Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

6 March 2014

[Resensi Buku] Sepatu Kaca by Agnes Jessica

Sepatu Kaca - Agnes Jessica
Judul        : Sepatu Kaca
Penulis     : Agnes Jessica
Terbit      : Februari 2008
Tebal        : 240 halaman
Penerbit  : Gramedia
ISBN        : 978-979-22-3490-9
Rating      : 4/5
Resensi Buku : 

Penelope Gunawan atau Lolo terjebak dalam situasi rumit. Lolo tak menyangka orangtuanya tega meninggalkan dirinya yang baru saja datang dari Sydney. Lolo harus menghadapi kenyataan ayahnya dicari polisi dan bank karena hutang keluarganya yang mencapai dua ratus juta! Rumah mereka disita, toko sepatu kaca milik orangtuanya pun ditutup. Lolo pun mendapat sebuah amplop berisi surat permintaan maaf dari orangtuanya dan mereka berjanji akan datang sebulan kemudian untuk menjemputnya. Ia juga diberi uang limaratus ribu untuk menyambung hidup selama sebulan.

Lolo yang terbiasa hidup mewah mendadak menjadi gusar dengan hidupnya yang di ambang kehancuran. Apalagi mendadak ada seorang anak laki-laki berusia dua puluh tahun yang menguntitnya dengan alasan menagih hutang keluarganya. Lelaki itu bernama Kingsley dengan anjingnya bernama Grey. Kingsley bersikeras memaksa Lolo untuk tinggal di ‘gudang’nya agar Lolo tak kabur begitu saja.  Bagi King, Lolo adalah jaminan agar orangtua Lolo mau membayar hutang.

Seingat Lolo, ia pernah ditunangkan dengan seorang laki-laki bernama Levin Gunadi, anak pemilik toko sepatu di depan toko sepatu kacanya yang ditutup itu. Kedua keluarga itu sudah lama bersahabat, meski pertunangan itu tak dihadiri keduanya, tapi baik Lolo maupun Levin mendapat sebuah tanda pertunangan. Saat Lolo bertanya tentang kepastian apakah Levin bisa membantunya agar tidak diganggu King, Levin menanyakan pada orangtuanya. Ternyata, pertunangan itu hanya wacana saja, sebuah keisengan saja. Mengingat hal itu, Lolo sedih. Levin yang sudah mengenal Lolo dari cerita hidupnya, akhirnya mau membantu Lolo dengan menawarinya bekerja sebagai pramuniaga di toko sepatu miliknya.

Berawal dari sebuah acara makan di restoran bakmi kelinci, seiring berjalannya waktu, King dan Lolo makin akrab. Bersama-sama mereka mencari tahu mengapa orangtua Lolo bangkrut dan berusaha meraih lagi kejayaan toko sepatu itu. Bagaimana kisah cinta Lolo dan Levin? Dapatkah King menemukan di mana orangtua Lolo? Dan apa yang terjadi hingga keluarga Lolo bisa bangkut dalam sekejap? Temukan jawabannya di novel ini. ;)

***

Ini novel pertama dari Agnes Jessica yang saya baca. Awalnya saya beli bukunya karena harganya yang murah, 15 ribu saja waktu ada bazaar gramedia. Kisah kehidupan Lolo yang tragis itu, membuat saya mengingat lagi sebuah kejadian bertahun-tahun lalu. Memang benar, siapapun orang yang sedang berusaha untuk mengembangkan bisnisnya, jika tidak hati-hati akan terjebak pada investasi abal-abal. Faktanya membuktikan bahwa, investasi semacam itu bahkan bisa berawal dari teman sendiri. Seorang teman yang ternyata adalah musuh. Bisa dibayangkan berapa kerugian yang harus dibayar saat kepercayaan dibayar mahal dengan pengkhianatan?

Yang saya sukai dari novel ini, penulisnya tidak hanya fokus pada kisah cinta antara Lolo, Levin dan King saja, tapi juga bagaimana King menyelesaikan masalahnya dengan ayahnya. Juga bagaimana keluarga Lolo bisa bangkit lagi dari masa sulitnya dan membangun kerajaan bisnisnya dari awal lagi. Sebuah solusi yang ditawarkan King membuat saya tersenyum, ternyata anak yang terbilang anak kurang kerjaan itu bisa juga berpikir untuk memecahkan solusi. Padahal selama ini Lolo mengira bahwa King seperti anak bodoh yang jarang belajar.

Karakter tokohnya kuat dan konfliknya pun membuat gregetan dan penuh intrik hingga saya terkecoh saat menebak di mana orangtua Lolo berada setelah menghilang secara misterius. Hanya saja, ada bagian yang masuk sensor karena hanya dikhususkan untuk pembaca berusia 21 ke atas. Beruntung karena penerbitnya sendiri sudah melabeli novel dewasa di cover belakang, artinya mereka sudah membatasi target pembacanya. Kadang ada juga kan, penerbit yang tak melabeli novelnya? Jadi pembaca pun kecele kalau tak ada label. 

Dari novel ini pun, kita bisa belajar bagaimana bisnis toko sepatu itu dirintis dan bagaimana mengembangkannya. Juga prinsip hidup bagi para pengusaha yang memulai dari awal. Seperti ini misalnya : 

“Jangan senang dulu, dan jangan menghitung ayam sebelum menetas.” (halaman 181)

Quote ini artinya, bagi pengusaha yang menjual produk, jika belum terjual jangan menghitung keuntungan yang semu. Misalnya sudah menghitung jika terjual 100 pcs akan untung 2 juta. Karena belum tentu laku terjual. Intinya rencana masih akan jadi rencana sampai hal itu jadi kenyataan.

                Overall, empat bintang untuk kisah penuh intrik ini. ;)

6 comments:

  1. Saya coba cari novelnya dulu deh Mbk. Saya semakin lama membaca kok saya semakin penasaran dengan novelnya. Alur ceritanya sepertinya berbeda dengan beberapa novel yang sudah pernah saya baca. Makasih ya Mbk Ila...

    ReplyDelete
  2. Wah blognya banyak kumpulan buku buku yang menarik,,,, mencerminkan yang punya blog ini hoby membaca
    Nice Blog :)

    ReplyDelete
  3. belum pernah baca agnes jessica, sepertinya ceritanya berunsur-unsur misteri juga ya... menarik nih..

    ReplyDelete
  4. Kalau urusa reserensi sulit kaynya untuk dilakukan. Butuh pemahaman ekstra..

    ReplyDelete
  5. Aku punya tapi belum dibaca :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^