Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

26 March 2017

[Resensi Buku] Tommy Si Pengadu by Enid Blyton


Judul Buku : Tommy Si Pengadu dan Cerita-cerita Lainnya
Pengarang : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan kesebelas, Juni 2016
Tebal : 192 hlm.
ISBN : 978-602-03-3016-7
Rating : 4/5
Baca via Scoop Premium

Resensi Buku :

Buku berjudul Tommy Si Pengadu dan Cerita-cerita Lainnya merupakan kumcer anak yang ditulis oleh Enid Blyton. Karyanya terkumpul dalam satu box set berjudul seri Si Kumbang. Kisah-kisah yang ditulis di dalamnya ringan dan membekas di hati. Tema-temanya berhubungan dengan attitude dan kebiasaan yang perlu dibangun oleh anak-anak agar bisa menjadi anak baik.

Misalnya saja kisah berjudul "Gara-gara Uangnya Terbang". Dikisahkan Willy suka membaca di dalam rumah dan ia terobsesi dengan uang, namun ia tidak suka bermain bersama teman-temannya di luar rumah. Padahal temannya mengajaknya untuk berjalan-jalan di sekitar rumah untuk merasakan suasana alam yang indah dan berbeda dibanding hanya di rumah saja. Namun Willy tidak mau. Ia menolak ajakan temannya. Hingga ia kehilangan uangnya karena uang itu terbang tertiup angin.

Willy pun mengejar uang yang melayang itu. Di perjalanan, Willy melihat banyak hal yang indah di luar rumahnya yang selama ini ia dengar dari temannya. Gara-gara uangnya terbang Willy jadi mau keluar rumah dan bisa merasakan suasana alam yang menakjubkan. Ia bisa melihat lucunya kelinci, burung bernyanyi untuk dirinya sendiri, indahnya bunga mangkokan, sungai yang mengalir, bebek berenang, dll.
“Aku menemukan hal-hal lainnya, Bu. Hal-hal yang lebih menarik daripada uang. Untunglah uangku diterbangkan angin. Gara-gara itu aku jadi bisa menikmati alam yang indah di sekitar kita. Kakiku memang terasa lelah, tetapi itu tak ada artinya dengan pengalaman yang kuperoleh.”(hlm. 35)
Kisah Willy dalam “Gara-gara Uangnya Terbang” memberi hikmah bagi anak-anak agar tetap seimbang menjalani hidup. Baca buku di rumah boleh, belajar boleh, tapi sebagai anak-anak mereka  tetap harus menyisihkan waktu untuk bermain bersama teman. Menikmati masa kanak-kanak dengan wajar. Jadi interaksi sosial itu perlu.

Di kisah lainnya berjudul “Tommy si Pengadu”, dikisahkan Tommy suka mengadukan hal-hal yang buruk pada guru dan siapapun yang ia temui, termasuk pada ibunya. Hingga ia mendapatkan hukuman. Sepatunya memiliki lidah dan bisa bicara. Sepatu itu berbicara hal buruk tentang sikap Tommy selama seharian. Tommy pun merasa sebal mengapa sepatunya tidak juga berhenti mengadukan hal-hal buruk yang tidak dia lakukan. Akhirnya ia harus menjalani hukuman dari Bu Mata Gelap.
“Jika kau tidak senang jika sepatumu menceritakan yang tidak benar  mengenai dirimu, Tommy? Baiklah – kita berdamai saja. Sepatumu hanya akan mengadukan kau sebanyak kau mengadukan yang tidak benar mengenai orang lain! Kalau kau mengadu dua puluh kali dalam sehari, maka sepatumu pun akan mengadukan kau sebanyak dua puluh kali! Kalau kau hanya sekali melakukannya, maka sepatumu pun hanya sekali.” (hlm. 133)
Dalam kisah “Tommy Si Pengadu” anak-anak diajarkan untuk tidak suka mengadukan hal-hal buruk tentang orang lain. Karena akan menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Itu sebabnya mengubah kebiasaan buruk memang sulit tapi pasti bisa jika mau. Asal berani untuk mengubah kebiasaan tersebut.

Ada lagi kisah Binky si Tukang Pinjam. Binky suka meminjam barang pada orang lain, tapi tak pernah dikembalikan. Lalu semua orang yang pernah barangnya dipinjam Binky jadi marah dan gelisah, mereka menagih janji Binky untuk mengembalikan barang yang dipinjam. Namun Binky tidak menepati janji. Akhirnya sebuah kejadian mengubah hidup Binky. Barang-barang yang dipinjamnya melayang keluar dari rumah menuju pemiliknya. Tak ada satu pun yang tersisa di dalam rumahnya. Bahkan ia tak memiliki tempat tidur dan selimut. Jadi ia harus merasakan akibat perbuatannya, Binky tidur beralaskan rumput karena tak ada satupun yang mau meminjamkan barang padanya.
“Seandainya Binky mengembalikan barang-barang yang dipinjamnya sebagaimana seharusnya, tentu lain sikap orang-orang sekampungnya. Biarkan saja dia tidur di atas rumput!” (hlm. 189)
Ada 4 kisah lainnya lagi dalam buku ini. Seperti terompet mobil idaman, krak! Krak! Krak!, bila mainan marah, dan tempat tidur berjalan. Menurut saya buku ini meski tipis namun sarat dengan hikmah. Anak-anak dapat belajar dari pengalaman para tokohnya untuk menjadi anak baik dan meneladani sikap baik dan menghilangkan kebiasaan buruk. Setiap anak bisa menjadi lebih baik bila ia belajar bagaimana caranya bersikap. Enid Blyton membuat kisah ini penuh kejutan dan memiliki efek psikologis yang tinggi. Bahkan meski dibaca oleh orang dewasa sekalipun saya merasa bisa ikut mengambil pelajaran dari kisah tokohnya. Overall, 4 bintang untuk buku Tommy Si Pengadu dan Cerita-cerita lainnya ini. 

3 comments:

  1. Iyaa bagus2 ceritanya. Aku juga punya bukunyaa :)

    ReplyDelete
  2. Nerbangin uang ah, biar kayak si Tommy :v
    Siapa tau nemu pohon buku-buku best seller :v

    ReplyDelete
  3. Ini buku sepanjang masa.
    Penting membuat anak suka membaca. Buku ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk anak suka membaca dengan isah-kisah ringan imajinatif khas Pak Enid Blyton.

    Aku punya yang old versionnya.
    Yang baru belumm...

    Dan inget juga tokoh Tommy yang kesel sama aduan-aduan sepatunya.
    Hiihi....gemes.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^