12 August 2020

[Review Komik] Hana-kun The One I Love Vol. 7 - Fuyu Kumaoka

 

Judul Buku : Hana-kun The One I Love Vol. 7

Pengarang : Fuyu Kumaoka

Penerbit : M&C!

Terbit : 2014

ISBN : 9786022667544

Genre : Komik Remaja

Rating : 4/5 bintang

 

Sinopsis Buku :

Masalah dengan Gojyou terselesaikan. Hubungan Nanase dan Hana-kun semakin dalam. Namun, di tengah-tengah kebahagiaan itu, tiba-tiba di hari awal tahun ajaran baru, Nanase mendengar gossip “Hana-kun diskor dari sekolah”!?

 

Seiring dengan perubahan musim, kemana kiranya cinta mereka berarah?

 

Resensi Buku :

 

Di komik Hana-kun the One I Love vol. 7 ini, Hana-kun diskor dari sekolah karena suatu hal. Nanase Sakashita, pacar Hana-kun sekaligus ketua kelas merasa Hana-kun makin menghindar dari dirinya. Ia khawatir Hana-kun menjadi semakin jauh darinya karena hal itu. Apalagi semenjak Hana-kun tahu bahwa Nanase sempat dekat dengan Gojyou, cowo yang naksir Nanase sejak dulu.

Gojyou pun pernah tak sengaja bertemu dengan Hana-kun saat Nanase sedang ada di tempat ramai. Ia bercakap empat mata dengan Hana-kun tentang hubungan Hana-kun dan Nanase yang menjadi lebih serius.

 

“Aku sudah berbuat salah pada Sakashita. Juga padamu. Aku akan terima kalau kau mau memukulku.”

“Aku nggak akan memukulmu. Karena kalau aku memukulmu, dia akan memarahiku. Jangan dekati dia kalau kamu masih menyimpan perasaan padanya.”

“Aku mengerti. Aku dilarang mendekati Sakashita kalau masih menyukainya.”

 

Namun, apa yang sebenarnya terjadi? Hana-kun cowok yang sudah dekat dengan Nanase sejak beberapa bulan, membuat Nanase semakin gelisah. Ia paham bahwa Hana-kun kadang masih memunculkan sifat khas remaja yang masih mencari jati diri, namun ia tak menyangka bahwa sifat itu justru membuat ia semakin tak mengerti harus berbuat apa.

Saat Hana-kun diskors, Nanase makin menyesal karena ia tidak bisa bertemu dengan Hana-kun. Namun, demi kebaikan Hana-kun, ia mematuhi aturan tentang skorsing ini. Ia tidak bisa bertemu dulu untuk waktu yang cukup lama, selama dua minggu saat Hana-kun diskors. Nanase dan Hana-kun hanya bisa berkomunikasi lewat telepon sesekali waktu tanpa bisa melihat sosok wajahnya di depan mata.

“Hari ini dia harus merenung di rumah. Mulai besok sampai dua minggu ke depan ikut bimbingan. Dia dilarang menghubungi teman-temanya terutama teman sekolah.”

“Aku belum pernah merasa setakut ini…”

Nanase pun tidak berani untuk datang ke ruangan tempat Hana-kun menjalani skorsing. Biasanya ia tahu tempat persembunyian Hana-kun untuk melarikan diri saat skorsing. Namun, jika Hana-kun masih melakukan kesalahan lagi, ia terancam dikeluarkan dari sekolah. Itulah yang membuat Nanase Sakashita gelisah. Ia tak mau kehilangan sosok Hana-kun, apalagi membuat cowo itu galau karenanya. Nanase lebih memilih mengalah dan membiarkan Hana-kun introspeksi diri.

“Jatuh cinta, pacaran, berdebar-debar, merasa senang, apa yang harus kulakukan agar hubungan kami semakin kokoh?”

“Hana-kun pasti sedang berjuang. Jadi aku hanya bisa menunggunya. Sambil terus bersabar melalui hari-hari.”

Dua minggu selesai skorsing, Hana-kun bertemu dengan Nanase lagi. Kali ini percapakan keduanya makin intens.

“Hana-kun sudah kembali. Aku takut. Aku cemas, sedih, kesepian. Dadaku terus bergemuruh. Aku tidak bisa apa-apa. Aku tidak tahu mesti bagaimana. Aku sangat gelisah karena tidak bisa memahami Hana-kun.”

“Aku benar-benar minta maaf. Akhirnya aku bisa melihat wajahmu lagi. Aku nggak sanggup bertemu kamu… karena malu. Sejak pacaran denganmu, aku selalu berpikir harus melakukan yang terbaik. Tapi akhirnya malah jadi begini.”

Nanase dan Hana-kun memulai hubungan itu lagi, namun dengan suasana yang jadi semakin canggung. Hana-kun mengatakan ia malu karena tidak bisa menjadi yang terbaik untuk Nanase. Sebagai ketua kelas, Nanase memang murid paling pintar. Ia dipilih jadi ketua kelas berdasarkan nilai tertinggi. Itu sebabnya Nanase merasakan kegelisahan yang dirasakan Hana-kun. Ia makin tahu bahwa hubungannya dengan Hana-kun harus diperbaiki agar Hana-kun dan Nanase menjadi sepasang kekasih yang saling memahami satu sama lain.

Di akhir komik Hana-kun The One I Love Volume 7 ini, Hana-kun berusaha menunjukkan penyesalannya karena telah diskor dari sekolah. Kesalahan yang diperbuatnya sangat fatal sehingga ia harus menerima hukuman skorsing dari sekolah selama 2 minggu. Di volume ini, Hana-kun semakin gelisah dan galau dengan arah hidupnya. Terlebih lagi, Nanase juga merasakan kegelisahan yang sama. Khawatir Hana-kun akan semakin menghilang dari hidupnya. Meskipun ia sendiri tak tahu mengapa perasaan itu muncul lagi. Di volume 7 ini dinamika perasaan Nanase dan hana-kun makin terlihat. Selain membuat  keduanya jadi semakin dewasa, Hana-kun juga berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi.

Di volume 7 ini saya merasakan pace yang terkesan lambat. Bahkan banyak adegan yang hanya menampilkan kegelisahan-kegelisahan Nanase karena Hana-kun diskorsing. Saya merasa kisah ini makin kompleks, khas anak muda yang jatuh cinta. Namun, saya juga nggak tahu mau dibawa kemana kisah cinta ini. Karena tokohnya juga nggak terlalu banyak, jadi kemungkinan akan makin menambah masalah di volume berikutnya.

Overall, kisah Hana-kun dan Nanase di komik Hana-kun The One I Love ini makin seru dan haru. Buat yang penasaran bisa baca ya! Selamat membaca! ;)

No comments:

Post a comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^