Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

6 July 2017

[Resensi Buku] James and The Giant Peach - Roald Dahl


Judul Asli : James and The Giant Peach
Judul Terjemahan : James dan Persik Raksasa
Pengarang : Roald Dahl
Ilustrasi : Quentin Blake
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit : Cetakan kedua, Januari 2010
Tebal : 192 hlm.
ISBN : 978-979-22-2368-2
Rating : 4/5 bintang

Blurb :


Kedua bibi James, Spiker dan Sponge selalu mengejeknya. Mereka memukulnya, membiarkannya kelaparan, dan membuat hidupnya sengsara. Coba orang tuanya tidak tewas dimakan badak.

Tapi suatu hari ia bertemu pria misterius yang memberinya sekantong lidah buaya ajaib, dan mulailah petualang ajaibnya.

Resensi Buku :


James Hendry Trotter (James) mengalami hidup yang malang sejak orang tuanya meninggal. Ia diasuh oleh dua bibinya yang pelit dan tidak berperikemanusiaan. Mereka sering memaksa James bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, menghukumnya dan membiarkannya kelaparan. Saat itu, James berpikir andai ia bisa keluar untuk berlibur ke pantai dan bermain bersama anak-anak lain. Namun itu hanya impian karena bibinya justru mengatakan kata-kata kasar pada James.

Saat James sedang beristirahat memotong kayu, ia bertemu dengan seorang lelaki aneh yang memberinya sekantong benda kecil berwarna hijau mirip kristal. Benda ajaib itu akan bereaksi pada siapapun yang menggunakannya.

“Siapa pun yang pertama kali mereka temukan, entah itu kumbang, serangga, binatang, atau pohon, merekalah  yang akan mendapatkan pengaruh penuh keajaibannya.” (hlm. 22)

James berlari ke rumah, namun ia tersaruk hingga seluruh isi kantong itu menyentuh tanah dan berhamburan ke mana-mana. James menemukan keajaiban yang terjadi selanjutnya. Ia dan kedua bibinya melihat satu buah persik tumbuh semakin besar dari dahannya. Buah itu berwarna orange dan memenuhi halaman rumah bibi James.

“Dia tak dapat tumbuh selamanya!” 
“Ya Tuhan! Persik hebat! Persik hebat!” 
“Hebat-bat! Keren-ren! Buset-set! Makanan yang melimpah!”

Kedua bibi James menginginkan uang dari persik raksasa itu. Mereka mengundang orang-orang untuk menonton persik raksasa dengan membayar terlebih dahulu karcisnya. Hingga keajaiban berikutnya terjadi. Saat malam hari, James masuk ke dalam Persik Raksasa dan melihat 8 makhluk raksasa ada di dalamnya. Siapa saja makhluk itu? Ada kakek belalang hijau yang gemar bermain musik, lipan yang memiliki puluhan sepatu bot, nona laba-laba yang pintar memintal benang, ulat sutera, cacing tanah, cacing cahaya, dan kepik.

Mereka sepakat untuk bersiap pergi dari halaman rumah bibi James. Persik raksasa pun menggelinding menuruni bukit dan berpetualang hingga ke laut, bertemu hiu, kumpulan burung camar, naik ke awan, melihat pelangi, bertemu manusia awan, hingga terbang ke New York. Perjalanan luar biasa yang dilakukan 9 makhluk dengan Persik Raksasa.

Baca juga : [Resensi Buku] The BFG (Raksasa Besar yang Baik) - Roald Dahl



***

Novel James dan Persik Raksasa (James and The Giant Peach) merupakan karya Roald Dahl, penulis best seller asal Inggris. Novel ini mengingatkan saya pada petualangan naik balon udara yang ada di film Up. Bedanya, pengalaman terbang kali ini menggunakan persik raksasa ajaib yang membesar dari waktu ke waktu dan tahan dimakan oleh ikan hiu. Persik itu sama sekali tidak berlubang. Persiknya pun bisa terbang ke awan atas bantuan tali-tali dari benang yang dibuat nona laba-laba dan ulat sutera. Tali itu ditautkan ke burung camar yang terbang bergerombol di atas awan. Novel ini sudah difilmkan juga, tapi saya belum nonton filmnya. Jadi nggak bisa membandingkan kualitas ceritanya dengan isi buku ini. Hehe.

James and the giant peach movie
(doc : http://cdn.collider.com/wp-content/uploads/2016/08/james-and-the-giant-peach-movie.jpg)

Bagi anak-anak, membaca pengalaman James terbang bersama 8 sahabatnya menggunakan persik raksasa membuat imajinasi mereka berkembang. Anak-anak sangat suka hal yang imajinatif, seperti membayangkan bagaimana bentuk pelangi yang dibuat oleh manusia awan, perjalanan menuruni bukit dengan menggelinding, hingga terbang berhari-hari sampai ke New York.

Baca juga : [Resensi Buku] The Twits by Roald Dahl


Novel James and The Giant Peach karya Roald Dahl ini juga memberikan banyak pengetahuan seputar sains. Misalnya, buah bisa tumbuh membesar seiring waktu, Lipan memiliki kaki seribu yang sebenarnya jumlahnya tidak sebanyak itu, Cacing tanah yang disukai oleh para petani, cacing cahaya yang mampu memberikan cahaya di kegelapan setara dengan listrik yang dihasilkan untuk menerangi cahaya dalam sebuah kamar, juga laba-laba maupun ulat sutera yang mampu memintal dengan cepat.

Meski imajinatif, perjalanan James dan Persik Raksasa bisa membawa anak-anak pada pengalaman yang menakjubkan. Membuat mereka bermimpi untuk menjelajahi dunia lewat laut dan udara. Banyak hal konyol yang dilakukan para hewan di novel ini. Misalnya :

“Aku hancur berantakan, aku terluka di mana-mana!”, erang Lipan. 
“Salah sendiri,” tukas di cacing tanah 
“Dapatkah seseorang memeriksa apakah punggungku retak?” pinta kepik 
“Beri kita cahaya!” teriak kakek belalang hijau 
“Aku tidak bisa! Mereka memecahkan bohlamku!” lolong si cacing cahaya 
“Pasang yang baru dong!” kata Lipan (hlm. 137)

Wkwkwk. Beneran deh, baca novel James and The Giant Peach karya Roald Dahl membuat saya merasa seperti kanak-kanak lagi. 😜 Merasakan suasana yang asyik saat membaca buku yang imajinatif. Bikin saya terkikik geli membayangkan bagaimana kericuhan yang terjadi di atas persik raksasa selama perjalanan. 

Well ya, mereka pun akhirnya menjadi tim yang kompak seiring waktu, meski harus melewati banyak hal yang konyol, teriakan demi teriakan interupsi, bertengkar karena hal-hal kecil, gembira dan suka cita saat lepas dari bahaya, dan tertawa konyol sekaligus sedih saat tahu Lipan mendapat musibah terkena cat pelangi karena tingkahnya sendiri.

“Lipan benar-benar menjadi pemandangan yang mengagumkan. Tubuhnya menjadi ungu semua, dan sekarang catnya mulai mengering dan mengeras sehingga ia terpaksa duduk kaku dan tegak, seakan ia dilapisi semen. Dan ke-42 kakinya mencuat di depannya, seperti batangan-batangan. Ia berusaha berbicara, tapi bibirnya tak dapat bergerak. Yang dapat dilakukannya sekarang hanya membuat suara-suara menggerutu di tenggorokannya.” (hlm. 146)

Kelebihan gaya bercerita Roald Dahl yaitu dia bisa membuat suasana cerita menjadi hidup, ceria, ekspresif, gembira dan sedih dalam waktu yang sama bahkan meski yang melakukan aktivitas tersebut adalah hewan atau benda mati yang diberi nyawa, seperti dalam dongeng yang lazim kita baca selama ini. Overall, 4 bintang untuk novel James and The Giant Peach karya Roald Dahl ini. ;)


3 comments:

  1. imajinasinya ronald dahl tuh luar biasa ya. Dan semuanya bisa seperti gambar film gitu yang ditulis.

    ReplyDelete
  2. jangankan anak-anak, aku aja baca resensi ini ikut berimajinasi, ngebayangin bohlam cacing pecah :D

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^