Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

16 May 2014

Resensi Buku Cat Me if You Can by Amelia

Judul : Cat Me if You Can
Penulis : Amelia
Penerbit : Nourabooks
Terbit : Desember 2013
Tebal : 316 halaman
ISBN : 978-602-7816-68-8

         Cinta seringkali memiliki wujud ganda bagi orang yang merasakannya. Rasa keharusan memiliki dan rasa menginginkan pengakuan dari yang ia cintai, bahwa ia adalah yang tercinta. Di satu sisi, cinta akan memenjara pelakunya pada candu yang akan membuatnya teringat wajah yang dicinta. Jika wujud cinta menjelma jadi keharusan, maka akan ada pengorbanan untuk mendapatkannya, termasuk bila harus melewati halangan bernama fobia.
            Arka, cowok berusia delapan belas tahun, seorang berandalan sekolah yang pernah tinggal kelas dan fobia kucing sedang dilema soal cinta. Bagi Arka, Tiffany adalah cewek menarik yang ia suka. Tapi sayangnya, Arka fobia dengan kucing sejak kecil(halaman 5). Ketakutannya membuatnya trauma dan mengalami ailurophobia, fobia kucing. Arka sering dikerjai hingga pingsan oleh Dani, cowok yang juga suka Tiffany(halaman 109). Dani menantangnya untuk menggendong kucing. Tantangan itu diterima Arka, ia tak mau namanya jadi tercoreng karena dikira pecundang.
        Buat pecinta kucing seperti Tiffany, Percy kucing persianya itu lucu dan menggemaskan. Tapi buat Arka, kucing itu bisa berubah jadi monster yang menakutkan. Demi cinta, Arka rela menjalani terapi abal-abal yang ditawarkan Damar padanya. Damar kenal dekat dengan teman sekampusnya yang jurusan psikologi bernama Agni. Mereka berdua sepakat membantu Arka menghilangkan trauma yang melekat dalam dirinya.
         Terapi pun dijalani Arka, mulai dari terapi abreaksi dengan memasang gambar kucing di kamarnya dan memegang boneka kucing, tehnik flooding dengan berinteraksi secara langsung dengan kucing, sampai hipnoterapi. Semua sudah dijalani oleh Arka, sayangnya ternyata Arka terlambat menyadari bahwa cintanya telah berubah. Kini ia malah sering terbayang wajah Agni dan senyumnya yang manis. Padahal Arka tahu, Damar sudah lama suka dengan Agni.
          “Mencintai, tetapi tak bisa memperjuangkan. Mungkin, ini yang orang-orang sebut dengan cinta diam-diam.” (halaman 211)
         Arka dilema. Akankah persahabatan ketiganya harus dikorbankan? Lalu, dapatkah Arka sembuh dari fobianya? Siapa yang sebenarnya dicintai oleh Arka? Semua jawabannya akan kamu temukan dalam buku ini. ;)
           Novel remaja ini merupakan karya ketiga dari Amelia. Novel terbitan Nourabook ini mengambil tema yang unik karena mengangkat tema fobia pada kucing yang mungkin sering dialami oleh beberapa orang. Bulu kucing menjadi fobia yang sering membuat ngeri dan jijik. Terapi yang dilakukan pun sesuai dengan riset dan fakta yang telah dilakukan penulisnya. Di samping itu, penulis menyisipkan pesan tentang penderita difabel lewat tokoh Marisa yang ditemui Arka di Festival Difabel yang diurus oleh Agni. Marisa mengajari Arka tentang arti bersyukur.
           “Kita tinggal buka mulut doang buat ngomong cinta, tapi Marisa? Dia harus pakai gerakan, yang enggak semua orang ngerti itu.”(halaman 208)
         Di novel ini penulis mengetengahkan tentang persahabatan, keluarga, dan pentingnya sekolah. Ada juga permasalahan remaja di sekolah mulai dari bolos sekolah, membuat tato, dan pergaulan di antara para bad boy karena Arka yang anak tunggal merasa perhatian orangtuanya tak tercurah untuknya, mereka lebih sibuk bekerja daripada memerhatikan perkembangannya.
       Semua masalah yang dimunculkan di novel ini pun mengalami penyelesaian yang tuntas, dan tokoh-tokohnya yang manusiawi membuat pembaca merasa dekat dengan kisah dalam novel ini. Kisah cinta ini pun diakhiri dengan manis lewat balutan setting tempat wisata yang asyik dan menyenangkan untuk dikunjungi yaitu resor diving dan snorkling di Kepulauan Karimunjawa. Dengan mengambil setting ini, penulis secara langsung memperkenalkan potensi wisata daerah lewat novelnya.
         Meski tema novel ini kompleks, penulis ingin memberi warna baru bagi genre remaja yang selama ini lebih sering bertema utama tentang cinta-cintaan saja. Overall, novel yang layak untuk dibaca bagi para remaja saat ini.

6 comments:

  1. uhuk, paling seneng emang ngomongin soal cinta. ceritanya juga unik :)

    ReplyDelete
  2. Saya suka pada cerita yang berakhir happy ending seperti novel ini. Bagus sekali ya Mbak walau gendre remaja tapi tak melulu ngomongin cinta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba Evi. Ada inspirasinya juga ;)

      Delete
  3. Ini bukunya harus dikasih ke Mba Ade Anita nih, sama2 phobia kucing :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. He? Beneran mba Ade phobia kucing, bun? Aku baru tahu.:D Emang harus diterapi sih, biar ga takut lagi pas ketemu dadakan di suatu tempat. Hehe

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^