Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

23 February 2014

[Resensi Buku] Lima Sekawan di Pulau Seram by Enid Blyton

Lima Sekawan di Pulau Seram - Enid Blyton
Penulis          : Enid Blyton
Penerbit       : Gramedia
Terbit           : Cetakan ke-14, April 2012
Tebal            : 184 halaman
Alih Bahasa : Agus Setiadi
Rating          : 3/5
Resensi Buku :
Buku anak bertema petualangan ini adalah buku ke-20 petualangan Lima Sekawan. Lima Sekawan terdiri dari empat anak dan satu anjing, yaitu Julian, Dick, George, Anne dan tentu saja, si anjing baik hati bernama Timmy.  Liburan sekolah kali ini, mereka berlima mengalami petualangan seru di sebuah pulau yang disebut dengan nama pulau Seram, di pulau itu sering terdengar bisikan dan tangisan. Sebenarnya, pulau Seram tidaklah seseram yang dibayangkan. Pulau ini dulunya adalah sebuah pulau yang dihuni oleh orang kaya yang membeli pulau tersebut. Ia memelihara margasatwa dan juga membangun sebuah rumah dengan kastil yang indah.  

Hanya saja, ia sudah meninggal dan dengar-dengar kekayaannya yang banyak sekali termasuk patung-patung berwarna putih nan indah, kasur yang terbuat dari emas, pedang bergagang bertahta permata, dan harta lainnya  itu masih tersimpan di pulau seram. Sayangnya, pulau itu sangat dijauhi orang-orang. Seorang arkeolog , orang yang pernah ke sana akan hilang karena yang ditemukan hanya sebuah perahu yang terapung-apung di tengah laut. Sedangkan tak ada orang yang ditemukan. Kebanyakan mengatakan bahwa di pulau itu terdapat penjaga yang siap untuk menembak siapa saja yang akan mendekati pulau itu. Mendengar keseraman pulaunya, Julian cs akhirnya penasaran dan ingin ke sana.

Lima sekawan sebenarnya ingin berlibur di rumah saja, namun ternyata nenek Wilfrid bernama Nyonya Layman meminta mereka untuk menjaga Wilfrid di rumah tua mereka di atas bukit.  Wilfrid anak yang tak tahu aturan, ia keras kepala dan kasar namun ia pecinta binatang. Terbukti binatang-binatang yang merupakan temannya selama ini akan mendekat padanya jika ia bersiul menggunakan peluit ajaibnya. Peluit itu bisa mengundang banyak hewan, termasuk ular, anak kelinci, landak, bahkan Timmy, anjing milik George pun senang dengannya. George pun sering bertengkar dengan Wilfrid untuk memperebutkan perhatian Timmy.

Karena Wilfrid menghilang sejak peluitnya hilang, kelima sekawan itu akhirnya bermain ke laut dan berenang. Setelah selesai, Julian berniat meminjam perahu untuk bermain-main, ia meminjam selama satu pekan. Ia bersama keempat lainnya akhirnya ada di tengah laut, sayangnya arus laut terlalu besar, sehingga perahu mereka makin mendekat ke pulau seram. Dan setelahnya, mereka pun terdampar di pulau itu. Dari sana, petualangan dimulai.

  1. wuahhh bacaanku masa kecil dulu, nih, Ila.. :)

    ReplyDelete
  2. aku baca Sarjana Misterius tapi belum selesai-selesai.

    ReplyDelete
  3. Maak, aku nggak akan komen tulisan resensinya. Amaze aja lihat draft postinganmu di bulan Feb resensi semua. Ih, kerennya :)

    ReplyDelete
  4. dulu waktu kecil suka baca lima sekawan buat anak2 jd berimajinasi tapi kalo seri yang ini lupa udah baca atau belum
    bukunya juga jadul banget udah lusuh saya tinggal ditangerang :D

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^