Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

10 July 2017

[Resensi Buku] Tongkat Ajaib Lolita #1 (A Magical Birthday Present) by Karla M. Nashar


Judul Buku : Tongkat Ajaib Lolita #1 (A Magical Birthday Present)
Pengarang : Karla M. Nashar
Penerbit : Gramedia
Terbit : Januari 2010
Tebal : 184 hlm.
ISBN : 978-979-22-5253-8
Rating : 3/5 bintang

Baca via Scoop Premium

Sinopsis:


Pernah membayangkan bisa mendengar isi hati orang lain? Kedengerannya sih asyik, tapi coba tanya Lolita. Pasti cewek itu bakal menggeleng keras-keras.

Sebagai hadiah ulang tahun kelima belas, Lolita mendapat warisan tongkat kayu kecil dari pohon Baobab berumur ribuan tahun, yang membuatnya bisa mendengar isi hati orang lain yang membutuhkan pertolongannya. Seketika hidup Lolita berubah. Waktu gaulnya habis untuk membantu orang-orang tersebut. Ia pun dimusuhi kedua sahabatnya yang menganggapnya nggak asyik lagi. Untung ada Dharma. Bersama cowok sederhana itu, Lolita memulai pengalaman uniknya sebagai pemegang kekuatan kelima dalam keluarga besar Brahmadiningrat.

Resensi Buku :


Lolita, gadis berusia lima belas tahun diwarisi kekuatan kelima di keluarga besarnya. Ia bisa mendengar suara hati orang yang gelisah dan membutuhkan bantuannya. Lolita kini dijauhi teman-tema genknya; Charlotte dan Lili. Lili yang manja dan tulalit, Charlotte yang galak dan jutek abis kini memusuhinya. Lolita tak punya waktu lagi bareng sahabatnya karena kekuatannya justru membuatnya sering sakit kepala saat Lolita mengabaikan suara hati itu.

Lolita pernah mendadak demam di perpustakaan, dan membuatnya harus diantar pulang oleh Dharma, cowok sederhana yang jenius di kelasnya. Dharma lah yang membantu Lolita mengatasi masalah demi masalah saat ia membantu seseorang yang ia dengar suara hatinya.

Suara hati yang didengar Lolita membuatnya stress, pasalnya ia bisa mengetahui seseorang berbohong di hadapannya, tahu siapa yang marah meski orang itu hanya diam saja, bahkan ia bisa mendengar suara yang jauh sekali tempatnya. Suara-suara hati itu memenuhi kepalanya, meminta tolong hingga jeritannya terasa nyata sekali didengar oleh Lolita. Om Pandji yang dulunya mewarisi kekuatan itu memberi pesan pada Lolita untuk mengikhlaskan hatinya agar kekuatan itu bisa ia kendalikan dengan baik.
“Yang pasti, kamu harus bisa mengikhlaskan hati kamu dulu untuk menerimanya. Kalau sudah ikhlas, suara-suara itu otomatis berkurang. Kamu hanya akan mendengar suara dari mereka yang benar-benar membutuhkan pertolonganmu.” 
“Maksud Oom? 
“Kamu ingat kan, kamu punya kewajiban menolong mereka yang membutuhkan pertolonganmu? Waktu suara-suara itu berkurang, yang tertinggal hanya suara mereka yang membutuhkanmu. Nah, mereka itu yang wajib kamu tolong.” (hlm. 62)
Sebuah masalah terjadi di depan Lolita, masalah pertama tentang teman sebangkunya yang bernama Ina. Gadis itu menghilang dari rumahnya. Jeritan suara hati Ina terdengar di kepala Lolita. Lolita pun segera mencarinya meski harus menembus hujan deras ditemani Dharma yang tidak tahu bahwa Lolita punya kekuatan aneh bisa mendengar suara. Ina ditemukan berniat ingin bunuh diri di sebuah bangunan tua di lantai paling atas karena kedua orangtuanya sering bertengkar. Beruntung Ina akhirnya mau mengurungkan niatnya, mereka pun menjadi sahabat.

“Memang nggak gampang mengubah sikap mereka biar nggak ribut setiap hari. Tapi setidaknya mereka jadi tahu sikap mereka selama ini menyakiti Ina.” (Lolita, hlm. 133) 
“Kita memang nggak selalu bisa mengubah sikap orang agar mengikuti apa yang kita mau. Tapi setidaknya kita bisa mengikuti cara pandang kita terhadap orang itu. Kalau selama ini Ina selalu berpikir pertengkaran orangtua Ina yang membuat Ina nggak bahagia, mulai sekarang Ina harus mengubahnya. Ina tetap bisa bahagia meskipun orang tua Ina bersikap begitu. Kebahagiaan adalah hak setiap orang. Nggak seorang pun bisa merampas kebahagiaan Ina, sekalipun itu orangtua Ina.” (Dharma, hlm. 133)

Ada lagi kasus yang harus ditangani Lolita. Kasus pelik tentang cinta yang tak direstui yang membuat ia harus segera mengambil tindakan, jika tidak masa depan dua orang yang akan dibantunya itu akan mengenaskan. Bersama Dharma, Lolita menyelesaikan misinya dengan sukses, meski ia harus berbohong tentang status hubungannya dengan Dharma. Lolita hanya menganggap Dharma seorang teman, bukan kekasih. Namun Dharma memiliki rasa yang berbeda pada Lolita. Akankah Dharma berhasil memenangkan hati Lolita?

Baca juga : Resensi Buku Love, Hate & Hocus Pocus by Karla M. Nashar



***

Novel Tongkat Ajaib Lolita : A Magical Birthday Present ini merupakan seri pertama novel Tongkat Ajaib Lolita karya Karla M. Nashar. Novel kedua dan ketiga seingat saya sudah pernah saya baca dan ulas, namun novel pertama seri ini baru kali ini saya temukan. Soalnya susah banget dapet novel pertama yang versi bookpaper. Eh pas lihat di Scoop Premium ada diskon jadi deh saya beli. Ternyata novelnya sama serunya dengan buku kedua dan ketiga.

Dalam novel pertama ini, Karla M. Nashar lebih banyak cerita tentang Lolita yang harus berdamai dengan kekuatan yang diwariskan keluarga Brahmadiningrat. Kekuatan ajaib ini tidak sembarang orang bisa memperolehnya. Kekuatan yang yang berasal dari kisah kakek tua dan pohon Baobab.

Baca juga : Resensi Buku : My Dearest Frog Prince (Tongkat Ajaib Lolita #2) - Karla M. Nashar


Saya kok penasaran ya, apa penulisnya juga seorang indigo? Pasalnya, novel ini mengindikasikan hal itu. Misalnya kelima kekuatan yang diwariskan adalah bisa melihat hantu, menyembuhkan orang sakit, mendapat gambaran masa depan, dll. Setahu saya orang indigo yang mendapatkan kekuatan aneh itu memang sering diturunkan dari generasi sebelumnya. Indigo bisa disembuhkan, itu yang disebut oleh Om Pandji dengan mengikhlaskan kekuatan itu agar bisa dikendalikan, atau bahkan jika ingin menutupnya juga bisa. Tapi kalau di novel ini ceritanya Lolita tetap harus menerima kekuatan itu karena ia keturunan kelima yang wajib mewarisinya.

Kadang ngeri juga sih ngebayangin ada orang yang bisa melihat hal-hal gaib begitu, tapi di dunia ini memang ada. Kalau Karla M. Nashar membuat kisahnya menjadi terasa nyata ya mungkin karena ia observasi juga kali ya dari pengalamannya atau nanya ke orang yang pernah ngalami.

Baca juga : Resensi Buku : Happily Ever After (Tongkat Ajaib Lolita #3) - Karla M. Nashar


Di novel ini ada kisah bullying juga yang dilakukan Charlotte pada Dharma. Saya jadi mikir kalau bullying dalam bentuk verbal seringkali dilakukan di kalangan anak-anak meski kadarnya tergantung ketahanan diri si anaknya juga. Ada bullying yang terjadi karena strata sosial yang tidak sepadan, iri dengan pencapaian hidup, rasa frustasi yang meluap jadi playing victim, dll. Ya, semuanya bisa saja terjadi di dunia remaja.

Pada dasarnya anak-anak meniru apa yang ada di dunia sekitarnya, jika orang dewasa ada yang melakukan hal buruk ya kemungkinan anak-anak meniru perilaku bullying pasti ada. Solusinya dicuekin aja. Seperti kata Dharma pada Ina, “Kebahagiaan adalah hal setiap orang. Nggak ada seorang pun yang dapat merampas kebahagiaan kamu.”

Kisah cinta ala remaja juga muncul di novel Tongkat Ajaib Lolita : A Magical Birthday Present ini. Dharma yang jatuh cinta dengan Lolita, maupun Lolita yang kagum dengan seseorang(bukan Dharma). Ya, kisah cinta monyet ala anak remaja gitu deh. Pas Lolita dan Dharma menyelesaikan masalah terasa cepat dan terburu-buru, tapi seru endingnya. Overall, 3 bintang untuk novel remaja ini.


1 comment:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^