Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

18 March 2014

[Resensi Buku] Kumpulan Dongeng Futuristik by Arleen A

Futuristik Tales Collection
Judul Buku : Kumpulan Dongeng Futuristik (Futuristic Tales Collection)
Penulis        : Arleen A
Ilustrator  : Harlis, Xienlan Winda, Tya Tekdung, Betty, Paula Amelia, Evelyn, Aprianto, Rudy Lie, dan Ernes
Penerbit      : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Terbit           : 2011
Tebal            : 200 halaman
ISBN             : 978-979-074-647-3
Rating          : 5/5

Resensi Buku :

Buku kumpulan dongeng dwibahasa yang ditulis oleh Mbak Arleen ini terdiri dari sepuluh kisah futuristik tentang roket, robot, mesin waktu, sepatu roket dan lainnya. Kisah-kisah dalam buku ini juga mengandung pesan-pesan moral bagi anak-anak. Seperti halnya sebuah dongeng yang sering kita baca dulu, dongeng dalam buku ini pun memiliki sebuah pesan yang ingin disampaikan pada anak lewat bahasa yang indah, kalimat yang positif dan diksi mudah dipahami. Bahasa Inggris yang ditulis di buku ini membuat anak bisa belajar bahasa Inggris sejak dini.

Dongeng memperkaya imajinasi anak agar berkembang dan juga mengajarkan hal-hal kebaikan pada diri anak. Bedanya, jika dongeng yang dulu kebanyakan kita baca adalah dongeng yang menceritakan tentang masa lalu di sebuah kerajaan antah berantah, maka kini penulis mengajak anak-anak untuk membayangkan bagaimana kehidupan di bumi ketika tekhnologi sudah semakin canggih.
ilustrasi the time machine
 Saat ini saja, tahun 2014, kita sudah terbiasa hidup dengan gadget yang mengalihkan kita dari kehidupan social di dunia nyata. Bagaimana bila kehidupan akan seperti yang ada di buku ini ya? Ada sepuluh judul kisah yang menarik untuk dibaca. Yaitu kisah :
  • Stanley The Housekeeping Robot,
  • Who Can Make The Best Rocket?,
  • Pripu The New Foreign Student,
  • The Time Machine,
  • All By Myself,
  • An Apple and A Sweater,
  • Bonbon The Real Dog,
  • A Planet We Call Home,
  • The Rocket Shoes, dan
  • A Wife for Greg.
ilustrasi A Wife for Greg
Sepuluh kisah itu masing-masing memiliki keunikannya tersendiri. Misalnya saja, kisah Stanley The Housekeeping ini mengajarkan arti kebahagiaan. Stanley adalah sebuah robot yang diperbantukan untuk membersihkan rumah keluarga Strauss. Ia ingin sekali menjadi robot lain yang lebih hebat, karena ia merasa pekerjaan rumah tangga yang ditanganinya sangat jauh dari kesan membanggakan. Ia ingin menjadi sebuah robot yang menangani banyak pekerjaan membanggakan seperti menjadi robot yang dipekerjakan di bank, robot pemadam kebakaran, robot polisi atau pun robot pilot. Apakah Stanley akan merasa bahagia setelah keinginannya tercapai?

“Stanley sadar sebenarnya yang penting bukanlah apa yang kau lakukan, tapi hidup bersama orang-orang yang kau sayangi dan yang menyayangimu juga.” (halaman 20)


ilustrasi All by Myself
Di kisah All By Myself, ada Jane yang marah karena sering mendengar omelan ibu. Ia mulai menyendiri di rumah kotak yang ia buat. Segala kebutuhannya dibantu oleh robot, ia tak butuh bantuan manusia termasuk keluarganya. Ada robot pembaca buku yang mendongengkannya, robot yang bisa memasak makanan, juga ada robot yang bisa membuat baju yang indah untuknya.  Apakah ia menyukai rumah barunya?
ilustrasi pripu the new foreign student
Di halaman berikutnya ada kisah Pripu The New Foreign Student. Pripu adalah murid pindahan dari planet lain. Ia sedang belajar ke bumi untuk mengamati kehidupan di sana. Bagaimana bila Pripu lebih suka dengan kehidupan yang serba otomatis? Ia tak akan mau mendaki, berjalan kaki, bermain dengan teman di bumi. Akankah ia bisa berubah menyukai kehidupan di bumi?

Di kisah An Apple and A Sweater, kita akan belajar tentang makna cinta. Bagaimana bila seorang gadis ingin menikah, padahal ada empat lelaki yang datang melamarnya dengan masing-masing membawa hadiah istimewa? Manakah yang akan ia pilih? Di sini anak bisa belajar sebuah kebijaksanaan hidup dari gadis bernama Judy.

“Aku tidak akan memilih pemuda pertama karena ia membuatku tidak bisa melakukan hal yang paling kusuka. Aku tidak akan memilih pemuda kedua karena ia hanya peduli pada penampilanku. Dan aku tidak akan memilih pemuda ketiga karena ia hanya memberikan janji-janji. Ia bahkan tidak menyempatkan diri untuk menemuiku. Berarti aku bukan prioritas utamanya. Aku akan memilih pemuda keempat. Ia benar-benar memerhatikan aku dan kesehatanku karena ia membawakanku sebuah apel dan sweater.” (halaman 118)

Overall, kumpulan dongeng futuristik ini sangat layak dinikmati anak-anak. Mereka akan menyukai kisah-kisah imaginative yang diilustrasikan dengan indah oleh illustrator-illustrator berbakat. Selamat berpetualang dalam buku ini ya. ;)

12 comments:

  1. kalau dongeng suatu kejadian di masa yang akan datang itu namanya bukan dongeng, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. model dongeng sekarang macem2 lho, kak xD

      Delete
  2. Buku anak lagi. suka banget masih ada yang gemar sama buku anak. :)

    ReplyDelete
  3. Buku bergambar dengan tema fantasi-futuristik seperti ini cocok untuk mengembangkan imajinasi anak-anak :)

    ReplyDelete
  4. Tapi sayang ya ilustratornya kebanyakan ^^ harusnya cukup satu saja si kalo menurutku ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagi tugas, kak. kalo satu buku diilustrasi sama 1 orang aja, bakal lama kelarnya :D 200 halaman lho berwarna semua, hehe. sama aja kayak melukis.

      Delete
  5. Wah cocok nih kayaknya buat anakku :D

    ReplyDelete
  6. Buku-buku bak Arleen itu keren-keren ilustrasinya. Kayak buku-buku luar. Tapi sayangnya, anak-anakku mah gak suka ceritanya. Mereka lebih suka cerita yang ng-Indonesia. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ilustrasinya bagus2. kalo cerita karena dia cenderung seperti buku bilingual dari luar negeri. selama ini buku bilingual harganya mahal2, makanya dia nulis sendiri buat anaknya.

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^