Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

9 June 2014

Resensi Buku Lola yang Lola by Dian K


Judul Buku : Lola yang Lola
Penulis        : Dian K
Penerbit      : Al Kautsar Kids
Tebal           : 124 halaman
Terbit          : September 2012
ISBN             : 978-602-97605-4-5


Namanya Lola. Lola yang lola. Namanya cocok banget dengan karakternya yang lola. What? Iya, ‘lola’ alias loading lama. Jadi tiap Lola diajak ngobrol dia suka telat mikir alias loading lama. Orang udah mikir ke Hongkong, dia masih di Bojong. Begitulah uniknya Lola.

Kalo lagi abnormal, Lola mendadak cerdas. Meski itu terjadi setahun sekali. Hidung Lola imut. Tapi anehnya lubang hidungnya besar sekali. Kata Lola itu efek dari hobinya : ngupil pake jempol. Tapi, Lola itu anak yang baik hati, lho.

***
            Kisah Lola ini merupakan kumpulan kisah unik yang dialami Lola selama bersekolah dan juga berinteraksi dengan keluarganya di rumah. Ada Mommy, Daddy dan Neneknya yang hobi merajut. Bagi Lola, mengolah informasi yang diberikan oleh orang lain ibarat sebuah musibah. Sebab selalu ada kesalahan pemahaman yang dia lakukan. Ah, Lola memang masih anak-anak. Tapi, cara dia menanggapi musibahnya itu bisa membuat teman dan keluarganya tertawa karena kekonyolannya. Seperti saat dia sedang menjawab pertanyaan Miss Rebecca di kelas sebuah sekolah internasional yang diikutinya. (halaman 71)

            Miss Rebecca : Coba jelaskan maksud lembaran hitam itu apa?
        Lola : (mendadak lola) Eh, lembaran hitam, ya? Anu... ngg .... tahu, sih, tapi apa masih relevan di zaman sekarang ini?
Miss Rebecca : Apanya yang nggak relevan? Ayo, cepetan jawab! Lembaran hitam adalah...
Lola : “Katanya sekolah internasional, kok, masih membahas lembaran hitam?”
            Miss Rebecca : “Just answer my question, please. Apa lembaran hitam itu?”
            Lola : Kertas karbon!

            Lalu, ada juga kejadian saat Lola disuruh untuk membuat keterangan detail pada pohon keluarganya(halaman 39). Pembantunya bernama Mbok Yem mengatakan, “rumiyin Bapak niku dipendhet kaliyan”(dulu bapak dibawa oleh burung bangau). Soalnya arti kaliyan itu : burung bangau. Hahaha. Jadi, Lola pun mengira kalau keluarganya berasal dari burung bangau termasuk dirinya. Ia pun hanya menggambar sebuah pohon besar dengan tulisan di batangnya untuk menjawab tugas yang diberikan gurunya dengan tulisan, “All of my family members come from stork. We are stork’s family. Now, I know why  we love to eat fish.”

            Secara garis besar, sebenarnya gaya kelolaan Lola mirip dengan tokoh Deedee dan Meme di novel Cewek-cewek Tulalit yang ditulis Iwok Abqary, membuat saya jadi serasa deja vu. Tapi memang novel anak ini memiliki keragaman yang lebih luas dibanding novel Kang Iwok. Apalagi ceritanya tentang dunia anak-anak, meski ada juga guyonan yang menurut saya kurang etis, seperti penggunaan puisi Chairil Anwar yang menggunakan kata “binatang jalang”. Ya, mungkin jika guyonannya lebih halus, dan tidak menyerempet  hal yang agak kontroversial seperti ada kata ‘jalang’, novel ini akan lebih enak dibaca anak-anak. Namun, di akhir cerita, pembaca disuguhkan antiklimaks yang  membuat menangis. Overall, karena ilustrasinya saya suka, she is cute! Maka, 3 bintang untuk novel ini.

4 comments:

  1. Lola yg lola ... lodingnya lama ... :D
    Kata 'lolooo ... dikampung saya, artinya 'lelet banget ... tak melawan orang, maksudnya, mudah dikadalin ... hehehe ... ;)

    ReplyDelete
  2. Resensi buku Lola yg disajikan mb Ila ini menarik sangat, sehingga kita antara ingin dan tak ingin memburu bukunya, karena sudah tergambar jelas isinya ... hehehe :P

    ReplyDelete
  3. Makasih Kak sudah mau meresensi buku lama saya. Buku terbitan awal 2012 ini masih saja dicari orang :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^