Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

10 May 2014

Menelusuri Jejak Ummahatul Mukminin : Barometer Ibu Islami


Penulis           : Muhammad Fathi Mas’ad
Penerjemah : Irwan Raihan
Penerbit         : Al Qowam
Tebal               : 256 halaman
Terbit              : Juni 2013 M/Sya’ban 1434 H
ISBN                : 978-602-8417-31-0

Menelusuri Jejak Ummahatul Mukminin : Barometer Ibu Islami

            Potret keseharian Rasulullah SAW bersama istri-istrinya juga pada shahabat dan shahabiyah adalah tafsir hidup dari Al Qur’an yang kita baca setiap hari. Lewat perilaku santun yang diberikan oleh Rasulullah, kita bisa mengimplementasikan apa yang ada dalam Al Qur’an untuk dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari. Istri-istri Nabi adalah yang terbaik di antara para perempuan, karena mereka hidup di dalam asuhan Rasul yang mulia dan karena mereka dididik berlandaskan wahyu ilahi yang turun ke sanubari Nabi.

            “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (Q.S. Al Ahzab ayat 36)

          Al zaujah atau istri adalah potret ketentraman, kedamaian, keharmonisan cinta dan kasih sayang yang terangkum dalam sesosok perempuan. Istri menjadi pelipur hati bagi suami, pun begitu, menjadi sahabat yang selalu siap sedia membantu kemajuan suaminya dalam urusan dunia maupun untuk menggapai akhirat. Begitu pula yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, Rasulullah, menjalani kehidupannya dengan beragam problematika bersama para istri-istrinya, sebelum masa kenabian, hingga akhir hayat.

            Terlampau banyak fitnah yang akan dialami para ibu dan istri bila tidak siap menjalani kehidupan yang penuh liku. Sebagaimana para istri nabi yang selalu siap melayani, muslimah juga seyogyanya mampu membangun kehidupan Islami yang ia bangun dengan suaminya nanti. Dengan bekal ilmu, pemahaman dari Al Qur’an dan kisah yang ada dari teladan para istri Rasulullah, para Ummahatul Mukminin, maka kelak akan lahir generasi Rabbani. Melahirkan cinta yang muaranya hanya pada Allah dan keridoan semata.

         Khadijah binti Khuwailid yang merupakan istri pertama Nabi SAW, salah satu Ummahatul Mukminin yang digelari ath thahirah (perempuan yang suci) karena kehati-hatiannya menjaga fitrahnya sebagai perempuan. Ketika semuanya kafir kepada Nabi SAW, beliaulah yang mengimani keislaman pertama kali. (halaman 17-18) Perannya dalam mendukung dakwah Rasulullah di masa awal-awal, membuat Nabi mampu mengemban tugas-tugas kenabian. Ia pun banyak mengeluarkan hartanya untuk mendukung dakwah Rasulullah. Dari rahimnyalah, lahir generasi terbaik keturunan nabi, putra dan putri yang shalih dan shalihah yakni Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Umu Kalsum, dan Fatimah. Hanya saja, para putra nabi meninggal saat kecil, inilah alasan mengapa  Rasulullah adalah nabi terakhir akhir zaman, karena beliau hanya memiliki anak perempuan yang hidup hingga dewasa.  (halaman 16)

            Teladan yang lainnya pun bisa kita pelajari dari istri lain Nabi SAW. Kedalaman ilmu dan kebijakan Aisyah binti Abu Bakar, kesabaran Saudah binti Zum’ah, kedermawanan Zainab binti Khuzaimah, dll. Merekalah sosok idaman yang patut menjadi teladan bagi muslimah.

            Sebagai seorang istri, ada empat kedudukan dan fungsi utama seorang perempuan yang bisa kita teladani dari Ummahatul Mukminin. Sebagai hamba Allah, sebagai istri, sebagai pendidik utama anak-anaknya, pun menjadi seorang nyonya rumah tangga seperti yang dilakukan oleh Khadijah.

            “Khadijah tidak pergi ke pasar untuk berdagang sendiri. Dia hanya mengupah orang-orang untuk menjualkan barang dagangannya dan berbagi keuntungan sehingga mereka juga mendapatkan untung.” (halaman 7)

            Dalam buku ini juga dijelaskan tentang berita bohong (haditsul ifki) yang menimpa Aisyah binti Abu Bakar, istri nabi yang paling cerdas dan banyak hafal hadits semasa hidupnya. Fitnah yang dialami oleh Aisyah adalah musibah yang paling berat setelah kematian Khadijah dan paman nabi yang membuat nabi amat berduka, hingga Allah sendiri menurunkan ayat untuk membantah fitnah tersebut. Jika fitnah tersebut benar, maka runtuhlah ribuan hadits yang digenggam Aisyah dalam hafalannya. Maka dari itu, lewat Q.S An Nur Ayat 11-20 yang berisi bantahan tentang fitnah yang menerpa kehidupan Aisyah sang istri kesayangan Nabi, Allah menjawab fitnah yang dilayangkan pada Aisyah. Juga di ayat ini : “Mengapakah ketika mendengarnya kamu tidak mengatakan, “Tidak pantas kami mengucapkan ini, Mahasuci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar.” (Q.S. An Nur ayat 16)

            Ibnu Hajar bertutur, “Aisyah hafal dari Nabi sekian banyak ilmu yang diberkahi, banyak orang yang mengambil ilmu darinya, meriwayatkan sekian banyak aturan hukum dan pelajaran adab darinya, sampai dikatakan, “Sesungguhnya seperempat hukum syariat itu diriwayatkan dari Aisyah” (Fathul Ba’ri, VII/134)

            Aisyah juga merasakan kecemburuan yang besar pada Khadijah, namun itu merupakan fitrah sebagaimana yang juga dialami oleh perempuan lainnya.

            “Aku tidak pernah mencemburui seorang pun istri Rasulullah melebihi kecemburuanku kepada Khadijah karena seringnya Rasulullah mengingat dan menyanjungnya.” (HR. Bukhari dalam kitab Manaqibul Anshar (VII/166[3818]), dan Kitab An-Nikah (IX/237[5229])

            Lain lagi dengan Hafshah binti Umar bin Khatab yang memiliki kecintaan pada amalan puasa dan rajin shalat malam.

            “Sesungguhnya dia adalah wanita yang ahli berpuasa dan rajin shalat malam, dia adalah istrimu di surga.” (HR. Abu Daud)

            Sedangkan Zainab binti Jahsyi, adalah perempuan shalihah yang rajin berpuasa, banyak mengerjakan shalat malam, rajin bekerja dan bersedekah dengan hasil buah tangannya. (halaman 152)

      “Sesungguhnya Zainab binti Jahsyi adalah seorang yang awwah. Seorang lelaki bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah awwah? Beliau menjawab, “Seseorang yang khusyuk dan merendahkan diri kepada Allah.” Kemudian beliau membacakan ayat: “Sungguh, Ibrahim adalah penyantun, lembut hati, dan suka kembali kepada Allah.” (Q.S. Hud, ayat 75)

            Menjadi ibu yang islami dengan menapaki jejak Ummahatul Mukminin adalah cita-cita yang mesti harus dimiliki oleh setiap muslimah, hingga bisa direalisasikan setiap langkahnya mulai dari persiapan, menjelang, hingga pasca pernikahan. Buku ini mengupas tuntas kesebelas istri nabi yang disebut Ummahatul Mukminin. Setiap pernikahan nabi dengan istrinya memiliki hikmah yang besar, seperti menyatukan kabilah, memuliakan agama, menyebarkan dakwah, menjaga keimanan janda yang suaminya meninggal. Merekalah para istri yang layak untuk dijadikan teladan. Hadist dan riwayat yang dituliskan di buku ini pun memiliki kesahihah dalil, sehingga bisa menjadi rujukan. Penulisnya menuliskan kisah para Ummahatul Mukminin dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga mampu memberikan gambaran bagaimana kehidupan nabi bersama istrinya.

            Kekurangan buku ini hanya di bagian cover, warnanya hijau gelap membuatnya terlihat kurang eye catching,  mungkin maksudnya agar para pembaca dari kaum adam bisa dengan leluasa membaca buku ini di luar rumah ya. Kalau warnanya mencolok seperti warna pink, atau warna-warna pastel lainnya segmen pembacanya terbatas hanya pada perempuan saja.

            Buku ini saya rekomendasikan bagi siapa saja yang ingin mendalami Islam lebih jauh, agar bisa meneladani kisah yang ada dalam diri Rasulullah dan keluarganya. Recommended! Nah, apa kamu berminat untuk membacanya juga? ;)

22 comments:

  1. Setelah baca resensinya, buku ini layak dibaca banget. Terutama untuk wanita. Potret Nabi dan istrinya bisa dijadikan pedoman hidup kita di zaman ini. Jadi penasaran sama bukunya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau baca, Lana? Bisa beli di Salemba lho. :D Sebenernya ga cuma untuk wanita. Toh laki-laki juga perlu baca agar tau gimana cara memilih pasangan yang baik dan shalehah.

      Delete
  2. Makasih banget utk reviewnya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, sama2. Makasih udah baca tulisanku, mba :D

      Delete
  3. resensinya mnarik juga nih jadi pengin beli bukunya..

    ReplyDelete
  4. Resensinya menarik :)
    Haloo mbak ila, salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, mba Dewi. Salam kenal juga ya :)

      Delete
  5. Buku yang bagus ni La
    Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari buku ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba. Terutama gimana ajaran Islam bisa diterapkan lewat teladan ya.

      Delete
  6. Subhanallah.. buku yang bagus tuk dibaca semua muslimah. Aku juga mau baca buku ini. Belinya di mana, La?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bun. Bagus bukunya. Lengkap. Hehe. Kalo mau, bisa beli di webnya, http://www.alqowamgroup.com/ummahatul-mukminin/. Kalo kemarin2 aku beli di salemba, itu pun setelah nanya sama mbak yang jaga toko, karena stoknya udah masuk gudang.

      Delete
  7. bagus untuk di jadikan bahan bacaan,... kayaknya musti maksa Abinya anak2 buat beli nih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo bun, dibeli. Insya Allah bermanfaat. ;)

      Delete
  8. Jadi pengen baca bukunya, La :)

    ReplyDelete
  9. Wah, ini cocok banget untuk perempuan yang ingin menjadi lebih baik lagi, supaya kita bisa belajar dari teladan-teladan terbaik sepanjang masa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak. Sesuai dengan apa yang dibutuhkan perempuan :)

      Delete
  10. bukunya bagus meskipun telah banyak buku yang banyak beredar dengan inti yang sama, namun kembali ke cover yang unik...hehee untuk wanita tapi dengan warna yang gelap...yup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo warna gelap bisa ngena ke segala kalangan, Mak Astin. Ga hanya perempuan tapi laki-laki juga bisa baca. Hihi.

      Delete
  11. Pengetahuanku tentang ummahatul mukminin minim banget :(

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^