Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

14 February 2014

[Resensi Buku] Ramadhanku yang Hebat by Rani Yulianty

cover buku Ramadhanku yang hebat
Judul Buku : Ramadhanku yang Hebat
Penulis        : Rani Yulianty
Tebal           : viii+72 halaman
Terbit          : Agustus 2011
Penerbit      : Sygma Publishing
ISBN            : 978-979-055-291-3
Rating          : 4/5

Resensi Buku : 
Apa kabar Ramadhan? Adakah yang merindukannya? Saya sudah rindu dengan aroma Ramadhan, makanya buka buku anak ini lagi. Sudah lama punya, tapi belum selesai baca, karena keburu dibaca sama adikku. :D Btw, apa yang kamu ingat tentang Ramadhan? Ramadhan adalah bulan suci umat muslim, sehingga sangat dianjurkan untuk memuliakannya.
isi buku
Dalam buku Ramadhanku yang Hebat, Mbak Rani Yulianty mengajak pembaca untuk mengenal apa saja pernak-pernik dalam menyambut bulan Ramadhan. Nah, ini dia nih, kita akan diajak berkenalan dengan Umar dan Nisa, kakak adik yang menjadi tokoh utama buku ini. Ada juga Oni, teman Umar yang nakal. Umar dan Nisa akan mengajak kita menelusuri apa itu bulan Ramadhan? Bagaimana cara menentukan Ramadhan? Kenapa ya bulan Ramadhan itu hebat?
Para tokoh di buku Ramadhanku yang Hebat
Di buku ini, pembaca juga diajak untuk memahami keutamaan sahur, tarawih, puasa, dan ada juga ngabuburit, lo! Saat kita shalat Tarawih, kita perlu tahu bagaimana caranya, di buku ini dijelaskan dengan rinci dengan gaya bahasa anak-anak yang santai namun penuh makna.
Ilustrasi 1 : Persiapan Ramadhan
Saya suka penuturannya, tepat sasaran. Bahkan adik saya yang kelas 5 SD setelah membaca bagian Lailatulqadar jadi ingat bahwa dia juga hafal suratnya. Menurutku, buku ini komunikatif dengan cara yang unik dan tidak menggurui.  Buku ini disertai ilustrasi tokoh dan kegiatan yang dilakukan para tokoh. Segmen pembaca buku ini adalah anak berusia 10-12 tahun.
ilustrasi 2 : keluarga Umar dan Nisa berkumpul untuk merayakan Idulfitri
Pembaca juga diajak untuk belajar tentang keutamaan Lailatulqadar, membayar zakat, dan bagaimana orang di negaa lain merayakan Idulfitri. Semua dikupas dalam buku ini secara sederhana dan bahasa yang menarik.  Di dalam buku ini, saya juga baru tahu tentang asal usul shalat tarawih. Asal kata tawarih berasal dari kata “raha” yang berarti istirahat. Ini karena setelah dua atau empat rakaat, orang yang sudah shalat beristirahat sejenak untuk melepas lelah karena bacaan shalat tarawih cukup panjang. (halaman 22)
agenda ramadhan
Ada juga hadits tentang Lailatulqadar :

Dalam Sahih Bukhari dan Muslim disebutkan sebuah riwayat yang berasal dari Ubadah bin Ash Shamit bahwa dia berkata, “Nabi pernah menemui kami untuk mengabarkan datangnya lailatulqadar, tapi ternyata ada dua orang dari kaum muslimin yang saling mengutuk. Rasulullah saw. kemudian berkata, ”Sungguh, aku keluar untuk mengabarkan datangnya lailatulqadar kepada kalian. Akan tetapi, ternyata Fulan dan Fulan saling mengutuk sehingga kabar tersebut ditarik kembali oleh Allah. Barangkali hal itu akan lebih baik bagi kalian semua. Oleh karena itu, songsonglah lailatulqadar tersebut pada malam kesembilan, malam ketujuh, dan malam kelima (sepuluh malam terakhir).”

Selain ada hadits dan ayat Al Qur'an yang merupakan dasar dilakukannya ibadah tersebut, buku ini juga dilengkapi dengan cerita anak yang inspiratif dan agenda ramadhan. Terimakasih mba Rani. Ditunggu bukunya yang lain ya. :D

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^