Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

20 May 2014

Resensi Buku Sherlock Begins: A Study in Scarlet


Judul Buku : Sherlock Begins: A Study in Scarlet 
(Mengungkap Kasus Tak Terlacak)
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah: Zia Anshor
Penerbit: Bukune
Terbit : 2012
Tebal : 212 halaman
ISBN : 602-220-078-4

           Sherlock Holmes dan Dokter Watson saling berkenalan karena seorang teman Watson bernama Stamford menawarinya berbagi sewa kamar di sebuah apartemen Baker Street. Bagi Watson yang mantan dokter militer, mengenal Holmes yang misterius membuatnya merasa hidupnya mengalami banyak kejadian yang menarik untuk diikuti. Holmes kadang memiliki dua kepribadian yang sulit untuk ditebak.          

         Banyak ilmu yang dimiliki Holmes, namun ada beberapa yang tidak ia kuasai pula. Karena merasa partner kamarnya adalah seorang yang ‘unik’, Watson lebih memilih untuk membiarkan Holmes bereksperimen sesuai dengan apa yang ia rasakan. Kadang Holmes terlihat sering pergi ke tempat asing, lama berada di lab, menerima tamu dari berbagai kalangan dan berhari-hari berikutnya ia akan duduk terdiam di apartemennya tanpa bergerak sedikit pun dengan pandangan mata kosong persis seperti orang kecanduan narkotika.

               Kemampuan deduksi Holmes membuat Watson terkaget saat pertama kali bertemu dengannya, Holmes bisa menebak bahwa lelaki itu adalah seorang  yang baru pulang dari Afganistan. Watson memang dulu seorang dokter militer yang ditugaskan di daerah perang Afganistan, tapi luka yang didapatnya di sana membuatnya harus memulihkan kesehatannya di London.

           Suatu hari, Holmes menceritakan tentang pekerjaannya yang memungkinkannya melakukan hal yang dianggap ‘unik’ itu pada Watson.  Ternyata Holmes adalah seorang detektif swasta yang sering disewa oleh beberapa orang untuk menyelesaikan suatu kasus. Kali ini sebuah kasus rumit datang dari detektif lain bernama Lestrade dan Gregsons. Kedua detektif itu bergantian mendatangi Holmes untuk meminta bantuan.

               Kasus itu bermula dari seorang lelaki berumur 43 tahun meninggal di sebuah rumah kosong. Ia ditemukan tewas dengan sebuah tulisan “RACHE” di dinding ruangan menggunakan darah. Tak ada bukti kekerasan fisik pada mayat yang ditemukan di sebuah rumah kosong nomor 3 Lauriston Gardens itu. Hanya ditemukan serbuk tembakau, jejak kaki dua sepatu, jejak tapal kereta kuda, sebuah cincin nikah perempuan dan petunjuk yang mengarah pada orang bernama Stangerson. Seorang lelaki juga ditemukan tengah mabuk berat berada di dekat pagar rumah saat polisi yang menjaga daerah itu memergoki mayat ada di rumah kosong tersebut. (halaman 50)

        Sayangnya, kasus itu makin rumit dengan kematian Stangerson yang juga dicurigai akibat racun yang diminumnya. Lalu, siapa yang membunuh kedua orang itu? Motif apa yang ada di balik pembunuhan? Dan, bagaimana mengungkap cara pembunuh mengelabui polisi untuk menghilangkan jejak? Baca saja buku ini ya. ;)

***
          Buku ini merupakan seri pertama buku detektif Sherlock Holmes. Pengenalan karakter kedua tokoh utama yaitu Sherlock Holmes dan Dokter Watson dibingkai dengan cara yang asyik sembari mengenalkan cara deduksi yang sering digunakan Holmes untuk menyelesaikan kasus-kasusnya. Misalnya saja ini : Holmes bisa memprediksi tinggi orang dengan melihat ketinggian tulisan yang ditulis di dinding TKP.
“Kalau orang menulis di dinding, secara naluriah dia menulis setinggi matanya sendiri. Nah, tulisan di dinding itu berada sekitar enam kaki dari lantai.”(halaman 58) 
“Jarang-jarang ada orang sampai berdarah hidungnya karena emosi, kecuali dia berdarah tinggi, jadi kuduga pelakunya barangkali orang bertubuh tegap dan berwajah merah. Terbukti bahwa dugaanku benar.” (halaman 206)
           Banyak teori dan deduksi yang sering dimunculkan oleh Holmes. Saya suka quotesnya, meski merasa janggal dengan terjemahan yang terkesan kaku di bagian awal.
“Kamu tahu? Yang layak dipelajari oleh manusia adalah manusia.” (halaman 17)
“Orang bodoh mengambil semua yang dia temukan, sehingga pengetahuan yang bisa berguna bagi dirinya tertimbun, atau setidaknya terbelit banyak benda lain sehingga di kesulitan mengambil pengetahuan berguna itu.” (halaman 23)
“Ada kemiripan-kemiripan dalam perbuatan buruk, dan jika kamu punya seribu rincian data dan fakta, aneh kalau kamu tak bisa mengungkap yang keseribu satu.” (halaman 31) 
“Kamu tahu tukang sulap tidak dikagumi kalau dia sudah menjelaskan triknya, dan jika aku menunjukkan terlalu banyak cara kerjaku, kamu akan sampai ke kesimpulan bahwa aku sebenarnya orang biasa.” (halaman 60)
            Dengan sudut pandang Watson, buku ini dikisahkan dengan menarik. Bagian pertama berisi pengenalan karakter, deduktif, dan kasus. Bagian kedua terasa hambar ketika penulis menuliskan tentang bangsa Mormon yang merupakan sebuah kumpulan orang suci, di sinilah awal dari alasan terjadinya pembunuhan ini. Baru setelah pelaku terperangkap, semua jawaban menemukan akhir yang mengerucut pada pertanyaan-pertanyaan yang disebar di awal buku. Overall, 4 bintang untuk buku ini. ;)

18 comments:

  1. blum pernah baca buku ky gini.. kecuali komik conan hihihi... tp klo dr seri pertama, seru nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku juga tahu Sherlock pas baca Conan. Ehehe. Seru, mba. Pengenalan karakternya keren ;)

      Delete
  2. Justru saya suka yg bagian kisah motif pembunuhan yg dari sekte Mormon itu. Saya baca yg terbitan Gramedia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya, yang terbitan gramedia aku pernah liat di perpus, kak. Terjemahannya mungkin agak beda dalam mengolah rasanya ya. Kalo yang ini agak kaku di bagian awal. Entah mungkin karena ini asalnya naskah klasik, jadi menyesuaikan dengan masa sekarang

      Delete
  3. Aih, baca blognya Ila yang ini jadi sekalian numpang belajar review buku

    Makasih ya, La :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo bikin blog buku juga, mba Anaz :D
      Makasih udah main ke sini yaa~

      Delete
  4. Wah, Ila bacaan bukunya mantep banget nih.

    Kamu itu benar2 membuka jendela dunia, asik :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selingan aja, kak. ;) Bacaanku biasanya yang romance :D

      Delete
  5. <- sudah baca bukunya dan komik2nya SH dan serialnya dan filmnya. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow! aku belum nonton filmnya, kak. bagus ya? :D

      Delete
  6. saya pecinta sherlock holmes! makasih kutipan-kutipan quotesnya kak kiky^^

    ReplyDelete
  7. maaf kak yg a study in scarlet itu novel seri pertamanya sherlock holmes ta?, kalau memang iya itu ada berapa seri? trs nama nya apa saya mau nyarik di toko buku, mohon jawabannya ya, maaf kalau juga kurang soapan tanya nya. terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku kurang tahu karena bacanya ga beruntun. tapi sekarang ada 2 buku yang diterbitin ulang sama Gramedia, jadi satu bundel. Jadi 1 buku tebel banget. kalo yang bukune ini kayaknya udah ga terbit lagi. :) coba dicek di sini http://www.parcelbuku.net/?s=sherlock+holmes&cat=0

      Delete
    2. ini bukunya ya :
      http://www.parcelbuku.net/fiksi/sherlock-holmes-koleksi-kasus-1-hc/
      http://www.parcelbuku.net/fiksi/thriller/sherlock-holmes-koleksi-kasus-2-hc/

      Delete
  8. Kak, menurut novel sherlock holmes yang isi terjemahannya lebih enak yang mana kak? Terbitan shira media atau gramedia? Makasih kak

    ReplyDelete
  9. Kak, menurut kakak novel sherlock holmes yang isi terjemahannya lebih enak yang mana? Terbitan shira media atau gramedia? Makasih kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belum pernah baca yang edisi Shira Media. Jadi belum bisa menyimpulkan. Tapi sejauh ini lebih suka terjemahan Gramedia dibanding penerbit lain, Hasna. :)

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^