Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

19 February 2014

[Resensi Buku] Smash! by Nonier




Judul Buku : Smash!
Penulis        : Nonier
Tebal           : 248 halaman
Terbit          :  Maret 2008 
Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama
ISBN            : 9792235487 (ISBN13: 9789792235487)
Rating          : 4/5


Sinopsis Buku : 
Dalam pertandingan bola voli ataupun naklukin cewek, Aryo pantang menyerah. Gelar pemain andalan sekaligus playboy melekat erat dalam dirinya. Kalau macarin cewek, Aryo paling cuma tahan dua bulan. Setelah itu...bosen dan cari lagi yang baru!

Tapi di rumah Aryo kalah dari Ardi. Masnya ini ulet berbisnis dan selalu macarin cewek-cewek cakep. Makanya Aryo bingung juga waktu Ardi mau aja dijodohin sama Rayana, anak kelas 3 SMA yang cakepnya sedeng-sedeng aja. 

Aryo merasa Rayana nggak selevel dengan Ardi. Aryo juga curiga Rayana cewek matre. Aryo berniat menguji kesetiaan sang calon kakak ipar yang ternyata adik kelasnya waktu di SMA itu. Dia sengaja menggoda Rayana supaya cewek itu jatuh cinta padanya. 

Rayana yang pendiam namun bukan cewek melempem ternyata membuat dunia Aryo jungkir-balik. Dan... kali ini Aryo kena batunya!

Resensi Buku : 

Kisah bermula dari perjodohan Rayana dengan Ardi, cowok yang selisih usianya 6 tahun di atas Rayana karena kedua orang tua mereka saling kenal. Padahal Rayana baru kelas 3 SMA. Rayana memang lebih dewasa dibanding teman-temannya yang lain. Dia sudah terbiasa mandiri karena ayahnya sudah lama meninggal. Dia tipe cewek biasa aja. Cantik enggak, jelek juga enggak. Manis ya. Trus, kutu buku banget. Rayana ikut bantu-bantu di sebuah sanggar, ada suatu kejadian di mana Rayana membantu sanggar itu membuat acara perpustakaan keliling. Dan saya rasa ide ini keren, apalagi dimasukkan ke dalam novel seperti ini. Kali aja jadi menginspirasi pembaca lain untuk membuat perpustakaan keliling juga. Hehe.

Perjodohan ini sebenarnya ga ada masalah, Rayana tipe cewek yang patuh sama nasihat ibunya – bu Ratna. Jadi dia menerima begitu saja perjodohan ini. Ardi juga begitu, alasannya karena ingin menyenangkan hati orang tuanya, pak Bekti dan bu Rengganis. Jadi meski intensitas komunikasinya masih kurang, Rayana sudah menutup hatinya untuk cowok lain. Padahal Ardi masih cinta pada mantannya, Hanita.

Ternyata, Aryo adik Ardi ga rela kalo kakaknya main asal dijodohin segala. Apalagi sama cewek yang kategorinya biasa aja. Apalagi kakaknya itu masih setengah hati belajar untuk cinta pada Rayana. Kakaknya itu sudah mapan punya bisnis furniture dan sudah membangun rumahnya sendiri, jadi menurut Aryo kalo cewek itu ga pantes buat masnya. Aryo penasaran pengen membuktikan apakah cewek seperti Rayana bakal tetap setia sama masnya atau tipe gampang tergoda oleh rayuan cowok lainnya. 

Padahal Aryo -kapten voli di Klub Championa itu- terkenal gonta ganti pacar sebulan sekali. Klub Championa bersaing dengan Klub Magneto dengan Banjar sebagai inti pemain yang diunggulkan. Banjar sama-sama suka dengan Rayana. Jadi, bisakah Rayana  jatuh cinta pada pesona Aryo? Bisakah Aryo mengalahkan Banjar, rivalnya untuk mendapatkan hati Rayana? Baca aja buku ini. ;)

***

Bisa dibilang novel ini adalah salah satu novel yang memuat unsur lokalitas, maksudnya setting tempatnya itu di Indonesia banget. Jogja gitu lho. Sayangnya, label teenlit ini saya pikir kurang sesuai penempatannya. Karena porsi cerita si Aryo, tokoh cowok dalam novel ini yang seorang anak kuliahan justru lebih banyak diekspose oleh penulisnya dibanding tokoh si cewek yang anak SMA. Anak kuliahan itu remaja bukan, dewasa juga bukan. Dewasa nanggung gitu lah. Meski Aryo baru semester dua, namun pola pikirnya sudah berbeda dengan anak remaja. Jadi mungkin lebih baik kalo dimasukkan ke dalam kategori young adult.

Di novel ini saya juga suka ketika penulisnya banyak menulis tentang potensi wisata di kota Batang, ada sebuah festival layang-layang di pantai daerah yang menjadi tempat berlibur Aryo dan Rayana. Lalu di Jogja, penulisnya juga mengenalkan kita pada wisata Jogja yang khas seperti mencicipi sate Samirono, Malioboro, dll.

Kisah cinta dalam novel ini rasanya nano-nano. Campuran antara rasa sebel, jutek, cemburu, emosi, gregetan sama tingkah jail Aryo dan lucu! Adegan-adegan di novel ini jika diadaptasikan ke sebuah FTV, rasanya tak perlu diragukan lagi, karakter para tokohnya bisa membuat cerita ini difavoritkan pemirsa. Di novel ini juga banyak bagian yang membahas aktivitas Aryo sebagai atlit bola voli.  Salah satu yang membuat novel ini saya suka, endingnya. Lucuu dan ngetwist abis! Like like like! :D

Suka pas bagian ini nih : 


“Aku setel musik, ya!” kata Aryo untuk mengubah suasana kaku di antara mereka. Dipencetnya tombol MP3 player di mobil.
Aduh mak! Lagu campur sari Didi Kempot langsung memenuhi udara. Rayana menoleh kaget, nggak nyangka selera Aryo ternyata campur sari.
“Ini punya Eyang Sarwondo. Beliau penggemar berat Didi Kempot. Asli! Bukan aku kok!” Wajah Aryo memerah.
Rayana tersenyum. Habis si Aryo ngarang. Bilangnya dia nggak suka Didi Kempot, tapi kepalanya manggut-manggut ngikutin irama musik, sambil menggumamkan liriknya pula.
“Hahaha…!” Rayana akhirnya tertawa saat Aryo kelepasan nyanyiin reff-nya lebih dulu sebelum Didi Kempot.
Aryo tersenyum. Duh, senangnya melihat Rayana yang seperti ini.

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^