15 November 2021

[Resensi Buku] Progresnya Berapa Persen - Soraya Nasution

 



Judul Buku : Progresnya Berapa Persen?

Pengarang : Soraya Nasution

Penerbit : Elex Media Komputindo

Terbit : Cetakan Kedua, September 2019

Tebal : 360 halaman

ISBN : 978-623-00-0374-5

Rating : 4/5 bintang

Harga Buku : Rp 88.000

Baca dan download ebook di Gramedia Digital


Sinopsis Buku : 


Sudah setahun April mengabdi di sebuah kantor konsultan yang bergerak di bidang konstruksi. Nyaman, minim persaingan, dan fleksibel. Suasana yang sulit dijumpai di lingkungan kerja kebanyakan. Namun, selalu ada harga yang harus dibayar. Seperti bobot pekerjaan yang bikin puyeng, deadline yang suka tiba-tiba, delegasi tugas tanpa instruksi detail, dan puluhan tender yang diikuti dalam waktu berdekatan.


Seakan semuanya belum cukup, rasanya kepalanya mau pecah saat sebuah pertanyaan muncul ketika dia sedang mengerjakan tugas lain yang juga mendesak. Seringnya, pertanyaan itu meluncur dari seorang manajer teknik bernama Dewangga Bayuzena, laki-laki yang entah kenapa selalu bikin jantung para staf ketar-ketir dengan satu pertanyaan kebanggaannya ini;


"Progresnya berapa persen?”



Resensi Buku : 


April, cewek yang bekerja di kantor konsultan konstruksi ini sering ketiban sial karena harus mengerjakan tugas yang bejibun dari bosnya, pak Dewangga Bayuzena. la bahkan beberapa kali harus, mengerjakan tugas hingga lembur bareng teman lainnya. Mamanya sering nelfon April memastikan anaknya pulang dengan selamat sampai rumah.

Suasana kantornya sangat menyenangkan karena teman-temannya sangat seru dan supportif, tapi April menyayangkan kenapa pak Dewangga alias Pakde ini sering bikin dia capek dengan tugas-tugas yang diberikan. Iya sih, tugas dan deadline kantor numpuk, tapi masa sih April sering kebagian tugas yang harusnya nggak dikasihkan ke dia. Hadeehh, si bapak. 😌

"Progres pekerjaan di proyek berbanding lurus dengan progres pekerjaan kamu di kantor. Kalau ditanya progresnya kamu nggak tahu, berarti kamu nggak kerja. Kalau progresnya nggak sesuai, berarti ada volume yang kamu salah masukkan atau lupa atau belum kamu masukkan. Kinerja semua orang kantor harus diukur dengan progres. Mengerti?" (Hlm. 7)

Di kantor konsultan itu, salah satu cara biar nggak pusing ngerjain tugas yang seabrek ya dengan bikin acara-acara seru, mulai dari kuis taruhan nebak warna kemeja pakde tiap hari Kamis, janjian makan siang bareng teman, ngerencanain liburan bareng ke Ijen, ikutan kompetisi bulutangkis antar divisi, bahkan dateng ke expo dan acara kondangan bareng. 😂

Yang paling seru acara gosip di grup whatsapp Hebringers Kantor, traktiran makan tiap menang kuis tebak kemeja pakde dan juga karaokean. Wow, kantor April ini bisa dibilang kantor yang seru dan nggak ngebosenin. 😛

Dibandingkan kantor lain yang kaku, kantor yang dihuni oleh para Hebringers Kantor ini memang sangat dinamis. Soalnya banyak banyolan yang bikin suasana kerja jadi makin asyik. Hihi

"Kalau ketemu atasan di mal itu harusnya disapa, bukan malah dipotret diam-diam terus kabur " (hlm 88)

Bahkan, ngegosipin big boss saja nggak tanggung-tanggung, langsung up to date ala-ala Lambe Turah yang jepret foto pake hengpong jadul. Wkwk. Asli deh, suasana kantor April ini bikin hidup makin asyique.😂

Yang nggak habis pikir, April ternyata disukai sama pak Dewangga alias Pakde ini. Aduaduaduuuh.... Tapi, di sisi lain, April juga masih sering ketemu dengan mantannya karena mereka satu kantor juga. 

Ryan, mantan terindah April ini dulu emang pernah jadi kekasih hati April, Bahkan, banyak yang ngarep April bisa balikan sama Ryan, meskipun mereka udah pisah sejak 4 tahun lalu. Tapi kaaan.... namanya harapan, siapa tahu terwujud yaaa?😛😆

Trus gimana dong kondisi hati Pakde? Masa ditolak sama April, sih? Kan dia boss di kantor? 😅

Trus gimana dengan urusan yang melibatkan Jelita, barbie pilihan mamanya Pakde yang berusaha dijodohkan ke Pakde? Tapi ternyata malah ditaksir sama Naufal, sahabat April di kantornya. Wah, makin panjang urusannya nih.🤣

Nah.... Endingnya bakalan gimana nih? Baca aja novelnya yaaa~ 😉



🍁🍁🍁

Menurut Saya:


Saya baca novel Progresnya Berapa Persen ini dalam waktu sehari. Lumayan cepet ya, soalnya saya jarang nih bisa namatin baca dalam waktu sesingkat itu. Hehe. 

Novelnya cukup ringan dan nggak bertele-tele. Jadi mudah dipahami alur ceritanya. Plotnya juga bikin saya nggak perlu mengernyitkan dahi soalnya semua serba realistis. 😁

Nah, waktu milih genre novel juga saya mikir, novel City Lite maksudnya apa ya? Emang agak beda sih dibanding dengan genre Metropop atau Amore. Karena kalau metropop lebih mengarah ke cerita tentang lajang ibukota dengan segala permasalahan cintanya ya. Kalau Amore lebih ke cinta romansa ala-ala Harlequin lokal. Tapi, kalau City Lite ini ternyata berhubungan dengan dunia kerja, meskipun lebih tepatnya membahas dunia profesi yang spesifik dan ada unsur cinta-cintaannya juga.

Ngeliat spesifik genrenya ini, saya rasa city lite ini lebih mengarah ke dunia kerja yang selama ini kita jarang dengar dan amati. Jadi, pas baca novel Progresnya Berapa Persen, saya jadi tahu ada ilmu yang disajikan penulisnya juga tentang dunia kerja di bidang konstruksi

Untuk tokoh di kantor konsultan konstruksi ini ada beberapa orang antara lain : April, Dewangga, Naufal, Clinton, Sheila, Kenzo, Ryan, dan bang Adrinta. Sedangkan untuk tokoh tambahan ada Jelita, Ferdinand Agung, Mama April, Bibi (pembantu di rumah April) dan adek April.

Yang paling saya suka malah karakter Naufal dan bang Adrinta di novel ini. Soalnya, di antara yang lainnya, cuma Naufal yang bikin suasana jadi lebih hidup dengan lawakannya bareng kembar Tachibananya yaitu Clinton. 

Sedangkan Bang Adrinta bisa dibilang comblangnya April dan Dewangga. Eh, tapi dia lebih suka disebut katalis, katanya karena dia nggak ikutan gerak, cuma sebagai pendorong percintaan antar 2 generasi aja. Hahaha. Ada-ada aja istilahnya ya, bang. 😜

Jarak usia 10 tahun di antara April dan Dewangga ini sebenarnya bisa jadi masalah yang besar karena mereka memiliki karakter yang berbeda jauh. 

April yang usianya baru 23 tahun jadi lebih childish, moody dan ekspresif, sedangkan Dewangga yang udah masuk usia om-om ini lebih kaku, terstruktur, kharismatik dan sulit untuk dekat dengan orang lain.

Interaksi April dan Dewangga ini kayak tarik ulur, soalnya April sendiri sebel dengan sikap Dewangga yang suka seenaknya ngasi kerjaan seabrek ke dia, tapi di satu sisi baiknya ga ketulungan apalagi sampe ngajak makan siang yang lezat, ngasih snack kesukaan April, bahkan surprisein ngasi kue ultahnya.  

Meski begitu, ada juga yang bikin saya nggak suka sama sama Dewangga dan April. Hubungan ini bisa dibilang nggak seimbang karena perbedaan usia 10 tahun, bikin Dewangga memiliki relasi kuasa yang lebih besar dibanding April. Jadi, ada satu masa April nggak tahu harus berbuat apa saat Dewangga mendiamkannya begitu saja. Seolah-olah April yang salah dan harus selalu minta maaf. 

Kemarin saya baca di thread twitter soal hubungan cinta yang gap yearnya sampe 10 th an gitu, kayak di video clip lagu Taylor Swift yang baru, katanya gap sejauh itu bisa bikin orang jadi nggak leluasa jadi diri sendiri, dan bisa bikin toxic relationship kalau salah satunya jadi dominan. 

Well ya.... Meskipun dalam kasus April dan Dewangga ini pakde masih lebih luwes dan nggak sedominan itu, tapi entah kenapa saya ngerasa kalau April ini kayak kurang kasih sayang ayah ya. Ya... Mungkin juga karena ayahnya udah meninggal juga.

Soalnya dia bukannya menjauh dari Dewangga, tapi malah seneng diusap-usap kepalanya. Sampe galau berkepanjangan sampe curhat sama Naufal dan karaoke sampe 2 jam. Ya, agak aneh sih, soalnya hubungan April dengan Dewangga tanpa status. Jadi kayak gimana ya.... 🤔

Susah deh jelasinnya. Heuheu 😥

"Cowok ya gitu, Pril. Egonya tinggi. Apalagi kalau udah usaha pol-polan tapi yang disuka cuek-cuek aja. Dan gue rasa cowok sama kayak cewek, males sama orang yang suka insecure."


"Untuk kesekian kalinya gue ngomong, lo nggak boleh insecure karena insecure itu cuma smoother form dari rasa nggak bersyukur." (Hlm. 323)


Di sisi lain, interaksi Ryan sebagai mantan April juga nggak gitu berarti. Ibarat dateng tapi ya udah, nggak ada sesuatu yang spesial. Karena ketemuannya aja jarang, bahkan nggak punya nomor hp mamanya juga. Jadi... Ryan ini kayak nggak dianggap juga. Wkwk. 

Eh.... Malah dia kan anak baru di kantor, tapi nggak diajak masuk grup Hebringer Kantor. Apa ya nggak jealous ya? Ekeke. Padahal dia udah tahu juga kalau ada grup itu. Kalo saya jadi Ryan sih pasti sebel banget dah. Berasa anak baru yang nggak dianggap. Hahaha 😛😅

Yang bikin seru tentu saja karena ada Sheila, Naufal, Clinton, Kenzo, dan dedengkot grup lainnya yang kalo lagi ngegosipin pakde berasa seru banget. Wkwk

Sampe ada kejadian yang bikin April pun dijuluki Calon Bude sama anak-anak kantor. 
Well ya, cerita di novel ini nggak cuma cinta-cintaan aja. Lebih banyak bahas kerjaan juga. 

Di novel ini banyak julukan unik, misalnya Dewangga dipanggil Pakde soalnya nama dia kepanjangan. Wkwk. Ada Naufal dan Clinton yang dipanggil Nopal dan Kinton plus diledekin kembar Tachibana, ada Sheila dengan pacar malam jumatnya, dan apalagi ya... Jelita dengan panggilan Barbie. 

Overall, novel Progressnya Berapa Persen ini sangat seru dan menggemaskan. Formula nulisnya mirip dengan novel Resign karya Almira Bastari. Meskipun eksekusi novelnya beda, tapi formula seperti jatuh cinta sama boss, tarik ulur percintaan, tugas kantor yang banyak, dan ada grup gosip seru di kantor ini ya sebelas dua belas lah ya. 

Jadi, 4 bintang untuk novel Progresnya Berapa Persen ini. Kalau kamu gimana? Udah pernah baca juga? Share dong komentarnya. 😉


1 comment:

  1. Belum pernah baca buku ini tapi kalau novel Elex yang masuk lini CityLite biasanya memang seru-seru. Kayak baca novel Resign yang covernya kuning itu. ceritanya fresh karena bahas dunia kerja. Nah dunia kerjanya ini gak sekadar tempelan semata, makanya seru, kayak nambah wawasan gitu. Patutlah kalo dapat rating 4 sih.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^