Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

10 March 2017

[Resensi Buku] Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken by Jostein Gaarder & Klaus Hagerup


Judul : Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Judul Asli : Bibbi Bokkens Magische Bibliothek
Pengarang : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerbit : Penerbit Mizan
Terbit : Edisi ketiga, Januari 2016
Tebal : 294 hlm.
ISBN : 78-979-433-595-6
Rating : 4/5
Baca via BookMate

Sinopsis Buku : 

Dua saudara sepupu, Berit dan Nils,tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka. Anehnya, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken, yang mengincar buku-surat itu.

Resensi Buku :

Nils dan Berit menemukan sebuah surat berisi cerita tentang toko buku tua yang menghubungkannya dengan seorang misterius bernama Bibbi Bokken. Perempuan itu terlihat aneh karena membelikan Nils buku-surat yang ia gunakan untuk mengirim surat. Buku itu ditulisi pengalaman apapun yang dialami keduanya, dan akan dikirimkan lewat pos agar segera sampai pada penerima. Nils dan Berit awalnya hanya penasaran mengapa perempuan yang dinamai Bibbi Bokken itu terlihat misterius dan aneh karena mengincar buku-surat yang mereka pakai untuk berkomunikasi. Bibbi Bokken membawa koper besar berisi buku-buku tua. Tapi saat Nils menguntitnya hingga ke rumahnya, tak ditemukan satu pun buku yang ada. Ia merasa aneh, kemana buku-buku itu? Apakah buku itu hilang?

Imajinasi liar yang dirasakan oleh Nils dan Berit saat menganalisa dan memantau kasus itu membuat keduanya terlibat dalam masalah besar. Dikejar-kejar si botak yang dijuluki Smiley, berkenalan dengan kedua teman Bibbi Bokken, dan Mario Bresani, si tuli yang hobi membaca dan jago bahasa Italia.

“Saya rasa, Anda punya mata di belakang kepala.” – Nils 
“Siapa pun yang membaca banyak buku, punya mata di berbagai tempat yang unik.” – Bibbi Bokken

Nils dan Berit merasakan keanehan pada kasus dialami, mereka bahu-membahu menyelesaikan kasus yang mereka temui itu agar bisa segera terpecahkan. Sayangnya itu harus melibatkan lebih banyak orang lagi, dan juga membuat mereka terlihat seperti orang yang sedang menyembunyikan masalah besar. 

“Perpustakaan ajaib ini penuh dengan kesempatan yang memungkinkan buku-buku ini terbit, entah kapan. Dalam beberapa abad mendatang dari ruangan ini segenap fantasi yang terkumpulkan akan menjadi incunabula yang sangat berharga. Tentulah kata-kata akan dirangkai dengan cara lain, kalimat yang digunakan pun pasti tak sama. Namun, segala yang terkumpul di sini kemungkinan besar akan menjadi bahasa masa depan. Begitulah bahan bacaan yang baru dilahirkan. Dan, keajaiban sejati dalam kehidupan kita pun terlahir sudah.” – Bibbi Bokken

Buku-buku tua yang disebut incunabula saja masih kalah berharga dibandingkan perpustakaan ajaib Bibbi Bokken. Katanya, kisahnya akan dituliskan tahun depan untuk dilaunching dalam perayaan hari buku di negaranya. Karena itu Smiley terus mengejar dan tanpa ampun mereka berkelahi seakan ketiganya memperebutkan sesuatu yang berharga. Akankah mereka tahu di mana perpustakaan ajaib Bibbi Bokken berada? Buku seperti apa yang akan dihasilkan oleh kisah Bibbi Bokken?

***

Novel Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken sudah lama masuk dalam daftar wishlist saya. Waktu main ke Gramedia, saya udah mau beli, tapi nggak jadi karena budgetnya dipakai buat beli buku lain. Baru pas berlangganan BookMate, saya cari buku ini, eh ternyata ada ya. Kisahnya bisa dibilang absurd dan agak susah menebak ke mana arah kisah ini akan bermuara. Nils dan Berit saja namanya susah dieja, hahaha. Soalnya ada nama keluarganya Torgersen. :P Dan menebak kedua jenis kelamin mereka pun butuh waktu. Tokoh Bibbi Bokken terlihat misterius di awal, tapi makin ke belakang sosoknya tidak terlalu mendominasi. Justru yang sering muncul adalah Smiley yang bikin suasana makin seru dan mendebarkan.

Buku ini terdiri dari dua bab saja, bab pertama Buku-surat, dan bab kedua perpustakaan. Sederhananya, buku ini memiliki imajinasi liar khas anak-anak yang sulit sekali ditebak untuk memecahkan kasus terkait kehadiran Bibbi Bokken dan perpustakaan ajaibnya. Di dalamnya terdapat berbagai clue yang mengarah pada masalah, hanya saja butuh ketelitian untuk menebak mana yang jadi tokoh antagonis dan protagonis.

Takjub rasanya menemukan sebuah perpustakaan pribadi yang dibangun dengan sistem katalog Dewey, ya kalau bukan Bibbi Bokken yang buat siapa lagi? Karena sistem perpustakaan hanya bisa dipakai oleh ahlinya. Dan buku-buku dihasilkan dari kreativitas rangkaian kalimat dengan menggunakan padu padan 26 huruf alfabet. Sungguh luar biasa.

“Sebuah buku adalah dunia ajaib penuh simbol yang menghidupkan kembali di mati dan memberikan hadiah kehidupan yang kekal kepada yang masih hidup. Sungguh tak dapat dibayangkan, fantastis, dan “ajaib” bahwa kedua puluh enam huruf dalam alfabet kita bisa dipadukan sedemikian rupa sehingga bisa memenuhi rak raksasa dengan buku-buku dan membawa kita ke sebuah dunia yang tak pernah berujung. Dunia yang selalu bertumbuh dan bertumbuh, selama masih ada manusia di muka bumi ini.”

Di buku ini saya jadi makin tahu beberapa istilah unik dalam dunia perbukuan seperti incunabula, bibliographi, dll. Meski bisa dibilang absurd, tapi toh saya menamatkannya juga. :P Terbukti kalau sebenarnya buku bergenre remaja pun jika ditulis oleh orang dewasa dengan gaya bahasa anak-anak tetap bisa membawa pembacanya pada rasa “kanak-kanak”. Jadi berpikirlah seperti Nils dan Berit saat menyelesaikan kasus ini, agar tidak terlalu merasa sedih karena ceritanya kok gini aja. Toh mereka berhasil menyelesaikan kasus yang seru ala anak-anak umur belasan tahun. :D

5 comments:

  1. Wah, aq dlu udh nyoba mau baca tapi baru dpt brp halaman mandeg :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus bukunya, mba. cuma agak lama juga cerna ceritanya. hehe :D

      Delete
  2. Thanks ya aku jadi belajar cara resensi buku. Maklum baru

    ReplyDelete
  3. Aku punya yang Dunia Sophie karangan-nya Jostein Gaarder, dan tebelnya ampun +/- 800 halaman, setelah 5 tahun di rak bahkan sampe menguning kertasnya aku cuma kuat baca 300 halaman pertama.

    Tapi kayaknya emang aku gak tau kapok deh, aku malah kepo sama The Magic Library ini, selain lebih tipis, topiknya nggak seberat Dunia Sophie yang membahas mengenai filsafat. Thankyou for the review yahh, aku jadi nyari2in si Dunia Sophie karna review ini ..

    ReplyDelete
  4. hihii, fantasinya kerasa banget pas baca judulnya. dulu sempat mau ambil buku ini di perpusda tp tidak jadi karena ada buku fantasi lain dg ketebalan yg lebih tipis>< sama kak, aku juga bingung sama nama tokohnya. sempat terkecoh nama Bibbi itu aku baca Bibi-____-
    jadi, dan lalu, dimanakah perpustakaan ajaib Bibbi Bokken berada?
    jadi pengin ketemu sama Surat-buku yg dibelikan dan diinginkan oleh Bibbi Bokken

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^