5 Januari 2022

[Resensi Buku] Kumpulan Dongeng Asia Tenggara : Cerita Negeri Tetangga - Vietnam

 



Judul Buku : Kumpulan Dongeng Asia Tenggara - Cerita Negeri Tetangga : Vietnam

Pengarang : Hapsari Hanggarini

Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (BIP)

Terbit : Edisi Digital, 2021

Tebal : 20 halaman

ISBN : 978-623-04-0244-9

Genre buku : pictbook

Rating : 5 ⭐

Harga buku : Rp 25.000


Baca ebook di aplikasi Gramedia Digital


❤️❤️❤️


Sinopsis Buku : 


Dongeng-dongeng menghibur dari negara di Asia Tenggara ini akan mengajak kita memahami rupa-rupa cerita kehidupan. 


Di dalamnya terdapat dongeng sederhana yang bisa membawa kita bertualang ke negeri tetangga. 


Di setiap ceritanya juga terdapat nilai-nilai moral yang bisa kita petik. Koleksi semuanya! 


❤️❤️❤️


Resensi Buku : 


Buku Cerita Negeri Tetangga Vietnam ini berkisah tentang dongeng yang terjadi dalam masyarakat Vietnam. 


Nama para tokohnya juga menggunakan nama khas orang Vietnam sehingga agak sulit diucapkan. 


Dalam dongeng pertama berjudul "Kisah Gadis Kembar Berpunuk", dikisahkan ada dua gadis kembar bernama Thao dan Hien. 


Keduanya memiliki perangai yang sangat bertolak belakang. Hien gadis manja, sedangkan Thao sangat penurut dan rajin. 


Suatu hari ayahnya sakit, jadi ia meminta untuk mencari tanaman herbal di hutan. 


Sayangnya, saat akan pulang, Thao justru bertemu dengan sekelompok suku yang ada di pedalaman hutan. Ia dijamu makanan lezat, ikut bernyanyi dan diajak bersenang-senang. 


Namun, Thao bilang akan pulang, jadi kepala suku mengambil punuk Thao sebagai jaminan. 


Saat pulang, Thao mengisahkan hal itu pada ayahnya, hingga kemudian keajaiban itu didengar Hien. Hien pun pergi ke hutan demi mewujudkan keinginannya : menghilangkan punuk unta. 


Hien pun menyamar menjadi Thao. Namun kesalah pahaman muncul karena suara Thao dan Hien sangat berbeda jauh. Suara Hien sangat jelek saat bernyanyi. 


Lalu, Hien memaki kepala suku hingga membuatnya dihadiahi punuk yang disimpan sang kepala suku itu. 


Sungguh malang, Hien kini malah memiliki dua punuk. Hiks. 😒


❤️❤️❤️


Dalam dongeng Vietnam yang pertama, kisah ini menceritakan tentang si kembar. 


Di Indonesia seingat saya belum ada dongeng tentang kembar kecuali kisah Pandawa dan Kurawa. 


Dalam dongeng Vietnam ini, penulis lebih banyak memberikan narasi dibanding dialog. Jadi, yang membuat kisah ini menarik justru gambar ilustrasinya. 


Ilustrasi buku dongeng ini sangat cantik dan bercerita. Jadi pembaca anak-anak bisa melihat visualisasi cerita dongeng tersebut. 


Penggambaran gadis kembar tapi berpunuk ini menurut saya unik ya. Saya ngak tahu kenapa ada punuknya, apakah penyakit turunan atau bagaimana. Tapi zaman dulu memang sering ada orang yang jalannya membungkuk hingga terlihat berpunuk. 


Nah, saya nggak tahu ini karena keturunan alias genetik atau karena kebiasaan. Tapi sepertinya karena faktor keturunan. 


Dalam dongeng, hal mustahil sekalipun bisa terjadi. Begitu juga dengan keajaiban yang menghampiri Thao yang kehilangan punuknya. Padahal Thao hanya menjalankan tugas dari ayahnya untuk mencari obat herbal di hutan. 


Namun, keajaiban datang karena Thao sangat tulus menjalin pertemanan dengan suku lain yang baru dikenalnya. 


Dalam kehidupan kita, jika kita bersikap baik. Maka kebaikan berikutnya akan datang menghampiri sebagai balasannya. 


Penulis memberikan quotes di akhir dongeng agar pembaca anak bisa belajar tentang makna kehidupan. 





🌼🌼🌼


Dalam dongeng kedua yang berjudul "Legenda Kepiting Pantai" dikisahkan ada lelaki bernama Da Trang yang menolong menguburkan  ular betina besar karena kalah bertarung. Ia pun mendapat hadiah berupa mutiara merah dari ular jantan. 


Hadiah itu berupa mutiara merah yang bisa digunakan untuk mengetahui bahasa hewan, jika diletakkan di bawah mulut. 


Saat sedang berburu, ia kehilangan jejak buruannya. Itu sebabnya, ia mencari kemana-mana. Namun tak kunjung ketemu. 


Lalu, ada seekor gagak yang memberitahu tentang arah lari hewan buruannya. Namun, Da Trang tidak paham bahasa burung. 


Akhirnya, Da Trang ingat hadiah dari ular itu. Maka, ia gunakan mutiara itu di mulutnya, hingga kemudian ia bisa memahami bahasa hewan.


Dari situlah Da Trang dan burung gagak yang menolongnya itu bersahabat. Setiap kali berburu, Da Trang akan menghadiahi daging untuk gagak itu. 


Sayangnya, kesalahpahaman muncul! Suatu hari, Da Trang meletakkan daging di tempat biasa, namun daging itu keburu dimakan hewan lain. Lalu, gagak pun marah dan menuduh Da Trang tidak mau membagi hasil buruannya. 


Hingga kemudian, Da Trang pun mencoba memanah gagak itu, namun panahnya meleset dan dibawa terbang menjauh.


Suatu hari, ada kasus yang membawa nama Da Trang karena ditemukan panah miliknya menancap di tubuh orang. 


Da Trang bilang bahwa itu kesalahpahaman. Namun, tak ada yang percaya. 


Saat ia akan pergi dibawa ke kerajaan, ia melihat seluruh semut berlari cepat entah kemana. Ia bertanya, buat apa terburu-buru. Ternyata akan terjadi banjir besar. 


Singkat cerita, Da Trang memberitahu Raja tentang bahaya itu. Maka, seluruh rakyat pun mengungsi. Akhirnya Da Trang diangkat jadi penasihat raja.


Sayangnya, suatu hari Da Trang kehilangan mutiara merah itu saat melaut dengan Raja dan pengawalnya. Ia sudah berusaha mencari namun tak kunjung ketemu. 


Hingga kini orang Vietnam menganggap bahwa saat melihat Kepiting mencari-cari sesuatu di pasir laut, itu seperti jelmaan Da Trang yang mencari mutiara. 


Ya, meskipun  kisah ini hanya takhayul alias dongeng, tapi kisah ini bikin saya penasaran. Apakah dongeng di luar negeri juga ditularkan dari mulut ke mulut ya?


❤️❤️❤️


Menurut saya : 


Bagaimana jika dongeng itu tidak dianggap karena terkesan seperti takhayul atau kisah yang mengada-ada?


Saya malah jadi teringat dengan dongeng ala Indonesia yang sering sekali dikisahkan oleh orang tua zaman dulu. Misalnya terbentuknya Banyuwangi yang berasal dari air yang wangi karena pembuktian murninya cinta sang dewi. Saat itu, kisah cinta seorang dewi dianggap berkhianat oleh siaminya sendiri.


Dalam dongeng, seringkali hal tidak logis muncul. Tapi kalau diingat-ingat lagi, saya juga dulu percaya aja gitu ada dongeng dengan segala macam hal mistisnya. Padahal ya namanya juga dongeng, bisa jadi hanya khayalan. πŸ˜‚


Tapi kalau kisah Da Trang itu, saya jadi ingat kisah Nabi Sulaiman yang bisa berbicara dengan bahasa hewan. 


Ya, mirip sih dengan dongeng Da Trang ini. Bedanya, yang dalam Islam itu kan versi kisah nabi Sulaiman dan ada di Al Quran. Jadi pasti benar adanya. 


Saya malah jadi penasaran... apakah singgasana kerajaan Sulaiman juga sampai di Vietnam, hingga kisah sosok manusia yang bisa berbahasa hewan juga sampai di sana? 


Wah, kalau iya... apakah singgasana Ratu Bilqis yang dicintai Nabi Sulaiman benar-benar ada di sekitar Nusantara? 


Well... Bukankah dulu Nusantara itu luas, bahkan wilayahnya merambah hingga ke negeri tetangga? 


Saya malah penasaran akan hal itu. Meskipun ya, soal letak singgasana Nabi Sulaiman itu nggak tahu kebenarannya kayak gimana. Kita kan nggak tahu singgasana Bilqis dan Sulaiman ada di daerah mana.  😒


Tapi bikin tanda tanya sih. Hehe πŸ˜…


❤️❤️❤️


Kesimpulan : 


Oiya... bahasa buku dongengnya sederhana dan dikisahkan dengan lebih banyak narasi. Ilustrasi picbooknya sangat mantap jiwa! Beneran bagus banget deh. Sampe bikin melongo! Hehe 😍


Oiya, buku ini hanya memuat dua dongeng ya. Sepertinya, buku dongeng edisi digital ini memang diterbitkan secara terpisah alias dipecah per negara. Bukan dalam bentuk kumpulan dongeng. 😁


Overall, 5 bintang untuk buku Kumpulan Dongeng Asia Tenggara : Cerita Negeri Tetangga - Vietnam ini. 


Saya salut dengan effort penulis mencari dongeng dari sumber literatur negara asalnya. Pasti susah banget ya. πŸ€” Salut dengan ketekunannya! ❤️


Nah, selamat membaca ya! 😍


❤️❤️❤️


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^