11 July 2021

[Resensi Buku] Catatan Harian Olin #3 : Selalu di Hati by Ali Muakhir

 

Novel komik catatan harian olin 3 - ali muakhir

Judul Buku : Catatan Harian Olin Vol 3 : Selalu Di Hati

Pengarang : Ali Muakhir

Ilustrator komik : Hasan Arifin

Penerbit : DARI! MIzan

Terbit : Cetakan Pertama, Agustus 2015

Tebal : 168 halaman

ISBN : 978-602-242-829-9

Rating : 5 bintang

Harga : Rp 30.000

Beli buku di Shopee Mizan

 

Sinopsis Buku Catatan Harian Olin - Selalu di Hati :

Kegundahan Secilia semakin menjadi-jadi ketika Omanya akan dititipkan di panti jompo. Dia tidak setuju, Oma yang telah melahirkan Mama, orang tua yang paling disayanginya dikucilkan di panti jompo, walaupun alasannya agar Oma lebih terawat.

Suatu ketika Oma hilang dari rumah dan Secilia menuduh Papi Maminya telah menitipkan Oma di panti jompo. Beberapa kali Secilia dibantu Olin dan Kristin mencari Oma di beberapa panti, tetapi hasilnya nihil. Apa Oma memang sudah dititipkan di panti jompo atau Oma sengaja pergi dari rumah?

 

Resensi Buku Catatan Harian Olin - Selalu di Hati :

 

Buku Novel Komik Catatan Harian Olin : Selalu di Hati ini ditulis oleh Ali Muakhir dan Hasan Arifin. Mereka berkolaborasi menghasilkan karya yang unik yaitu gabungan antara novel dan komik. Jadi, dalam 9 bab di buku komik Catatan Harian Olin Vol #3 ini, penulis membaginya adalam beberapa bagian yaitu :

 

Pengenalan karakter di halaman 6-8

Bab 1 : komik 10-30, novel 31-36

Bab 2 : novel 38-40, komik 41-50, novel 51-56

Bab 3 : novel 58-59, komik 60-67, novel 68-71

Bab 4 : novel 74-82, komik 83-89, novel 90-91

Bab 5 : novel 94-104

Bab 6 : novel 106-107, komik 108-116, novel 117-119

Bab 7 : novel 122-131

Bab 8 : komik 134-139, novel 140-142, komik 143-148, novel 149

Bab 9 : novel 152-164, komik 165-166

 

Penulis memisahkan dua bagian dalam buku ini menjadi  komik dan novel. Bagian komik akan memberikan gambaran bagaimana karakter tokoh yang sebenarnya dalam bentuk visual di komik tersebut. Sedangkan dalam bagian novel pembaca akan disuguhi alasan dan detail kisah yang tak bisa dijabarkan hanya dalam bentuk visual saja, karena butuh deksripsi yang lebih mendalam.

 

Misalnya saat Olin dan dua sahabatnya berdiskusi tentang Islam dan nilai-nilai yang diajarkan dalam ritual keagamaan Islam misalnya : tentang aturan tata cara sholat,  haid, hadas, dan tentang mahram. Bahasan ini akan lebih mudah dijelaskan di novel dibanding dalam komik. Meskipun ada juga bagian komik yang menunjukkan tentang ruku shalat yang dilakukan Olin.

 

Bagian komik lebih menjelaskan tentang bagaimana karakter ketiga sahabat di SMA itu yang saling mengisi satu sama lain. Apalagi ketiganya beda agama dan beda latar belakang keluarga, namun tetap bisa kompak satu sama lain.

 

Komik membuat pembaca akan lebih mudah masuk ke dalam karakter tokoh, sedangkan kisah detailnya bisa diceritakan lewat naskah novel di halaman selanjutnya.


Baca juga : [Resensi Buku] Teka-teki Rubi Merah - Fayanna


Ya, novel komik Catatan Harian Olin ini memang menyasar pembaca anak-anak sekolah SMA. Dengan dua bagian dalam buku ini akan membantu anak-anak menyukai novel sedikit demi sedikit. Ya, agak sulit mengajak anak-anak untuk gemar membaca. Tapi dengan perpindahan alur cerita yang asyik karena dipisahkan dalam komik dan novel dengan porsi yang sesuai, bikin pembaca anak jadi suka buku seperti ini. Yeah... Karena baca buku jadi lebih ringan. Buku novel komik ini bisa dihabiskan dalam hitungan jam saja lho.

 

Kisah di novel komik Catatan Harian Olin ini menceritakan tentang konflik yang dialami para tokoh utamanya yaitu Olin, Secilia, dan Kristin. Secilia alias Lia memiliki seorang Oma yang sudah sepuh dan sering sakit-sakitan. Sejak Oma sakit, anak Oma yang notabene ortu Secilia malah ingin memasukkan Oma ke panti jompo.

 

Bagi ortu Secilia, hal ini memudahkan untuk merawat Oma. Namun, bagi Lia, hal ini justru menunjukkan bahwa mereka tidak sayang lagi dengan Oma. Padahal Oma sudah sakit-sakitan, namun malah ditambah dengan keinginan absurd untuk memasukkan Oma ke panti. Tentu hal ini makin membuat situasi di rumah menjadi tidak nyaman.


Baca juga : [Resensi Buku Anak] Bulu Telinga Kuda Nil - Durroh Fuadin K

 

Suatu hari, saat Lia pulang ke rumah, ia tak melihat Oma di mana-mana. Lia mengira Oma menghilang karena dikirim oleh ortunya ke panti jompo. Padahal, Oma menghilang tanpa jejak. Beberapa hari kemudian, ada orang yang mengaku penculik Oma. Lelaki itu meminta uang tebusan sebesar 100 juta untuk melepaskan Oma. Lalu, apakah ortu Lia akan memberikan uang tebusan itu?

 

Kisah lain di novel ini adalah tentang cita-cita Olin yang ingin menjadi reporter berita majalah Noceng, majalah sekolah Olin. Olin mengikuti seleksi pemilihan menjadi reporter dan terpilih menjadi 10 besar. Sekarang Olin harus membuat artikel agar ia bisa terpilih menjadi 5 kandidat reporter Majalah Noceng.

 

Ada bagian yang saya suka dari kisah seleksi Olin menjadi reporter majalah Noceng. Olin tetap mau mengikuti seleksi sebagaimana seharusnya, meskipun orang yang memilih seleksi itu mengatakan bahwa artikel yang ditulis Olin bahkan bisa dikirimkan dan dimuat di majalah reguler ibukota.

 

“Bapak serius, Lin. Ini sangat bagus untuk ukuran majalah sekolah. Gimana kalau Bapak berikan saja ke majalah remaja?”

“Jadi?”

“Ya,  ini tidak layak muat di majalah sekolah tetapi di majalah untuk umum. Begini saja, artikel yang kamu buat ini akan Bapak berikan kepada teman Bapak di majalah... kebetulan kemarin dia lagi cari artikel macem begini.”

“Lantas untuk majalah Noceng, bagaimana?”

“Kamu langsung diterima.”

“Tidak, pak. Saya tidak mau jadi reporter Majalah Noceng kalau tidak lewat prosedur yang jelas.”

“Kecuali kalau Bapak tidak mengharapkan saya jadi reporter.”

“Ya sudah, kalau begitu Bapak akan memuat tulisan kamu ini di edisi sekarang.” (hlm 154)

 

Olin merasa ia perlu tetap mengikuti seleksi tersebut seperti yang lainnya, yang artinya jika ia terpilih berarti tulisannya akan dimuat di majalah Noceng, bukan di majalah remaja terbitan Ibukota. Kenapa? Karena Olin mau seleksi itu sama-sama adil bagi kandidat yang lainnya juga. Keren juga ya prinsip hidup Olin. :D

 

Baca juga : [Resensi Buku Anak] Cerdas Berbicara - Wrini Harlindi


Yang bikin keren lagi, Olin juga jago taekwondo dan juga menjadi model. Padahal Olin juga pakai jilbab lho, tapi hal itu tak menghalangi Olin untuk bisa tetap berkarya dan berprestasi. Wow, mantep banget ya. Selain itu, sahabat Olin juga mendukung setiap pilihan hidup Olin. Bahkan prinsip-prinsip Olin yang nggak mau dekat dengan mahram pun tetap dihormati.

 

“Berdua-duaan dalam satu ruangan dengan seseorang yang bukan mahramnya itu tidak boleh karena lebih banyak negatifnya daripada positifnya, apalagi kalau orang tersebut sudah akil baligh.”

 

Di sisi lain, ortu Olin terutama ayahnya juga mendukung setiap hal yang dilakukan Olin. Bahkan ayahnya bilang bahwa seharusnya jilbab tetap bisa membuatnya berprestasi dan bebas berkarya asal dalam koridor kebaikan.

 

“Lin, kamu jangan sampai merasa dibatasi dengan jilbab kamu itu. Kalau bisa malah sebaliknya, kamu harus merasa lebih bebas untuk hal-hal yang baik.” (hlm 102)

 

Bahasan tentang jilbab dan diskusi islam di novel komik Catatan Harian Olin ini bikin saya jadi berpikir bahwa dunia remaja sebenarnya bisa diwarnai dengan nilai-nilai yang baik, selama hal itu tidak menggurui. Anak remaja lebih senang didampingi, tanpa digurui.

 

Misalnya saja saat ayah Olin justru mengembalikan lagi pertanyaan yang diajukan Olin agar ia bisa menjawab sendiri pertanyaan itu. Hal ini akan memunculkan diskusi dua arah saat ayahnya bertanya, “Menurut kamu sendiri bagaimana?”

 

Ya, seru kan punya ayah yang senang mengajak diskusi, karena suara anak sekecil apapun akan didengar. Dengan demikian ia akan terbiasa menyuarakan pendapatnya dengan terstruktur dan detail dengan jawaban yang sesuai konteks.

 

Selain itu, anak-anak juga akan lebih percaya diri karena pendapatnya didengar oleh orang lain, tidak lagi dianggap sebagai anak kecil atau anak remaja yang berusia tanggung. Ya, lagi-lagi hal ini butuh kebiasaan karena dimulai dari rumah lebih dulu. Semoga dengan demikian anak-anak jadi senang menyuarakan pendapatnya dalam hal apapun.

 

Anyway, lalu apa hubungannya antara artikel Olin dan Oma Secilia? Ya, baca saja novel komik Catatan Harian Olin ini ya. Ada dua kejutan menanti di akhir cerita. Bener-bener endingnya nggak ketebak sih, hehe.  

 

Overall, novel komik Catatan Harian Olin Vol #3 : Selalu di Hati ini sangat bagus untuk dibaca anak remaja. Nah, selamat membaca ya! ;)

 

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^