Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

24 May 2014

Resensi Buku One More Chance by Ninna Rosmina


Judul Buku : One More Chance : Saat Waktu Menyempurnakan Keinginan Hati
Penulis        : Ninna Rosmina
Penerbit      : Gagas Media
Terbit           : April 2013
Tebal            : 313 halaman
ISBN             : 979-780-642-1

Resensi Buku :
Cintaku tak bisa habis untuknya.
Naif, tapi itulah cinta yang kurasa.
Tak sepadan dengan waktu yang selalu tepat waktu.
Tapi tahukah kamu di mana letak ironisnya situasi ini, ketika menyadari cintaku ternyata berbanding terbalik dengan perjalanan waktu.
Pintaku ini nyaris mustahil. Tapi, jika memang bisa sudikah waktu berhenti sejenak untuk mengabulkan inginku, agar bersamanya lebih lama lagi?
Karena bersama dia selamanya pun sebenarnya tidaklah cukup…

***
            Vio jatuh cinta dengan Cello dalam sebuah pertemuan yang singkat. Saat itu, band Cello bernama Dawai Band manggung di sekolahnya. Gadis itu sama sekali tak tahu nama cowok yang ia taksir. Ia hanya penasaran dengan pemilik rambut panjang dan indah itu, walau wajah yang dilihatnya samar karena tertutup rambut panjang. Vio nekat mencari jejak si gitaris misterius dengan mengambil kuliah jurusan arsitektur di kampus yang sama.

            Bagi Vio, arsitektur bukanlah hal baru buatnya. Ia memiliki paman yang bekerja sebagai kontraktor. Tapi berkenalan dengan Cello membuat banyak perubahan dalam dirinya. Termasuk perubahan karakter. Vio yang dulu pendiam bak gunung es yang sulit disentuh, sekarang menjadi seorang gadis yang periang dan blak-blakan, termasuk dalam menyatakan cinta. Belum apa-apa, ia sudah bilang naksir dengan Cello saat melihat rambut indah Cello sekilas dilihatnya dari belakang. Padahal sebelumnya Vio bilang wajah Cello seperti cowok cantik karena mirip perempuan.

            Cello dan teman-temannya pun menjalani hari-hari di kampus arsitektur. Banyak data yang dicari Vio hingga ia bisa mengetahui tentang keluarga Cello yang broken home dan penuh masalah. Gencarnya Vio mendekati Cello membuat Cello jatuh cinta, tapi Vio harus menikah jika ingin tetap tinggal di kotanya. Ibunya menginginkannya pergi ke Singapura. Akankah Vio mendapatkan cinta Cello seutuhnya? Bagaimana nasib hubungan Cello dengan keluarganya? Kesempatan kedua apa yang ingin Vio dan Cello dapatkan dalam hidupnya? Baca saja buku ini. ;)

***
            Cinta pada pandangan pertama adalah bentuk kekaguman yang melambungkan asa pada sebuah sosok asing yang memberi rindu, meski entah kapan temu akan kembali bersua raga. Buku ini berisi kisah cinta yang unik, cinta anak arsitek yang meski padat dengan banyaknya karakter tokoh yang digunakan, tapi tetap bisa diikuti kisahnya. Saya penasaran sejak awal mengapa Vio suka seseorang hanya karena rambut. Ternyata pertanyaan ini terjawab di bab-bab akhir. Hanya saja, ada yang membuat saya makin penasaran, mengapa Vio tidak memberi tahu rahasia hidupnya padahal sebuah pernikahan itu sakral. Jika tidak ada keterbukaan dari pasangan, tentu akan membuat mereka menyimpan bibit masalah.

            Kekuatan buku ini ada di setting tempatnya yaitu di sebuah kampus arsitektur UI, Depok membuat pembaca jadi lebih tahu keseharian anak-anak jurusan ini. Mulai dari mengerjakan tugas dosen, membuat maket, sampai kesibukan menjelang sidang tugas akhir. Tokoh Vio digambarkan anti mainstream, perempuan yang dengan mudah mengatakan suka karena ia menyukai seseorang. Padahal hanya berdasarkan rasa kagum saja. Kalau dibilang ini terlalu berlebihan ya, memang. Tapi jika kejadiannya berbeda, alur ceritanya tidak akan sama.

            Ada kebetulan yang seakan dipaksakan di bagian tokoh Pak Baim yang ternyata bekerja di perusahaan Pak Chandra. Coba kalau di kantor lain, mungkin masalahnya akan lebih kompleks. Saya suka quote yang ada di halaman 262, “Karena hati manusia itu sedalam samudra. Manusia boleh saja berjanji akan setia sampai mati, tapi hati manusia dengan mudah dibolak-balikkan oleh Tuhan.” Overall, saya beri 3,5 bintang untuk kisah ini.

14 comments:

  1. Bikin penasaran, pengen banget baca bukunya!

    ReplyDelete
  2. Aku suka quote nya mbak Ila..
    Iya manusia hanya bisa berencana dan merasa.. tp hati milik Sang Maha Menyayangi..

    ReplyDelete
  3. pilihan quotenya keren...
    makasih udah ke blog ku ya~

    ReplyDelete
  4. nah ini dia cerita soal gitaris juga. menarik deh kayaknya. telaten banget ya sang penulis sampai 300 lebih halamannya.

    ReplyDelete
  5. Aku sudah baca buku ini Mbak Il. Tapi menurutku ya, menurutku sih.. ceritanya terlalu melebar. Seperti ketika Vio menceritakan masa kecilnya yang sampai berbab-bab :D

    ReplyDelete
  6. buku atau kaset padahal isinya berbahasa indonesia, tapi orang pada seneng ngasih judul pakai basa inggris. lalu bagaimana akan dibanggakan basa kita ya. semoga ini cuma tren yang suatu saat nanti akan diinsafi hihi

    ReplyDelete
  7. cinta pada pandangan pertama... menarik...
    setting di kampus... seru...
    dan quotenya... jleb jleb...

    ReplyDelete
  8. cool, bog khusus utk resensi buku. Ini dlm rangka yg IRC itu ya? saluute

    ReplyDelete
  9. Kayaknya ceritanya bagus nih mbak...btw salut deh punya blog khusus resensi...

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^