Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

9 June 2014

Resensi Buku Para Abdullah di sekitar Rasulullah


Penulis         : Haeriah Syamsuddin
Penerbit      : Khazanah Intelektual
Terbit          : Cetakan 1, Juni 2013
Tebal            : x + 126 halaman
ISBN              : 978-979-3838-60-1

Memiliki nama dengan keagungan yang mulia merupakan anugerah tak ternilai harganya. Sebab nama adalah doa, maka setiap anak muslim yang lahir mendapat hak dari orangtuanya untuk diberi nama terbaik yang menunjukkan sifat tertentu. Lalu bagaimana dengan para sahabat nabi yang berhijrah dari zaman jahiliah ke zaman keislaman? Mereka pun memiliki nama indah, salah satunya adalah Abdullah.

Abdullah merupakan nama yang paling dicintai Allah. Abdullah yang artinya abdi Allah itu, sesungguhnya memuat nama yang mengagungkan keesaaan Allah. Ini menunjukkan bahwa pemilik nama ini hanya mengakui bahwa Allah yang menjadi satu-satunya sembahannya. Karena makna nama inilah, tidak heran di kalangan para sahabat Nabi Muhammad ada terdapat 300 orang yang bernama Abdullah.

Buku ini berisi kisah-kisah para sahabat yang hidup bersama Rasulullah SAW, khususnya para sahabat yang bernama Abdullah. Secara detail dibahas tentang siapa mereka, bagaimana kehidupan mereka, serta bagaimana ghirah keIslaman mereka. Buku ini memuat beraga kisah yang menginspirasi para pembaca untuk meneladani sikap yang dicerminkan oleh para sahabat nabi tersebut.

Lalu, siapa saja nama mereka? Di buku ini ada 20 orang yang didetailkan kisahnya dari total 300 orang sahabat nabi. Ada Abdullah bin Mas’ud yang betisnya lebih berat dari Gunung Uhud, ada Abdullah bin Amr bin Ash yang sangat kuat beribadah, ada Abdullah bun Rawahah sang panglima ketiga perang Muktah, ada Abdullah bin Zubair yang merupakan bayi muhajirin yang pertama. Ada lagi Abdullah bin Salam yang merupakan pemuka Yahudi yang masuk Islam. Abdullah bin Zaid yang bermimpi mendengar adzan, inilah cikal bakal adzan dikumandangkan pertama kali sebagai seruan untuk menandakan datangnya waktu shalat.

Ada sebanyak 300 orang nama Abdullah, namun Rasulullah tak memiliki kesulitan untuk membedakan siapa mereka. Sebab orang Arab saat itu memang  memiliki daya ingatan yang kuat, dibandingkan kemampuan baca tulis yang tidak setiap orang punya. Bahkan Rasulullah sendiri tidak bisa baca dan tulis. Setiap sahabat nabi pun mendapat motivasi yang berbeda secara personal langsung dari Rasulullah. Ini menunjukkan kepemimpinan Rasulullah layak untuk kita tiru. Seperti ini misalnya :

“Mengapa engkau mundur wahai Ibnu Abbas?” tanya Rasulullah usai shalat. (Ibnu Abbas berarti anak lelaki dari Abbas, nama ayah Abdullah.)
“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku merasa tidak pantas untuk berdiri sejajar dengan engkau, seorang nabi dan utusan Allah.”
Mendengar jawaban itu, Rasulullah tidak marah, ia pun mendoakan Abdullah dengan doa yang beliau ucapkan saat berwudhu. Ia mendoakan kefakihan agama pada Abdullah bin Abbas, sehingga ia menjadi ahli ilmu tafsir dan fikih. (halaman 9)

  Berbeda lagi dengan kisah Abdullah bin Rawadah saat ia bersiap dikirim untuk pertama kalinya dalam sebuah perang. Abdullah bin Rawadah diutus untuk menjadi panglima ketiga dalam Perang Muktah. Ketajaman analisa dan strategi perang Rasulullah sungguh membuat terkagum. Ia bisa memprediksi bagaimana perang bisa tetap berlangsung dan kemenangan ada di tangan Islam dengan memberi estafet kepemimpinan.(halaman 35)

“Jika Zaid syahid, maka Ja’far yang menggantikannya. Jika Ja’far syahid, maka Abdullah bin Rawadah penggantinya.” (Sabda Rasulullah sembari menyebut nama Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah sebagai tiga orang panglima Perang Muktah.(HR. Bukhari dalam Kitab Al Maghazi)

Ada lagi kisah sahabat nabi bernama Abdullah bin Salam yang merupakan pemuka Yahudi yang masuk Islam. Ia bertanya tentang tiga hal pada Rasulullah untuk menguji kenabian Rasulullah. Pertanyaan yang diajukan adalah, “Apakah tanda bahwa datangnya hari kiamat? Makanan apakah  yang pertama kali dimakan oleh penduduk jannah, dan mengapa seorang anak dapat serupa dengan ayah atau ibunya?” Ketiga pertanyaan itu dapat dijawab Rasulullah, sebab baru saja Malaikat Jibril datang dan memberitahukan jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut. Lelaki itu pun kaget, dan ia mendengar jawaban itu dari Rasulullah. (halaman 72)

“Tanda permulaan hari Kiamat ialah munculnya api yang mengumpulkan manusia dari timur (Mansyiq) ke arah barat(Maghrib). Kemudian, makanan pertama bagi penduduk jannah ialah potongan yang menempel pada hati ikan. Terakhir, jika air mani laki-laki memancar mendahului air mani perempuan maka anak yang lahir akan serupa dengan ayahnya(laki-laki) dan jika air mani perempuan mendahului air mani laki-laki maka anak yang akan lahir serupa dengan ibunya(perempuan)”(H.R. Bukhari).

Dan sejak saat itu Abdullah bin Salam masuk Islam. Saya baru tahu tentang hadits ini, dan lebih penting lagi mengingat bahwa saat itu ilmu kedokteran belum ada, jadi keren sekali jika ilmu ini bahkan sudah diberitahukan beribu tahun yang lalu sebelum para dokter menemukan fakta kedokteran. Maha suci Allah yang menunjukkan jawaban itu pada Rasulullah lewat Malaikat Jibril.  Maka akankah engkau menjadi lebih beriman setelah mendengarnya?

 Kekurangan buku ini ada pada covernya yang memuat wajah aktor film. Alangkah lebih baik jika tanpa itu pun cover bisa didesain dengan lebih cantik agar menarik minat membaca para pembeli. Overall, 3,5 bintang untuk buku ini. 

21 comments:

  1. Nama ayahanda Rasulullah juga 'Abdullah ya mbak?

    Dalam buku itu tidak ada disebut Umar Ibnu Khatabb ya, (hanya Abdullah saja) - pemimpin yang amanah dan semoga NKRI yang kita cintai ini mendapat Pemimpin Nasional yang Amanah. Amin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, nama ayah Rasulullah juga Abdullah, Pak. Semoga ya, Aamiin.:)

      Untuk Umar ada di buku lainnya, insya Allah aku resensi juga. Baru kelar yang Umar ibn Khattab, kurang yang Umar ibn Abdul Aziz, hehe

      Delete
  2. suka sekali mbak
    ^_^
    memberi semangat untuk mengenggam jalan warisan mereka,
    walau terasa panas seperti mengenggam bara api ASIK,
    tapi karena 3,5 bintang jadi ragu-ragu belinya
    ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. rating 3,5 karena cover ada gambar artis dan daftar pustakanya diambil dari internet dan beberapa buku. Jadi menurutku masih belum valid, beda kalo referensi semua diambil dari buku.

      Delete
  3. biasanya buku sejarah gini, selalu ngebosenin dan bikin pembaca ngantuk.

    tapi kalo kisahnya menarik, bela2in baca deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasanya asyik kok, mba :D hehe, apalagi kisah tentang sahabat nabi.

      Delete
  4. Abdullah,nama yang indah,hanya saja terkadang mereka yang memiliki nama tersebut tidak begitu bangga dengan nama itu,liat saja mereka biasa mau saja di panggil dullah,... kayak tetangga saya yang namanya Abdullah tapi panggilan kesehariannya Dullah,hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya ya. Seharusnya nama panggilan juga mencerminkan akhlak kita. Apalagi nama itu doa. Jadi reminder buat saya juga kalo nanti punya anak atau manggil teman dengan nama yang baik ya.

      Delete
  5. Heheheee.... aku juga kurang sreg kalau buku covernya foto aktor. Banyak juga buku muslimah yang covernya artis bule yg jelas2 bukan muslimah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalo artisnya ternyata bukan islam, jadi gimana gitu, Mak Lusi. Mungkin perlu dipertimbangkan lagi untuk majang cover orang, hehe

      Delete
  6. sepertinya menarik. ada buku anak tidak yang di resensi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, kak. Cek aja di postingan2 sebelumnya ya :)

      Delete
  7. oh covernya aktor film? sayang heuheu...

    ReplyDelete
  8. Udah lama kayanya gak baca-baca buku sejarah :)

    ehiya ya ka, covernya lebih cocok kalo jadi cover film ya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu di covernya ada yang meranin tokoh Umar, Ran. Di film Omar bin Khattab.
      Buku sejarah nabi dan para sahabatnya asyik dipelajari, apalagi jadi tahu keseharian nabi, hehe

      Delete
  9. Hai hai saya kenal penulisnya ..... dia tinggal dekat rumah saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, tetanggaan ya, bun? Salam buat beliau kalau ketemu ya. :)

      Delete
  10. Terima kasih mba Ila Rizky sudah menyempatkan diri untuk meresensi buku saya. Bangga rasanya....Terima kasih juga buat kritikannya semoga ke depan saya bisa menghasilkan buku yang lebih baik lagi. Aamiin.
    Bu Niar, terima kasih pemberitahuannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, mba Haeriah. Semoga selalu semangat menebar kebaikan lewat tulisan ya, mba. Aamiin. :)

      Delete
  11. wuish mbak Illa pandai banget bikin review buku?, kalo boleh tau satu buku berapa lama habis dibaca, dan berapa lama buat resensinya? ini blog khusus buku yaa mbak?btw salam kenal

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^