Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

29 March 2014

[Resensi Buku] Komar dan Ilmuwan Aneh by Tethy Ezokanzo dan Aan Wulandari U


Judul Buku : Komar dan Ilmuwan Aneh
Penulis : Tethy Ezokanzo dan Aan Wulandari U
Penerbit : Erlangga for Kids
Tebal : 104 halaman
Terbit : 2009
ISBN : 978-979-033-970-5
Rating : 4/5

Libur telah tiba. Hore, horee, horeee!

Komar, Oppie, Arif, Mia dan Rudi akan berlibur di Magelang karena Komar mendapat tawaran dari Omnya. Ibu mengizinkan mereka ke sana asal tak ada lagi petualangan aneh dan mendebarkan seperti liburan sebelumnya. Mereka membayangkan liburan yang menyenangkan selama sepekan. Petualangan dimulai saat mereka naik kendaraan paling murah meriah dari Bandung ke Kutoarjo yaitu kereta api ekonomi. Ada kejadian menegangkan saat sekomplotan pencuri tengah malam beraksi di gerbong itu. Mereka berniat akan mencuri perhiasan milik seorang gadis yang duduk dekat Komar. Beruntung mereka bisa menyelamatkan barang tersebut dan membekuk si pencuri, padahal Komar hampir ketakutan karena ditodong belati.

Tiba di stasiun, Om Nunuk- adik ibu Komar, sudah siap mengantar mereka ke rumahnya yang terletak di dekat lereng Merapi. Di sana, mereka bisa bermain sepuasnya di sungai, mengenal anak-anak desa yang bermain air dan bercengkrama dengan ibu-ibu yang mencuci baju.

Saat Komar mengajak Arif dan Rudi untuk mengunjungi pos Babadan, Komar bertemu dengan Om Toto yang ternyata adalah adik tante Nila, istri Om Nunuk. Om Toto sedang mengadakan penelitian gempa di gunung Merapi. Sayangnya, alat penelitian itu hilang tanpa bekas. Padahal selama ini tak pernah ada yang sampai pencuri alat pendeteksi bencana alam itu karena sulit untuk dijual. Komar menduga pencurinya adalah orang yang paham tentang penelitian yang dilakukan Om Toto dan teman-temannya dari Jepang.

Komar cs hampir melupakan kejadian itu. Sayangnya, sebuah insiden membuat kelima anak ini mengalami hal yang menakutkan. Komar menghilang saat terjadi suara ledakan dalam pos penjagaan. Arif dan Rudi yang mengejar Komar hingga masuk hutan, ternyata menemukan jejak rahasia dan sebuah gubug misterius yang di dalamnya ada seorang peneliti. Dapatkah Komar menemukan siapa dalang dibalik hilangnya alat-alat penelitian? Dan siapa peneliti yang mereka temui di gubug hutan itu?

***

Ini kesekian kalinya saya membaca karya mba Tethy Ezokanzo setelah Misteri Terung Ungu dan Little Chef. Nama penulisnya unik ya? Saya kira awalnya Ezokanzo itu semacam singkatan nama asli, ternyata Ezokanzo adalah nama bunga dari Jepang yang sengaja disematkan agar bisa menjadi kenangan karena penulisnya pernah tinggal di Jepang selama lima tahun. Hehe. Kali ini mba Tethy berduet dengan mba Aan Diha menulis kisah ini yang juga penulis FLP Jepang.

Kisah ini memuat petualangan anak-anak menghadapi penjahat ala detektif cilik. Kalau dibilang banyak kisah yang serupa, saya percaya. Seperti kisah novel petualangan yang sering saya tuliskan resensinya di blog ini. Misalnya saja petualangan di lereng merapi, yang meski sama-sama memuat unsur petualangan, tapi beda penyampaian.

Tapi, di kisah ini ada ciri khas kedua penulis yaitu sisi humoris, agamis dan sains yang dipadukan dengan petualangan. Sehingga, keempat unsur itu membentuk kisahnya menjadi penuh inspirasi dan teladan bagi anak-anak. Misalnya saja, di saat genting seperti saat disekap oleh penjahat, ketiga anak yang sedang disekap malah bisa menunjukkan sisi humorisnya dengan bercanda. Kehangatan keluarga yang terjalin dalam buku ini juga bisa menjadi teladan bagaimana mendekatkan diri dengan anak (halaman7).  

ilustrasi 1 : Komar memeluk ibu saat diperbolehkan berlibur ke Magelang
Ada sisi moral yang ingin diajarkan oleh penulisnya agar anak-anak bisa memetik hikmah. Seperti ini :

“Komar bakal kecewa lho kalau ibu tidak jadi mengizinkan. Konsistenlah supaya dia juga belajar memegang janji dan tidak jadi orang yang plin-plan.” (halaman 10)

Sisi agamis berusaha ditampilkan penulis dengan memberi gambaran bagaimana anak-anak tetap bisa melakukan shalat bahkan saat ada di tengah hutan!  Wow sekali, kan?(halaman 60) Gambaran gubug di hutan memang terasa menyeramkan, lebih dari yang saya bayangkan. Ditambah lagi ada trik saat anak-anak menggrebek para penjahat. Ide ini bahkan tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Salut deh!

Menyenangkan bisa berkhayal seperti anak-anak sembari belajar sains dan memecahkan kasus rumit. Overall, meski EYD-nya yang agak kacau, tapi ide uniknya membuat saya memberi empat bintang untuk buku ini. ;)

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^