16 Juni 2022

Resensi Buku Janshen by Risa Saraswati


Judul Buku : Janshen

Pengarang : Risa Saraswati

Penerbit : Bukune

Terbit : Cetakan Pertama, 2017

Tebal : 214 halaman

ISBN : 978-602-220-241-7

Genre : Novel Horor 

Rating : 4/5 🌟

Baca via Google Play Book


❤❤❤


Sinopsis Buku Janshen by Risa Saraswati: 


"Risa, kau gemuk!” 

“Risa, aku takut hujan!” 

“Risa, aku benci disebut hantu!” 

“Risa, seandainya gigiku tak ompong!” 

“Risa, aku rindu Anna….” 

“Risa… terima kasih, biarpun kau jelek, aku menyayangimu. Sama seperti sayangku kepada Annabelle. Jangan berhenti menemuiku karena menemuimu membuatku merasa hidup.” 


—Jantje Heinrich Janshen— 


Selama ini kita memanggilnya “Janshen”, padahal itu adalah nama belakang keluarganya. 


Sejak lahir, anak ini dianggap sebagai pembawa kebahagiaan karena siapa pun yang ada di sekitarnya selalu merasa bahagia. 


Tak ada yang mau tahu bagaimana kisah hidupnya. Semua sahabat hantuku tak tertarik mencari tahu karena masalah terberat seorang Janshen hanyalah gigi ompong yang membuat anak itu menjadi bulan-bulanan. 


Kupikir hidupnya selalu menyenangkan, kupikir harinya selalu dipenuhi tawa. Ternyata aku salah, anak sekecil dan selucu dia harus menghadapi banyak masalah hingga akhir hidup. 


Selamat datang di kehidupan si hantu ompong favoritku. 


Selamat menyelami sisi gelap masa lalunya.


❤❤❤


Resensi Buku Janshen by Risa Saraswati: 


Novel Janshen ini berkisah tentang Janshen, teman Risa Saraswati yang pernah dikisahkan di novel lainnya yaitu Danur. 

Sesuai dengan judul, buku ini bercerita tentang kisah hidup Si ompong Janshen.
Janshen merupakan anak kecil yang dikenal dengan karakternya yang selalu ceria. Ia hampir saja genap berumur enam tahun. 

Anak itu bernama lengkap Jantje Heinrich Janshen, dan dipanggil Jantje. Nama Janshen sebenarnya hanya nama belakang, namun ia sendiri meminta kepada ayahnya, Jan Garrelt Janshen untuk menjadikan Janshen menjadi nama panggilannya. Katanya, Jantje lebih pantas digunakan pada anak perempuan. Namun, nama ini adalah pemberian kakaknya yang bermakna "yang maha pengasih"

Keluarga Janshen adalah keturunan Netherland yang termasuk tergolong keluarga biasa, kehidupan mereka membaik setelah pindah ke Hindia Belanda. 

Ayahnya, Garrelt memiliki seorang istri bernama Marthaus Janshen. Mereka dikaruniai 4 anak, 3 diantaranya adalah perempuan. Janshen lahir di Hindia Belanda, bukan di Netherland.

Sedangkan, 3 nama anak gadis keluarga Janshen antara lain : Maria Elizabeth Janshen (Lizbeth), Engel Annabele Janshen (Anna), dan Margarethie Reina Janshen (Reina)

Anak ketiga yang bernama Reina adalah tipe gadis Belanda anggun yang selalu membuat mata laki-laki berpaling kepadanya. 

Keluarga Janshen memutuskan untuk menetap di kota Bandoeng, meskipun awalnya mereka tinggal di Batavia. 

Hal ini dipertimbangkan setelah melihat Bandoeng bisa menjadi tempat tingggal bagi keluarga mereka, selain itu mereka juga punya salah satu cabang usaha perdagangan Garrelt di sana.

Awalnya hidup keluarga Janshen baik-baik saja, bahkan termasuk keluarga yang disegani di Bandoeng. Selain baik hati, mereka juga membolehkan anaknya untuk bergaul dengan pribumi dan anak keturunan Belanda, sehingga membaur dan tidak membedakan kasta. 

Masalah muncul saat Reina jatuh cinta dengan Robert, namun mamanya menentang hubungan mereka karena ia tak mau Lizbeth menderita. Sebelumnya, sejak kecil Lizbeth terkena penyakit lemah jantung, sehingga merasa tidak bisa punya hak untuk jatuh cinta pada lelaki lain. 

Reina boleh saja suka dengan Robert, tapi tak boleh menceritakan hal itu di depan Lizbeth demi menjaga kesehatan kakaknya. 

Tak disangka, Reina malah jatuh sakit karena memikirkan hal itu. Di saat itulah orang tuanya baru tahu bahwa Reina sakit lemah jantung juga seperti kakaknya, dan juga kena kanker darah yang sulit diobati sehingga sering mimisan. 


Cover baru janshen


Demi mengobati Reina dan Lizbeth, maka papa dan mama Janshen pun pergi ke Netherland, namun meninggalkan Anna dan Janshen di rumah mereka, sembari dijaga oleh pembantu rumah tangga. 

Selama di rumah, Anna belajar dengan guru baru bernama Joshua yang ternyata setengah Netherland - Pribumi. 

Tanpa diduga, Joshua makin dekat dengan Anna, namun Janshen tak suka kakaknya dekat dengan Joshua. Robert pun curiga bahwa Joshua ada maksud lain, sehingga ia meminta Anna untuk hati-hati selama di rumah.


Baca juga : Resensi Buku Peter by Risa Saraswati


Sebuah insiden muncul, Joshua mengirim makanan untuk Anna, namun gadis itu tidak memakannya. Yang makan justru anjing kecil dan Janshen. 

Janshen dirawat di rumah sakit, dan diungsikan ke rumah Robert karena khawatir ada pemberontakan. Anna mengajukan untuk pindah ke Netherland, namun suasana tidak konfusif lagi. 

Pertempuran terjadi antara tentara Nippon dan sisa keluarga Robert dan Anna yang mengungsi di loteng. Sayangnya, Satirah (teman Reina) justru mengacaukan hal itu dan membuat rumah Robert diserbu tentara Jepang. Hasilnya, Janshen meninggal di tangan tentara Nippon yang membunuhnya. 

Sejak saat itu, Janshen tak tahu kenapa ia tak bertemu Tuhan, tapi justru menjadi hantu gentayangan. Ia rindu keluarganya, dan rindu Anna yang sangat melindunginya. Hingga akhir hayatnya, bagi Janshen keluarga adalah segalanya. 


Baca juga : [Resensi Buku] Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer


Menurut saya : 


Novel Janshen sama seperti novel Peter, jauh dari kesan horor dan mistis. Justru lebih banyak cerita tentang kisah semasa Janshen masih hidup di zaman pejajahan Jepang. Bagi pembaca seperti saya, novel ini sangat ringan dan bisa dihabiskan dalam sekali baca. 

Kisah Janshen sangat memilukan di akhir cerita, namun kalau ingat kisah hidup keluarganya sangat harmonis, saya jadi tahu bahwa tidak semua orang Belanda jahat. 
Bahkan ada yang baik dan memberikan gaji yang tinggi, seperti keluarga Janshen. 

Hanya saja, status Hindia Belanda sebagai tanah jajahan Netherland memang membuat semua orang serba salah. Berada di persimpangan jalan, apakah akan memberontak atau tidak.

Tapi dalam kasus keluarga Janshen, keluarga mereka berantakan karena kecemburuan sosial, karena dianggap kaya raya di saat banyak inlander yang juga tidak bisa mendapatkan kekayaan seperti mereka. 

Gaya bahasa yang digunakan Risa Saraswati sangat sederhana dan mudah dipahami. Jadi pembaca bisa ikut larut dalam kisah keluarga Janshen tersebut.

Overall, 4 bintang untuk novel Janshen ini. Selamat membaca ya! 


Baca juga : 

Resensi Buku Gadis Kretek by Ratih Kumala



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^