29 November 2021

[Resensi Buku] New York, New York by Andry Setiawan

 

New york new york - penerbit koru


Judul Buku : New York, New York

Pengarang : Andry Setiawan

Penerbit : Penerbit Koru

Terbit : Cetakan Pertama, Agustus 2018

Tebal : 136 halaman

Genre : novel romantis

ISBN : 978-602-52185-6-9

Rating : 3,5/5 bintang

Harga Sewa : Rp 3.850/14 hari

Sewa ebook di Aplikasi Lontara

❤️❤️❤️

 

Sinopsis Buku :


Adam Turner bertemu kembali dengan Tiffany Bell, gadis yang membawa kabur 10.000 dollar dari brankas apartemennya. Bukannya menuntut, Adam malah jatuh hati pada gadis itu lagi, sama seperti dulu. Dengan berbagai cara, Adam berusaha membuat Tiffany kembali mencintainya, termasuk memaksa gadis itu bekerja untuknya di perusahaan penerbit keluarganya.

Tiffany merampok Adam bukan tanpa alasan. Namun, pria itu malah kembali dalam kehidupannya dan mengacaukan semuanya, membuatnya jatuh cinta lagi. Padahal, Tiffany sadar bahwa ia tidak boleh mencintai pria itu.

Apa yang disimpan Tiffany? Mengapa dia membawa kabur 10.000 dollar dari apartemen Adam dan menghilang?

 

❤️❤️❤️


Resensi Buku :

 

Adam Turner jatuh cinta dengan seorang gadis dari jurusan musik bernama Tiffany Bell. Gadis yang membuatnya patah hati hingga sepuluh tahun. Gadis yang menghilang secara misterius sekaligus membawa kabur uang 10.000 dollar yang disimpannya di brankas apartemen.

Adam Turner masih penasaran dengan gadis yang membuatnya jatuh cinta sekaligus patah hati itu. Baginya, Tiffany membuat hari-harinya yang cerah kini berubah sangat drastis. Ia bahkan menjadi kecanduan dengan minum alkohol selama 3 bulan. Patah hati membuatnya jadi tidak logis. Ia bahkan menyewa detektif selama 10 tahun demi mencari info tentang Tiffany Bell.

 

“Terlepas dari 10.000 dollar yang dicurinya, jauh dalam lubuk hati Adam, pria itu masih sedikit berharap bahwa Tiffany Bell bukanlah sebuah kesalahan remaja yang ia lakukan.”

 

Hingga suatu hari, Adam menemukan Tiffany berada di Central Park. Gadis itu sedang menyanyi dengan petikan gitar miliknya. Ia mencari uang tambahan demi membantu pengobatan ibunya yang terkena Alzheimer.

 

“Kau mengerikan, Tif. Kau membuat diriku jatuh cinta padamu, dan kau pergi begitu saja, melukai hatiku. Awalnya aku kira aku akan mati karena kau pergi. Tapi sekarang setelah bertemu denganmu, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kepadamu.”

“Maaf, Adam. Aku rasa memang lebih baik kita tidak bertemu. Anggap saja kita tidak bertemu.

 

Adam dan Tiffany bertemu lagi, tapi kali ini Adam justru minta Tiffany untuk masuk ke kantor penerbitan miliknya. Perusahaan penerbitan bernama Turner Publishing ini adalah perusahaan milik keluarga Turner.

 

“Kalau kau ingin membicarakan tentang sepuluh tahun yang lalu, aku mohon lupakan semuanya. Bisakah kita mengulangnya lagi dari awal?”

 

Sejak ayahnya meninggal, ibunya Liz Turner berjuang untuk membesarkan perusahaan ini. Adam yang tak suka dengan dunia penerbitan terpaksa harus mematuhi ibunya. Ia harus masuk kuliah jurusan bisnis atas permintaan ibunya. Ia juga harus berjibaku demi bisa membuat perusahaannya tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya.

 

“Demi Tuhan! Adam! Kau tidak tahu seberapa besar beban naskah Inggrid? Seluruh Amerika sudah menunggu naskah ini dan reaksimu seperti itu? Teman, kita memang penerbit kecil dengan karyawan tak lebih dari lima belas orang, tapi kau tidak mau orang meremehkan kita, kan? Triple Love milik Inggrid mencapai peringkat pertama di New York Times karena bantuan Marissa, karena dia mau membantu kita menjadwal book tour Inggrid se-Amerika dan Inggrid bahkan mau tanpa bayaran! Tapi, apa reaksimu sekarang!"

 

Satu hal yang tak dimiliki Adam adalah rasa tanggungjawab yang besar pada Turner Publishing. Adam masih menganggap ibunya sebagai orang yang akan mengatur hidupnya, termasuk perusahaan miliknya. Ya, nggak salah juga sih, soalnya itu kan perusahaan keluarga. Jadi, ibunya masih ada campur tangan dengan perusahaan tersebut. Tapi satu hal yang Adam sesalkan adalah sikap ibunya yang sangat diktator, meskipun itu demi kebaikan perusahaan juga.

Adam merasa kasihan pada gadis itu karena melihat Tiffany harus bekerja sebagai petugas kebersihan di taman. Dengan kemampuannya menyanyi, seharusnya Tiffany bisa hidup dengan layak, namun gadis itu justru bekerja sebagai petugas kebersihan.

Saat akhirnya Adam menawarkan pekerjaan yang lebih layak, Tiffany akhirnya mengiyakan ajakan itu. Ia berusaha untuk menjaga jarak dengan Adam di kantor itu, demi alasan profesionalitas. Namun, Adam justru membuat situasi semakin rumit saat gadis itu justru menjadi alasan Adam yang mengacaukan naskah milik Inggrid. Seharusnya naskah itu menjadi prioritas Adam. Namun, ia justru sering melamun di kantor sembari melihat Tiffany bekerja. Benar-benar bucin!

Lalu, bagaimana perjuangan Tiffany Bell di dunia kerja? Akankah ia bisa menjadi hubungan sebagaimana layaknya bos dan karyawan? Bagaimana nasib ibu Tiffany selanjutnya?


 ❤️❤️❤️


Menurut Saya :

 

Saat mendownload aplikasi Lontara, saya scroll judul buku dari Penerbit Koru dan tertarik dengan buku New York New York ini karena sampulnya unik. Bisa dibilang saya suka karena cover buku dan harga sewanya yang terbilang murah. Jadi, ya... mari coba baca! :D

Anyway, buku New York New York ini meskipun ditulis oleh penulis Indonesia, tapi rasanya seperti baca buku terjemahan. Asli sih, bikin penasaran kok bisa ya nulis dengan taste buku terjemahan. Kalau pernah baca novel-novel romance terjemahan ala Harlequin, ya sejenis itu sih. Tapi yang ini bedanya penulisnya asli Indonesia.

Novel New York New York bukan hanya sekadar novel romance, tapi juga membahas tentang seluk beluk dibalik dunia penerbitan. Kalau di luar negeri seperti Amerika ada agen naskah dan penerbit.

Nah, ceritanya tokoh bernama Inggrid ini penulis best seller se-Amerika. Salah satu naskahnya sangat dinantikan kehadirannya akan diterbitkan di Turner Publishing. Masalahnya, Inggrid punya agen naskah yang semacam bantuin buat atur promosi, urus perjanjian royalti dengan penerbit, dll. Yang intinya sih membantu penulis untuk lebih fokus pada naskahnya saja. Jadi soal promosi, penjualan, dsb diurus oleh agen naskah. Nah, penerbit nanti tinggal cari naskah bagus dari agen naskah seperti yang diurus oleh Marissa.

Masalahnya, pas Adam ngurus naskah Inggrid, dia nggak fokus. Saking bucinnya sama Tiiffany Bell, meski cewek itu sudah bilang hanya bersedia bekerja secara profesional. Jadi ya begitulah... profesionalitas Adam diuji di sini. Dia sampe diomelin sama Marissa, sama mamaknya Liz Tunner, sama Charlie asistennya di kantor. Wkwk. Bahkan, dia juga diomelin sama Tiffany Bell.

Adam harus berjibaku mengurus naskah best seller itu disela-sela dia juga harus berurusan dengan ibu dan Tiffany. Yang bikin saya gregetan, novel ini pacenya cepat sekali. Sampai bikin saya merasa suasana hati para tokoh itu sekadar numpang lewat aja. Sayang banget sih, kecepetan keknya ya.

Sebenarnya story tellingnya udah bagus. Bagus banget malah. Sayang, pas bagian endingnya justru kecepetan diakhirinya. Padahal penginnya kehidupan Tiffany lebih dieksplore sih. Plus alasan kenapa Tiffany ngilang begitu aja dengan 10.000 dollar terasa kaya selewatan doang. Padahal bagus juga kalau kisah hidup Tiffany dieksplore lagi, terutama pas bagian dia healing itu.

Yang bikin saya suka, pas bagian Tiffany nyanyi di Central Park, serasa kayak lihat Tiffany nyanyi beneran, jadi gambaran suasananya bener-bener terlihat. Yang bikin saya bertanya-tanya lagi justru karena Tiffany ini punya akun youtube buat upload lagu covernya, tapi kayaknya kok dia nggak mendapatkan hasil uang dari situ ya. Padahal kan bisa aja dia dapet penghasilan dari youtube buat biayai hidupnya. Apalagi dengan kemampuannya menyanyi yang nggak diragukan lagi karena dia lulusan universitas jurusan musik pula. Masa sih, dia nggak bisa hidup dari sana? Hehe

Tapi ya balik lagi sih, namanya juga cerita novel. Saya malah penasaran kisah trauma Tiffany ini kenapa agak kurang nampol ya. Kalau dikasih waktu lebih panjang untuk nebelin naskahnya bisa jadi penulis bisa eksplore tentang kisah Tiffany pas dia ke psikiater.

Overall, novel New York, Now York karya Andry Setiawan cukup bagus sih, cuma kurang tebel aja. Jadi kerasa ada yang kurang dan kisahnya diakhiri dengan terburu-buru. Rating buku : 3,5/5 bintang dari saya untuk buku ini. ;)

 

❤️❤️❤️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^