adek sudah dibawa ke kosannya. :D
           
          Winter in Tokyo adalah seri empat musim pertama yang saya baca. Jadi saya tidak tahu apa ada keterkaitan antara satu judul dengan judul lainnya. Judul ini mengambil setting di Tokyo, di musim dingin yang membekukan tulang. Sentral cerita berkutat seputar cinta pertama Keiko dan interaksinya dengan tetangga apartemen dan Kazuto maupun Akira. Sebagai orang Indonesia blasteran Jepang, Keiko kerap mengomel dalam bahasa ibu, ini yang bikin saya ketawa geli.

         Awalnya saya mengira akan mudah menebak isi cerita. Namun gaya penceritaan Ilana Tan yang membuat kisah ini menarik untuk diikuti dari awal hingga akhir. Deskripsinya yang detail di awal cerita membuat kisahnya beralur lambat, namun setelah sampai di tengah, cerita sudah mulai bisa dinikmati dengan asyik. Sebagai kisah cinta yang mengusung kisah cinta monyet, saya salut dengan Ilana Tan yang membangun chemistrynya dengan halus, dan tak terkesan dipaksakan. Tidak terburu-buru pula untuk menunjukkan cinta. Dan tidak ada cinta yang menggebu, karena cinta yang ditunjukkan adalah jenis cinta yang melindungi. Ini mengingatkan saya pada model-model K-drama generasi Winter Sonata di mana Bae Yong Jun yang malu-malu dan pendiam namun sanggup membuat penonton terkesima dengan cintanya.

         Pembentukan karakter juga berjalan sempurna, karena karakter tokoh Keiko, Akira, Yuri, dan Kazuto ini unik. Tidak tergantikan dengan karakter lain. Seperti Keiko yang takut gelap, tidak suka kuning telur, memiliki saudara kembar, dan sangat cinta buku. Lalu Kazuto yang gemar fotografi tapi tidak asal memotret, ia hanya mau memotret objek yang ia sukai. Ada pula Akira, memiliki julukan dokter cinta, dan ia seorang dokter yang berdedikasi tinggi pada pekerjaannya. Akira juga teman yang asyik untuk Kazuto dan gentlemen sejati. Sedangkan Yuri digambarkan tidak konsisten dengan pilihannya, workaholic, namun pencemburu.

         Tidak ada kebetulan-kebetulan yang terjadi karena penulis sudah menyebarkan clue yang ia gunakan untuk membangun konflik di bab berikutnya seperti saat Kazuto pergi ke rumah Kakek dan hpnya rusak karena jatuh di kolam, juga seorang lelaki yang menguntit Kazuto dan Keiko sejak dulu yang memicu terjadinya penyerangan sebanyak dua kali. Si orang yang menyerang juga ternyata bukan orang biasa, karena ternyata ia memiliki keterkaitan dengan Akira. Well, untuk cara Ilana Tan membangun kisah, saya acungi jempol. Overall, 5 bintang untuk novel romantis ini. ;) 

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^