Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

20 March 2014

[Resensi Buku] Look Out, Secret Seven : Menerima Tanda Jasa by Enid Blyton


Judul Buku : Look Out, Secret Seven : Menerima Tanda Jasa
Penulis        : Enid Blyton
Penerbit     : Gramedia
Terbit         : Cetakan kelima, Mei 2012
Tebal          : 136 halaman
ISBN           : 978-979-22-7921-4
Rating         : 4/5

Resensi Buku :

Perkumpulan anak-anak pemberani bernama Sapta Siaga (SS) kali ini mengalami sebuah petualangan seru dan menegangkan. Anggota Sapta Siaga yang terdiri dari Peter, Janet, Barbara, Colin, Jack, George, Pam dan Skippy, anjing milik Peter. Anak-anak membuat sebuah tugas untuk diselesaikan dalam masa liburan. Saat itu mereka berkumpul di ruang rahasia milik mereka di lantai bawah rumah Peter yang biasa digunakan sebagai tempat rapat rahasia. Ada kata sandi yang mereka gunakan agar anak-anak bisa masuk ke ruangan itu yaitu “liburan”.

Sayangnya ada penyusup masuk di rapat pertama mereka kali ini. Skippy yang pertama kali sadar bahwa ia bukan Jack yang asli. Ternyata, Susie, adik Jack yang menyusup dalam rapat. Peter mengusir dia karena Susie dilarang masuk ke rapat penting itu. Susie pun meledek Peter dan ketika Peter keluar dari pintu, tahu-tahu ada air dingin yang disiram oleh Binkie, teman Susie yang juga sama-sama tukang jail.

Mereka berkumpul dan membahas tentang tugas yang akan dikerjakan. Colin mengusulkan untuk menyelesaikan tugas mencari tahu siapa yang mengambil medali milik mantan pensiunan tentara yang juga tetangga rumahnya bernama Jendral Branksome. Lelaki tua itu terlihat sedih saat Colin menemuinya di rumahnya. Ternyata medali–medali yang merupakan kebanggaan lelaki itu telah hilang dicuri oleh seseorang. Ciri-ciri pencuri tangannya kecil dan ramping sehingga bisa menembus pecahan kaca. Tangan itu hampir mirip tangan anak perempuan.

Karena iba melihat lelaki tua itu bersedih, Colin berjanji akan menemukan medali itu dan mengembalikan padanya. Padahal Colin tahu, sulit untuk mencari pencurinya. Tugas kedua SS dimulai yaitu anak-anak akan berjaga di hutan Bramley mencari si pencuri telur burung. Belakangan pencurian sangat marak terjadi sehingga populasi burung berkurang. Saat itulah anggota Sapta Siaga bertemu dengan Tom Smith yang ternyata berniat jahat. Mendengar bahwa medali itu disimpan di lubang pohon, Tom ingin mengambil dan membagi uang yang dijanjikan oleh Jendral Branksome sebesar 500 pound. Colin tak mau menerima penawaran itu. Maka dari itu ia pun bersiasat bila malam tiba, anak-anak akan berjaga di hutan dan mengambil medali yang disimpan. Dapatkah tugas kali ini berhasil? Bagaimana kisah petualangan mereka di hutan Bramley?

***

Kisah petualangan Sapta  Siaga ini membuat saya ingat dengan buku Secret Diary. Mungkin klub CC di Secret Diary mengadopsi SS di buku Sapta Siaga ini. Sebab di Secret Diary juga petualangannya dimulai dengan rapat anak-anak di sebuah ruangan yang dulunya adalah sebuah gudang. Rapat itu dilakukan untuk memecahkan misteri.

Enid Blyton mampu meramu misteri menjadi kisah yang asyik dibaca oleh anak-anak. Anak-anak bisa makin berani untuk menunjukkan keberanian mereka dalam memecahkan masalah, ketelitian dalam mengumpulkan petunjuk, kekompakan antara anggota tim, juga semangat pantang menyerah hingga masalah selesai. Buku ini ternyata berseri lho, serinya sampai 15 cerita. Sangat seru bila membaca buku ini apalagi dengan kisahnya yang membuat anak pun bisa mengasah simpati dalam dirinya.

Di buku ini pula saya baru tahu bedanya mendengking dengan menggeram. Anjing suka mendengking bila ia senang dengan sesuatu. Namun ia akan marah bila tidak suka pada sesuatu. Emosi marahnya akan dilampiaskan lewat menggeram. Di sini pula saya tahu bahwa Enid Blyton memang memiliki kebiasaan membuat anak-anak menyukai petualangan di alam bebas sambil membawa bekal makanan dan membiarkan orang dewasa berperan untuk menyelesaikan kasus kriminal. Tak pernah saya lihat Enid menulis kasus di mana anak-anak sampai membahayakan nyawa mereka sendiri. Sebab yang Enid ajarkan adalah keberanian dengan tetap berpegang pada prinsip bahwa bila kasusnya berat anak tetap harus menyerahkan masalah itu pada orang yang lebih dewasa dan berwenang menyelesaikannya misalnya polisi. Ya, menurut saya ini hal yang bijak. Empat bintang untuk kisah seru ini. ;)

7 comments:

  1. Yay, waktu kecil aku suka banget sama buku-bukunya Enid Blyton :)

    ReplyDelete
  2. membaca resensi itu sajaa mendadak bahagia. untuk beberapa menit saya jadi lupa kalau sudah tua. kembali ke usia sd adalah petualangan baru. hihihi

    maklum jaman sd dulu suka banget membaca genre ini

    nice review, kakak

    ReplyDelete
  3. kereeeeeen, pesan yang ingin disampaikan penulis bukan semata untuk anak2 tp juga untuk orang dewasa, tanpa harus menggurui. aaah, penasaran sama cerita petualang beginian :D

    ReplyDelete
  4. Baca resensinya sekilas, sepertinya menarik... Saya dulu juga sering baca kisah petualangan sih :)

    ReplyDelete
  5. Sapta Siaga! Ini dia salah satu bacaan favoritku saat aku kecil dulu.
    Beberapa waktu yang lalu shasa aku belikan Sapta Siaga, tapi kayaknya dia kurang suka bacanya. :(

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^