Langsung ke konten utama

Review Buku "Funiculi Funicula : Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap" karya Toshikazu Kawaguchi


Judul Buku : Funiculi Funicula : Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap

Penulis Buku : Toshikazu Kawaguchi

Original title  : この嘘がばれないうちに

Series Buku : Funiculi Funicula #2 ( コーヒーが冷めないうちに (#2)

Tebal : 199 halaman 

Terbit : 2022 

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (GPU)

ISBN  : 978-602-0663845

Rating Buku : 4/5 🌟


❤️❤️❤️


Review Buku "Funiculi Funicula : Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap" karya Toshikazu Kawaguchi


Di tengah gemerlapnya kota Tokyo, tersembunyi di sebuah gang sempit, terdapat sebuah kafe yang tidak biasa. Namanya Funiculi Funicula, tempat di mana orang-orang datang dengan harapan untuk menjelajahi waktu. Kafe ini membuat sebuah keajaiban karena pengunjungnya bisa menjelajahi waktu sembari bertemu dengan orang yang dicintai.

Dalam novel "Funiculi Funicula: Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap" karya Toshikazu Kawaguchi, kita dibawa ke dalam dunia yang penuh dengan misteri dan harapan. Setiap buku mengungkap 4 kisah yang layak untuk dinikmati, seperti secangkir kopi di sore hari.


Sinopsis Buku "Funiculi Funicula : Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap" karya Toshikazu Kawaguchi


Funiculi Funicula bukanlah kafe biasa. Meskipun aturan-aturan ketat tentang perjalanan waktu masih¹ berlaku, hal itu tidak menghalangi orang-orang untuk memendam harapan mereka yang paling dalam. 

Di antara pengunjung kafe ini, ada seorang pria yang ingin kembali ke masa lalu untuk bertemu sahabatnya, seorang putra yang merasa putus asa karena tidak hadir dalam pemakaman ibunya, seorang pria yang hendak melompat ke masa depan untuk memastikan kebahagiaan kekasihnya, dan seorang detektif yang ingin memberikan hadiah ulang tahun terakhir untuk istrinya.

Meskipun kenyataan tidak bisa diubah, namun selama kopi masih hangat, mungkin masih ada kesempatan bagi mereka untuk mengatasi penyesalan, membebaskan diri dari rasa bersalah, atau bahkan melihat harapan mereka terwujud.


Kisah-Kisah Ajaib Dalam Cafe Funiculi Funicula : 

Novel  "Funiculi Funicula : Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap" karya Toshikazu Kawaguchi ini menawarkan serangkaian kisah yang penuh dengan keajaiban dan harapan. 

Setiap karakter menghadapi dilema yang berbeda, namun semuanya berbagi satu hal yang sama: keinginan untuk mengubah masa lalu atau mempersiapkan masa depan. 

Toshikazu Kawaguchi menggambarkan perjalanan emosional mereka dengan indah, mengajak pembaca untuk memahami kerumitan dan keunikan setiap cerita.

Buku ini adalah buku kedua dalam series Funiculi Funicula atau versi judul bahasa inggrisnya adalah Before The Coffee Gets Cold : Tale From The Cafe. 


Empat Kisah dalam Sebuah Buku yang Indah :


Buku Funiculi Funicula 2 ini memiliki konsep yang sama dengan buku series sebelumnya yaitu menggunakan empat orang tokoh yang ingin pergi ke masa lalu, maupun masa depan. 

Nah, peraturannya masih sama yaitu harus menunggu hantu perempuan yang duduk di kursi (ittan momen) pergi ke toilet, meminum kopi sebelum dingin, dan hanya bisa bertemu dengan orang yang pernah pergi ke kafe. Selain itu, masa depan maupun masa lalu tidak akan berubah meskipun sudah bertemu orangnya. 

Meskipun kembali ke masa lalu, Anda tidak bisa meninggalkan kursi yang Anda duduki. Kalau pinggul Anda terangkat dari kursi, Anda akan ditarik paksa kembali ke masa kini 
Anda hanya bisa pergi ke masa lalu setelah kopi dituang, dan bisa berada di sana sampai kopinya dingin.

Kalau ada yang melupakan peraturan ini, orang itu akan mendapat konsekuensi menyedihkan, yaitu segera kembali ke masa kini setelah susah payah pergi ke masa lalu.


Menjelajahi waktu hanya bisa dilakukan satu kali, tak ada kali kedua. Kita bisa mengambil foto di masa lalu dan di masa depan, menyerahkan hadiah, dan menerima hadiah. Walaupun menggunakan alat pemanas, kopi akan tetap mendingin.


Namun, jarang ada orang yang pergi ke masa depan. Sebab, meskipun bisa pergi ke suatu hari di masa depan, tidak ada yang tahu apakah orang yang ingin ditemui akan ada di kafe pada hari itu. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. 

Selama tidak ada alasan genting, bahkan jika mendatangi masa depan dengan waktu singkat sampai kopi mendingin, kemungkinan untuk bertemu dengan seseorang itu kecil. Pergi ke masa depan menjadi sia-sia.

Kazu, sang pelayan tidak menjelaskan semua peraturan kafe ini. Secara umum, ia hanya menyampaikan lima peraturan, dan akan menjawab peraturan lain jika ditanya.



Diagram Karakter

Kisah pertama tentang Gotaro Chiba, seorang lelaki yang ingin bertemu dengan sahabatnya yang sudah meninggal. Shuichi Kamiya, sahabatnya kecelakaan sehingga anaknya diasuh oleh Gotaro. 

Haruka. Selamat atas pernikahanmu. Kau lahir ketika sakura mekar sempurna... Ayah masih ingat bagaimana rasanya memelukmu untuk pertama kali, bagaimana tubuhmu yang mungil dan kemerahan itu meringkuk.
Melihat senyummu saja membuat Ayah bahagia. Melihatmu tidur saja membuat Ayah ingin berusaha keras. Rasanya tidak ada yang sebahagia Ayah atas kelahiranmu. Ayah-lah yang paling menyayangimu, lebih daripada siapa pun di dunia. Ayah bisa melakukan apa pun demi kau...

Setelah besar, kini Haruka, anak itu akan tahu bahwa Gotaro bukanlah orang tua kandung, melainkan hanyalah orang tua angkat. Ia sengaja ke masa lalu untuk merekam ucapan selamat menikah dari ayah sang anak. 

Gotaro bersyukur Shuichi bersikap kooperatif dan merekam video tersebut. Kemudian ia menyentuh cangkirnya, memutuskan untuk segera kembali ke masa depan setelah Shuichi merekam pesannya.




Kisah kedua tentang Yukio Mita, lelaki yang putus asa hingga hampir saja bunuh diri karena terlilit hutang dan belum mendapatkan pekerjaan di usianya yang sudah 30 tahun. Namun, ia ingin bertemu dengan Kinuyo Mita, ibunya yang mendukungnya mencapai impiannya. Ibunya meninggal saat ia masih hidup susah, bahkan ia tak bisa hadir ke pemakaman di Tokyo karena tak ada biaya. 

Seandainya aku menunggu sampai kopinya benar-benar dingin, itu sama saja dengan membuat Ibu sedih pada saat- saat terakhirnya...
Cita-cita saya menjadi seorang pembuat tembikar membuat saya menderita sekian lama karena tidak diakui, dan terjebak dalam mimpi untuk sukses. Saya tertipu, merasa bahwa saya sendiri yang menghadapi kecelakaan seperti itu. Namun, aku hampir membuat Ibu menderita lebih dari itu... Aku akan hidup... Apapun yang terjadi...
Demi Ibu, yang sampai akhir tidak pernah berhenti mendoakan kebahagiaanku...

Kisah ketiga tentang Katsuki Kurata, seorang lelaki yang ingin bertemu Asami Mori, kekasihnya di masa depan. Ia ingin memastikan kekasihnya sudah bahagia dan menikah dengan orang lain. 

Katsuki Kurata meminta bantuan Fumiko, sahabatnya untuk membawa Asami Mori ke kafe di masa depan. 

Nah... Menurut interpretasi Fumiko, maksudnya adalah: "Bawalah Asami kalau kematianku membebani langkahnya sehingga dia tidak bisa menikah." 

Namun, Fumiko tidak ingin mempertemukan mereka hanya karena Asami tidak menikah, meski ia sedang berusaha melupakan Kurata.

Itu pertemuan dengan orang yang telah meninggal, bukan hal yang bisa dianggap remeh. Kalau salah langkah, kehidupan Asami setelah itu bisa kacau balau.

Kisah keempat tentang Kiyoshi Manda, seorang detektif yang ingin bertemu istrinya. Kimiko Manda, istrinya meninggal karena tertusuk pisau oleh perampok. Kiyoshi belum sempat memberi hadiah padanya. Ia menyesal dan ingin memberikan hadiah itu, meskipun harus kembali ke masa lalu.




Perjalanan Waktu yang Menarik:

Konsep perjalanan waktu selalu menarik, dan Toshikazu Kawaguchi berhasil menggabungkannya dengan baik dalam cerita ini. Meskipun aturan-aturan kafe tetap ada, namun nuansa misterius dan keajaiban yang tercipta di sekitarnya memberikan kedalaman pada cerita.

Setiap kali seseorang kembali ke masa lalu maupun masa depan, orang itu akan dihadapkan pada pilihan untuk tetap menjalani hidup lagi, atau justru kembali terpuruk dan menyesali keadaan yang sudah terjadi. 

Novel kedua ini lebih detail menjelaskan mengapa ada hantu yang duduk di kursi kafe itu, siapa hantu itu dan apa hubungannya dengan Kazu dan Nagare. 

Kazu juga digambarkan sangat hati-hati menjelaskan peraturan kafe, karena ingin semua pelanggannya tetap bisa kembali ke kafe di masa kini, dan tak berakhir menjadi hantu ittan mommen. 

Selain itu, buku kedua ini juga lebih ringan. Buatku nggak sampai bikin nangis, tapi tetap menghangatkan hati. 🥰

Kalau suka dengan tema magical realism atau fantasy, kamu wajib coba baca buku Funiculi Funicula seri ke 2 ini ya! 🤩


Baca juga : 

Resensi Buku Funiculi Funicula (Before The Coffee Gets Cold) by Toshikazu Kawaguchi

Resensi Novel Dona Dona (Buku ke 3 Series Funiculi Funicula) karya Toshikazu Kawaguchi


Pesan Moral yang Mendalam

Di balik alur cerita yang fantastis, "Funiculi Funicula" menyimpan pesan-pesan mendalam tentang kehidupan, penyesalan, dan harapan. Setiap cerita mengajarkan kita untuk menghargai setiap momen yang kita miliki, serta pentingnya menerima kenyataan yang ada.


Kesimpulan:

Buku "Funiculi Funicula: Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap" tidak hanya sekadar novel tentang perjalanan waktu; ini adalah perjalanan emosional yang menggetarkan hati pembaca. 

Dengan gaya penceritaan yang halus dan atmosfir yang penuh misteri, Toshikazu Kawaguchi berhasil menciptakan kisah yang akan terus menginspirasi dan menghibur pembaca di setiap halamannya. 

Buku ini mengajarkan kita bahwa, terlepas dari seberapa sulitnya keadaan, harapan selalu ada di setiap sudut kehidupan, dan kadang-kadang, hanya dengan secangkir kopi, kita bisa menemukan jawabannya.


Baca juga : 

Review Buku Jepang "Kitchen" karya Banana Yoshimoto - Menyembuhkan Duka Melalui Makanan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Gadis Kretek by Ratih Kumala

  Judul Buku : Gadis Kretek Pengarang : Ratih Kumala Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Terbit : Cetakan Ketiga, Juli 2019 Tebal : 275 halaman ISBN : 978-979-22-8141-5re Rating : 5 bintang Genre : Novel Sastra Indonesia Harga Buku : Rp 75.000 Baca Ebook Gadis Kretek pdf di Gramedia Digital Beli novel Gadis Kretek di Shopee (klik di sini)

[Resensi Buku] Sang Keris - Panji Sukma

  Sang keris Judul : Sang Keris  Pengarang : Panji Sukma Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Terbit : Cetakan Pertama, 17 Februari 2020  Tebal : 110 halaman Genre : novel sejarah & budaya ISBN : 9786020638560 Rating : 4/5 ⭐ Harga buku : Rp 65.000 Baca ebook di aplikasi Gramedia Digital ❤️❤️❤️

Resensi Buku Funiculi Funicula (Before The Coffee Gets Cold) by Toshikazu Kawaguchi

  Judul   Buku : Funiculi Funicula Judul Asli : Kohii No Samenai Uchi Ni (Before The Coffee Gets Cold) Pengarang : Toshikazu Kawaguchi Alih Bahasa : Dania Sakti Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Terbit : Cetakan kedua, Mei 2021 Tebal : 224 halaman ISBN : 9786020651927 Genre : Novel Fantasi - Jepang Rating : 4/5 bintang Harga Buku : Rp 70.000 Baca via Gramedia Digital