11 Juni 2022

[Resensi Buku] Hisashiburi - Janice Chrysilla

 


Judul Buku : Hisashiburi

Penulis : Janice Chrysilla

Penerbit : Grasindo

Terbit : Cetakan pertama, Januari 2019

Tebal : 241 halaman

Genre : novel romance

ISBN : 978-602-0516127

Rating : 5 ⭐

Harga buku : Rp 62.000

Baca ebook di Gramedia Digital


❤️❤️❤️



[Sinopsis Buku] Hisashiburi - Janice Chrysilla :


"Hisashiburi -- lama tidak bertemu," ucap orang itu setelah bertahun-tahun tidak melihat orang di depannya. Setelah lama kosong, hatinya kini terisi penuh lagi.

Ini adalah kisah tentang dua orang yang setia menanti kehadiran cinta. Salah seorang dari mereka tengah menunggu kehadiran seseorang yang bisa ia cintai dengan sungguh-sungguh untuk kali pertama. Sementara itu, yang lainnya sedang menunggu kehadiran seseorang yang selama ini tidak pernah mengindahkan perasaanya.

Ketika potongan-potongan kisah dari masa lalu datang menghantui, keduanya pun diuji untuk memecahkan teka-teki yang selama ini menyesatkan hati.


❤️❤️❤️


[Resensi Buku] Hisashiburi - Janice Chrysilla :


"Tisu saku gratis, silakan diambil."

Oshiro Kanata bekerja sebagai pekerja paruh waktu yang membagikan tisu gratis berlogo tempatnya bekerja di sekitar stasiun Akihabara, Jepang. Ia selalu mengenakan kostum anjing Shiba berwarna cokelat dan putih saat membagikan tisu gratis. 


Yang paling Kanata senangi dari pekerjaan itu adalah kesempatan untuk membuat orang lain tersenyum dari balik kostum maskot berbulu itu. Selain itu, Kanata juga senang karena dari balik kostum itu, ia bisa melihat dunia luar tanpa khawatir akan pendapat orang lain terhadap dirinya. Ia merasa tidak percaya diri, jika tidak mengenakan kostum anjing Shiba. 


Kanata sering melihat seorang gadis duduk sendirian di dekat pohon besar di stasiun Akihabara. Ia mengamati gadis itu, dan penasaran kenapa gadis itu sering duduk di sana sambil membawa buku. 


Baca juga : [Resensi Buku] Saga No Gabai Baachan - Yoshichi Shimada



Hari itu, Kanata memberanikan diri untuk membagikan tisu gratis berlogo anjing Shiba pada gadis yang sedang menangis itu. 


Tak disangka itulah hari pertemuan yang mengesankan antara Oshiro Kanata dan Shibata Aimi, si gadis yang sedang menangis itu. Aimi menanti kekasihnya di hari hujan salju turun pertama kali, namun kekasihnya tak kunjung menepati janjinya. 


"Tiga tahun yang lalu, aku berpisah dengan cinta pertamaku di tempat ini. Hari itu adalah hari terakhir aku melihatnya, sebelum kami sepakat untuk mengakhiri hubungan dan tidak mencari satu sama lain lagi." (Hlm. 9)

 

"Lelaki itu adalah pribadi paling kompleks yang pernah kutemui. Ia membuatku bahagia dan bersedih pada saat yang sama di hari itu--ketika kami bertemu untuk terakhir kalinya sebelum berpisah, di tengah-tengah salju yang mulai turun."

 

"Setelah aku mengatakan bahwa aku sedih karena kami harus berpisah, ia membuatku senang dengan memberikan janji untuk bertemu lagi di tempat ini ketika salju turun."


Lelaki itu tak pernah datang kembali dalam hidup Aimi, namun gadis itu masih setia menunggu di tempat yang sama setiap kali hujan salju turun pertama kali, selama 3 tahun berturut-turut. Aimi masih berharap ia akan bertemu dengan cinta pertamanya itu.  Meskipun hujan badai menghadang, namun ia tak kunjung beranjak dari tempatnya duduk. 


Baca juga : [Resensi Buku] Doriyaki Rasa Baru - Dorippu


Aimi senang dengan pertemuannya bersama Shiba-kun karena orang dibalik kostum anjing Shiba itu mau mendengar cerita cintanya tanpa menyela dan mencemooh. Mereka pun berpisah jalan tanpa tahu siapa yang ada di balik kostum anjing Shiba tersebut.


Di tempat lain, ada Takagi Jun yang menjadi teman kos Kanata. Ia memiliki hobi mempermainkan perasaan perempuan. Takagi Jun sering menghabiskan waktu bertemu dengan gadis cantik yang menyukainya, meskipun lelaki itu tidak menganggap gadis manapun sebagai kekasih. Hubungan Takagi Jun dengan para gadis itu hanya sebatas kegiatan bersenang-senang saja.


Aimi menyukai Lelaki Salju sejak mereka bersekolah di tempat yang sama. Aimi dekat dengan lelaki itu, namun tak ada kejelasan hubungan antara keduanya. Lelaki Salju lebih suka menganggap Aimi sebagai sahabat dibanding sebagai kekasih, karena ia takut berkomitmen dan melukai hati pasangannya.


"Aku tahu kau mau berhubungan dengan serius. Dari caramu mencintai dunia sastra yang amat kau kagumi itu, aku tahu kau adalah orang yang bisa mencintai dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, aku tidak ingin kau membuang waktumu yang berharga dengan menyayangiku." (Hlm. 34)


Aimi minta waktu 1 tahun agar bisa mengubah pandangan Lelaki Salju tentang arti cinta dan komitmen. Ia ingin membuat lelaki yang dicintainya tahu bahwa cintanya bisa diperjuangkan dan tidak membuang waktunya yang berharga untuk menyayanginya. Namun, Aimi salah karena lelaki salju itu justru memutuskannya di hari bersalju, dan ia tak pernah datang lagi dalam hidupnya. 


Penantian itu terkesan konyol karena Aimi menunggu sesuatu yang jelas-jelas tak akan pernah datang kembali. Namun, Aimi berharap ada keajaiban seperti dalam dongeng yang ia baca di buku sastra klasik favoritnya.


Suatu hari, Aimi baru sadar bahwa lelaki berkostum anjing Shiba itu ternyata adalah sahabat dari Lelaki Salju yang dicintainya saat SMA. Yang lebih mengejutkan lagi adalah fakta bahwa lelaki berkostum anjing Shiba itu ternyata telah jatuh cinta padanya saat SMP.


Lalu, siapa yang akhirnya Aimi cintai nanti? Akankah cinta sejati datang kembali seperti yang diinginkan oleh Aini selama ini?


Yuk baca cerita selanjutnya dalam novel Hisashiburi ini! Selamat membaca ya! 😍


❤❤❤

Hisashiburi : Saat Cinta Kembali Bersemi


Hisashiburi ( 久しぶり) artinya "ーLama tidak bertemu" adalah sebuah ungkapan untuk menyatakan bahwa orang yang kita temui sudah lama tidak bertemu dalam waktu yang panjang. Ucapan Hisashiburi dianggap sebagai ungkapan rasa senang yang sangat dalam karena pertemuan tersebut sangat mengesankan.


Dalam novel Hisashiburi ini dikisahkan bahwa Aimi sangat terkesan dengan pertemuannya lagi bersama Lelaki Salju (Takagi Jun) yang sangat ia cintai. Namun kata Hisashiburi juga merujuk pada kisah lelaki berkostum anjing Shiba (Shiba-kun) yang ternyata adalah seorang lelaki di masa lalu Aimi. Lelaki bernama Oshiro Kanata.


Shiba-kun adalah laki-laki yang pernah menjadi pengagum rahasia Aimi saat SMP. Namun, ia tidak pernah mengutarakan rasa cintanya karena ia insecure dengan dirinya sendiri. 


Bahkan, Shiba-kun rela menjadi orang yang mendengarkan segala keluh kesah Aimi selama mereka berkenalan dan bertemu di kursi panjang dekat Stasiun Akihabara. Meskipun Shiba-kun sangat jarang mengeluarkan suara untuk menanggapi cerita Aimi. Aimi sangat senang karena ia bisa menceritakan perasaannya pada orang lain agar hatinya merasa lega. 


Dalam novel Hisashiburi ini kita akan belajar bahwa mencintai seseorang yang tidak pernah mencintai kita itu adalah sebuah kekonyolan yang seharusnya tidak pernah terjadi.


Kita lebih baik jatuh cinta dengan orang yang mencintai kita daripada mencintai orang yang tidak pernah menganggap kita ada. 


Aimi selalu mengira bahwa cinta sejatinya adalah bersama Lelaki Salju yang sikapnya sedingin salju di musim dingin. Namun, sebenarnya yang ia cintai adalah imajinasinya sendiri karena Takagi Jun, si Lelaki Salju tidak pernah menganggap perasaan itu sebagai rasa cinta yang mendalam.


Saat Aimi tahu bahwa Shiba-kun (Oshiro Kanata) ternyata adalah sahabat Takagi Jun, ia terkejut karena perasaan cinta Shiba-kun bertepuk sebelah tangan.


Aimi merasa nyaman dengan cerita-cerita yang dikisahkan pada Shiba-kun, namun tidak pernah terbayangkan bahwa lelaki itu akan menampakan wujudnya dalam bentuk di luar kostum anjing Shiba. Aimi jadi mempertanyakan perasaannya sendiri, apakah ia benar-benar suka dengan Shiba-kun atau tidak?


Cinta yang tulus itu cinta yang tak mengharapkan balasan kan?

Baik Aimi maupun Oshiro Kanata tidak berharap bahwa cinta mereka berbalas pada orang yang mereka cintai. Ini sebenarnya konyol, karena menghabiskan waktu untuk orang yang tidak pernah mencintai kita sebenarnya adalah patah hati terburuk yang pernah ada. 


Novel Hisashiburi mengisahkan tentang kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan, namun dalam balutan nuansa Jepang yang sangat kental di musim dingin yang menggigil. Kisah ini membuat saya sadar, bahwa cinta yang sejati seharusnya saling mengisi satu sama lain, bukan hanya dilakukan satu orang saja.


Baca juga : [Resensi Buku] Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela by Tetsuko Kuroyanagi









Jadi apa novel Hisashiburi ini sangat worth it? Kalau menurut saya, ya! Soalnya novel ini juga telah memenangkan Lomba Juara 3 Grasindo Fiction's week. 


Baca juga : [Resensi Buku] Dua Belas Pasang Mata - Sakae Tsuboi



Selain itu, pilihan diksi di novel romantis ini juga sangat lembut dan membangun suasana yang sangat menyenangkan. Rasanya seolah pembaca ikut jatuh cinta seperti Aimi, Shiba-kun maupun Takagi Jun. 


Selain itu, misteri yang diberikan sedikit demi sedikit membuat rasa penasaran pembaca klimaks. Pada akhirnya pembaca tahu bahwa Shiba-kun adalah orang yang ternyata pernah dekat dengan Aimi, meskipun mencintai dalam diam. 


Overall, saya suka novel Hisashiburi ini. Rasanya akan sangat menyenangkan jika dibaca sambil membayangkan suasana salju musim dingin di Jepang, sembari menyeruput coklat panas yang membuat perasaan jadi menghangat. ❤


Nah, selamat membaca ya! 😍



❤️❤️❤️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^