Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

7 July 2017

[Resensi Buku] With or Without You by Prisca Primasari


Judul Buku : With or Without You
Pengarang : Prisca Primasari
Penerbit : Gagas Media
Terbit : 2016
Tebal : 234 hlm.
ISBN : 978-979-780-861-7
Rating : 4/5 bintang

Blurb :


Apa jadinya jika Gris, pria pengkhayal dan pelupa itu hidup tanpa Tulip yang penyabar dan teratur? Dahulu, hal itu tak pernah terlinas di benaknya. Mereka saling menyayangi dan seakan telah ditakdirkan untuk saling melengkapi.

Namun, hidup selalu menyembunyikan sesuatu. Menjelang hari bahagia mereka, ketakutan diam-diam menyusup di sudut hati Gris. Kecerobohannya mungkin akan membuat Tulip pergi dari hidupnya.

Gris tak pernah membayangkan itu terjadi karena selama ini keinginannya tak banyak; hanya ingin membahagiakan tulip dan tetap bersamanya. Namun, hidup selalu punya teka-teki. Apa jadinya cinta tanpa kebersamaan? Bagaimana jika itu yang terbaik yang ditawarkan hidup kepadamu?

Keresahan menggelayuti hati Gris. Adakah kesempatan untuk mengubah akhir cerita menjadi seperti yang seharusnya?

Resensi Buku :


Menjelang hari pernikahannya, Gris mengalami musibah. Ia dituduh melakukan kesalahan menulis orderan di percetakan tempatnya bekerja. Buku yang seharusnya dicetak soft cover, dibuat hard cover. Hasilnya, Gris dipecat dari posisinya sebagai penyelia. Gris gelisah dan kecewa pada dirinya sendiri.

Gris tak menyangka musibah ini akan membuat dirinya harus berjibaku mencari pekerjaan lain. Bagaimana ia bisa membayar biaya pernikahannya jika ia tidak bekerja? Sedangkan Tulip sudah berhenti bekerja karena kesehatannya menurun. Ibu Tulip sama sekali tak memberi tahu Gris bahwa Tulip mengalami sakit jantung bawaan yang akan membahayakan jika ia terlalu lelah bekerja. Gris ngotot untuk tidak memundurkan pernikahannya. Ia berjanji pada ibu Tulip bahwa ia akan menemukan pekerjaan pengganti secepatnya tanpa melibatkan Tulip untuk bekerja mencari nafkah.

“Kadang-kadang, kita nggak bisa hidup bahagia di dunia ini cuma dengan cinta, Gris. Yang kamu katakan tadi sekadar angan-angan. Kenyataannya nanti nggak akan semudah itu.” (hlm. 99)

Saat Gris dan Tulip makan di kafe panekuk, ada seorang lelaki unik yang menemui mereka. Ia menawarkan kartu nama seseorang dan memberi novel Edgar Allan Poe pada Tulip. Flynn, lelaki unik itu memberikan teka-teki yang harus dipecahkan. Mereka diminta menemui lelaki aneh bernama Wilhelm Beauvoir.

Baca juga : [Resensi Buku] Eclair : Pagi Terakhir di Rusia - Prisca Primasari


Awalnya Gris dan Tulip ragu untuk mengikuti teka-teki Flynn. Demi mengusir rasa penasaran, mereka tetap pergi mengunjungi alamat yang diberikan Flynn. Namun, yang mereka saksikan di rumah itu adalah Jan Beauvoir, sosok lelaki menyedihkan yang membuat teh untuk mantan istrinya yang telah tiada. Mereka juga bertemu dengan Kirana, perempuan cantik yang gemar membuat banyak roti dan kue lezat demi mengusir rasa sepinya, meski pada akhirnya tak ada yang memakan kue-kue tersebut. Kirana adalah istri dari Wilhelm Beauvoir sedangkan Jan Beauvoir adalah kakak Wilhelm Beauvoir.

Tulip berusaha membantu Gris menyelesaikan tugas yang diberikan Flynn. Tugas yang membutuhkan kerjasama mereka berdua. Gris dengan kecakapannya menulis fiksi dan Tulip dengan ingatannya yang tajam tentang sesuatu yang perlu diingat Gris.

“Kita akan berusaha bersama-sama, Gris. Orang yang saling mencintai nggak akan berjuang sendiri-sendiri...” (hlm. 170)

Saat mereka berdua memburu waktu untuk menyelesaikan target yang ditentukan Beauvoir, di saat itulah Gris dan Tulip tahu bahwa Gris dikeluarkan bukan karena kecerobohannya melainkan difitnah. Akankah keduanya bisa menyelesaikan masalah mereka sebelum pernikahan dimulai?




***

Pernikahan bagi seseorang sangat sakral dan istimewa. Tanpa dia yang dicintai ada di samping kamu, apa yang akan terjadi dalam hidupmu nanti? Apakah kamu akan bahagia dengan kebahagiaan sederhana meski tanpa seseorang? Kebahagiaan sederhana itulah yang ingin dijabarkan oleh Prisca Primasari dalam novel With or Without You ini. Semua tokohnya saling ketergantungan dengan pasangannya. Tanpa seseorang yang dicintai, kita akan tak sama lagi. Jika demikian bagaimana bisa merasakan kebahagiaan sederhana hanya dengan tetap hidup selayaknya manusia biasa?

Baca juga : [Resensi Buku] Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa - Prisca Primasari


Jan Beauvoir sangat kesepian saat istrinya meninggal. Ia membunuh kesepiannya dengan membuat minuman bagi istrinya yang sudah meninggal dan menutup jendela dan pintu rumahnya hingga tak ada celah cahaya matahari yang bisa masuk ke kamarnya.

Wilhelm Beauvoir bercerai dengan istrinya. Ia tak ingin hidupnya biasa-biasa saja. Itu sebabnya hartanya dihamburkan begitu saja untuk menciptakan karya yang hebat dan berkesan bagi dirinya. Ia terobsesi untuk menaklukkan ambisinya sendiri. Dibantu Flynn, Wilhelm Beauvoir sangat ambisius mengejar obsesinya itu.

“Beauvoir berpikir keras, apa yang harus dia lakukan supaya dia bisa menjalani hidupnya dengan bersemangat lagi.” 
“Tapi dia punya kakak. Kalau dia nggak bisa mengisi hidupnya lagi, dia masih bisa mengisi hidup kakaknya.” 
“Masalahnya, Jan Beauvoir nggak ingin hidupnya diisi siapa pun lagi. Dia sudah mati sejak istrinya meninggal. Dia menutup diri dari dunia, bahkan perhatian dari adiknya pun ditolak.” (hlm. 207)

Flynn bukan siapa-siapa tanpa istrinya yang penyabar. Sedangkan Kirana, teman Flynn dan mantan istri Wilhelm Beauvoir juga memilih membunuh sepi dengan memasak kue-kue lezat. Ia melupakan obsesinya sendiri untuk mengejar impian yang dulu ia miliki sebelum menikah dengan Beauvoir.

Sedangkan Gris dan Tulip. Apa jadinya Gris tanpa Tulip yang sangat penyabar, teratur dan penyayang? Apa jadinya Tulip tanpa Gris yang menemani hari-harinya? Tak ada yang bisa menggantikan posisi Gris jika Tulip harus merelakan lelaki itu pergi dari hidupnya karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan pengganti.

Baca juga : Priceless Moment by Prisca Primasari


Novel With or Without You karya Prisca Primasari ini memiliki kisah yang sulit ditebak. Sedikit mirip film triller, misterius dan campuran rasa manis dan getir dari kisah cintanya. Alur ceritanya sulit diterka ujungnya, terutama tebak-tebakan Flynn yang sulit dimengerti. Lol. 😂

Saya juga udah kepikiran apa ya hubungan antara buku Edgar Allan Poe dengan tulisan fiksi yang pernah dibuat oleh Gris? Kok kesannya misterius ya. Khas Prisca Primasari banget deh kalau ngeliat caranya selalu mencampur unsur triller, misteri, romance, juga all about sastra dan Paris, lalu meramunya dalam karyanya. 😄 Di novel ini juga dibahas prospek bagus tentang ghost writer di luar negeri. Berapa sih gaji ghost writer di sana? Bener-bener bikin ngiler deh. Wkwk. 😜

Banyak kejutan istimewa bagaimana cara penulis menyelesaikan kisah ini tanpa terburu-buru membuat ending yang mengesankan. Dan, menurut saya kisahnya sangat indah meski ada rasa getir dan sedih yang berpadu saat membayangkan bagaimana para tokohnya hidup tanpa seseorang yang dicintai. Pesan yang saya dapat dari novel ini adalah Dengan atau tanpa seseorang, kamu akan tetap bisa hidup bahagia dengan cara yang sederhana. Overall, 4 bintang untuk novel With or Without You ini. 😍



No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^