25 November 2021

[Resensi Buku] Tempat Paling Liar di Muka Bumi - Theoresia Rumthe & Weslly Johannes

 

Kumpulan puisi romantis indonesia


Judul Buku : Tempat Paling Liar di Muka Bumi

Pengarang : Theoresia Rumthe & Weslly Johannes

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Terbit : Cetakan ketiga, Oktober 2021

Tebal : 104 halaman

Genre : kumpulan puisi

ISBN : 9786020657004

Rating : 4/5 bintang

Harga Buku : Rp 50.000

Baca ebook di Gramedia Digital


❤️❤️❤️

 

Blurb Buku :

 

Aku ingin menjadi tenang & mencintaimu, tanpa banyak kekhawatiran.

 

Resensi Buku :

 

Theoresia Rumthe & Weslly Johannes menulis buku kumpulan puisi berjudul Tempat Paling Liar di Muka Bumi ini dan membukukannya. Lalu, mereka membagikan kisah cinta mereka lewat larik-larik puisi yang sudah ditulis sepanang 104 halaman.

 

Sebagai pecinta puisi amatir, saya merasakan nuansa aroma cinta dalam larik puisi yang dibagikan. Untuk perempuan maupun laki-laki yang sedang saling jatuh cinta, buku kumpulan puisi ini serasa memberikan kehangatan dan kedamaian dalam setiap puisi yang diciptakan.

 

Dulu saya pikir kisah cinta yang dituliskan dalam puisi sangat melankolis, tapi dalam buku ini lebih halus, sendu tapi tetap tak kehilangan syahdunya. Tidak menye-menye, terkesan teduh dan damai.

 

Buku puisi ini dituliskan dalam format berbagi puisi, jadi masing-masing penulis menuliskan tentang tema yang akan dibahas, misalnya rindu. Nanti gantian ditulis di lembar selanjutnya. Jadi, serasa punya teman bercerita yang saling menumpahkan perasaannya tentang kisah cinta itu.

 

Di setiap sudut buku juga tertulis puisi selarik (bisa dibilang mirip quotes) tentang tema puisi yang dibahas. Misalnya ini :

 

Rindu ini membuatku gerah, aku ingin mandi dari semua puisi hujan yang kautulis

WJ

 

Puisinya berkisah tentang rindu, pertemuan, perpisahan, maupun pertanyaan-pertanyaan tentang cinta lainnya. Saya merasaan kehangatan kasih sayang yang bisa ditemukan lewat larik puisi ini, terutama puisi dari WJ yang sangat halus dan lembut mengalun hingga tak terasa puluhan puisi sudah dinikmati hingga tuntas.

 

Beberapa  puisi yang saya suka antara lain :

 

tidak ada tatapan yang lebih menyedihkan

dari punggung sepasang kekasih yang berpisah

yang saling menjauh tanpa memiliki kata dan mata

 

aku telah memilih jalan-jalan yang sunyi dan memutar

mengelabui perpisahan demi memulangkan dadaku

kepada punggungnya yang tabah meredam gemuruhnya

 

WJ- 2015  (hlm.23)


 

Meniup Rindu

 

rindu yang berkali-kali kautiupkan

dari jendela-jendela yang terbuka

telah mengobarkan api di pantai

 

aku ingin berlayar menuju cahayanya

untuk duduk denganmu, berapat tatap

berdekat-dekatan, dan menemukan

betapa hangatnya cinta itu

 

WJ – 2015 (hlm. 41)

 

 

Di antara sekian puluh puisi, saya sangat suka dengan larik puisi ini.

 

tentang bagian-bagian kesukaan

baik itu laki-laki ataupun perempuan kesukaan,

adalah bagaimana dari mulut perempuan keluar mantra, seperti:

 

“aku ingin menjadi tenang dan mencintaimu tanpa banyak kekhawatiran.”

 

mantra itu ia ucapkan dalam hatinya berulang-ulang,

dalam perjalanan pergi maupun pulang

 

TR&WJ – 2016 (hlm. 61)

 

Sadar nggak sih bahwa kisah cinta seringkali membuat kita juga merasakan kekhawatiran yang sangat absurd dan menggebu. Kekhawatiran yang kadang berbalut cemburu atau hal lainnya.


Namun, di buku puisi ini, penulis seakan memberi gambaran kisah cinta yang menentramkan hati. Yang darinya kita bisa belajar untuk percaya pada cinta, percaya pada pasangan, menikmati setiap kerinduan dan sabar dalam melewati setiap potongan kisahnya. Benar-benar senyaman itu baca setiap larik puisinya.

 

mencintaimu adalah pekerjaan menyibak rahasia tentang

bagaimana aku sebaik-baiknya mencintai diriku yang tak

lain adalah dirimu.

 

sebuah jalan memutar yang mempertibakan aku di

rindang dua pohon yang memintal dan merambatkan

akar-akar mereka menuju satu mata air.

 

tak kutemukan jalan pintas menuju hati dan masa depan,

selain menjejak dengan seluruh cinta pada hari ini, pada

sekarang, yang akan menjadi nantimu

 

anak-anak yang datang dari rahimmu pasti mengenali

ketenangan dan sibu-sibu, gelora, dan nama semua badai

yang mengantar ayah dan ibunya menjumpai mereka di

masa depan

 

WJ (hlm. 87)

 

Ya, seperti yang dibilang kak TR di petikan kalimatnya :

 

“begitulah cinta, ia menemukan”

TR

“jangan berani bilang mencintai orang lain jika sebelumnya kau tidak berani mencintai dirimu sendiri.”

TR

 

Jadi buat kamu yang pengin merasakan kisah cinta yang benar-benar bikin hati bahagia, bacalah puisi romantis di buku ini. Setiap larik puisinya akan menentramkan hatimu.

Anyway, buku kumpulan puisi Tempat Paling Liar di Muka Bumi ini sudah terbit hingga edisi cetak ketiga. Jadi, buat yang mau baca, kamu bisa baca edisi cetak maupun ebook ya. Sudah tersedia juga di Gramedia Digital. Nah, selamat membaca ya! ;)



❤️❤️❤️

2 comments:

  1. Aku baca ini sampe selesai dan suka juga sama puisinya. Tapi, aku bingung kak, mau nulis apaan hehe. Akhirnya udah aja aku skip ngga kubikin ulasannya

    ReplyDelete
  2. Saya agak kurang terkoneksi kalau membaca puisi sebab ada beberapa puisi dibikin dengan metaforanya susah dipahami. Makanya beberapa kali mencoba membaca kumpulan puisi dan setelahnya langsung bingung saking nggak pahamnya. Tapi kayaknya buku ini menarik, dan beberapa puisi yang dikutip masih bisa dipahami. Pernah mau baca di gramedia digital tapi maju-mundur, eh udah habis masa langganannya, hehe.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^