10 January 2022

[Resensi Buku] Pulang by Tere Liye




❤️Review Pulang - Tere Liye ❤️


Judul : Pulang

Penulis : Tere Liye

Penerbit : SabakGrip

Terbit : 2021

Tebal : 395 hlm

ISBN : 978-623-95545-0-7

Harga : 89 rb


❤️❤️❤️


πŸ“š BLURB BUKU : 


"Sebuah kisah tentang perjalanan pulang. Melalui pertarungan demi pertarungan. Kesedihan demi kesedihan. Untuk memeluk erat semua kebencian  dan rasa sakit. Untuk membuka rahasia masa lalu. Pun menatap masa depan. Pulang."


πŸ“š Sinopsis Buku Pulang by Tere Liye #SeriesPulangPergi  : 


"Mamak mengizinkanmu pergi. Tapi berjanjilah, kau hanya menonton di hutan sana, Nak. Kau tidak akan melakukan apapun. Hanya menonton yang lain berburu."


Suatu hari, Tauke Besar datang ke talang, rumah keluarga Bujang tinggal. Lelaki tua pemimpin Keluarga Tong yang terkenal itu menerima surat dari Samad, bapak Bujang, tentang permintaan berburu di hutan Sumatra. 


Tak banyak yang tahu bahwa Samad seorang jagal no 1 di masa mudanya. Ia pergi terusir dari kampung karena menikah dengan Midah, anak pemimpin besar, Tuanku Imam. 


Harga mahal yang harus dibayar untuk cinta itu adalah penantian amat panjang selama 15 tahun, juga perjuangan untuk hidup tanpa kemapanan. 


Tauke Besar mengijinkan Bapak Bujang pergi dari Keluarga Tong. Tapi dengan syarat, jika Samad memiliki anak lelaki, maka anak itu harus dikirim ke Keluarga Tong jika waktunya tiba. 


Perburuan babi di hutan Sumatra hanyalah alasan kecil Tauke Besar untuk menemui Samad. Tujuan utamanya tentu saja untuk menjemput Bujang. 


🍁 Bujang, Si Babi Hutan : Lelaki Yang Tak Mengenal Rasa Takut


Waktu perburuan pun dimulai. Saatnya melihat siapa yang bisa membunuh babi hutan sebanyak-banyaknya. 


Tak disangka, di hutan itulah Bujang bertemu dengan raja babi hutan super besar. Hewan yang membuat dirinya tak lagi memiliki rasa takut. Dan kelak dijuluki si Babi Hutan. 


Bujang menerjang babi tanpa rasa khawatir sedikit pun. Meskipun ia harus pulang dengan banyak luka di tubuhnya, demi menyelamatkan nyawa Tauke Besar


Sebuah kisah dimulai, dari talang di hutan Sumatra yang tersembunyi, ke kota yang sangat modern, Bujang berjibaku menghadapi kehidupan yang sangat rumit sebagai tukang pukul. Sarat dengan bahaya. Dekat dengan kematian di setiap langkah.


Membaca novel Pulang, saya serasa ikut bertualang ke kota-kota terbaik di dunia. Dari talang hutan, ke kota, hingga ibukota. Lalu pindah ke Hongkong, Makau, Manila, Tokyo, dan ke kota lainnya.


Rasanya buku ini sangat intens dengan pace cepat. Tema shadow economy jadi inti cerita yang menarik untuk dibahas. 



πŸ“š Bujang Menyelesaikan Ritual Amok Demi Jadi Tukang Pukul Keluarga Tong


Bujang masuk dalam keluarga Tong setelah dibawa Tauke Besar. Awalnya, ia hanya boleh belajar dengan Frans, guru privat yang didatangkan dari Amerika. Tapi Bujang ingin menjalani ritual Amok yang membuatnya resmi jadi tukang pukul, jadi dibuatlah ritual amok di pantai. 


Ritual amok wajib dilewati, lengkap dengan seluruh tukang pukul yang ada. Mereka menerjang Bujang hingga ia harus bertahan dalam waktu 20 menit di lingkaran tukang pukul. 


Jika berhasil, maka Bujang akan resmi jadi tukang pukul, bagian dari keluarga Tong. Dan melupakan buku-buku yang dipelajarinya dari Frans.


"Mari kita lihat berapa lama kau bisa bertahan. Jika kau bisa berdiri di atas pasir selama 20 menit, cukup 20 menit, aku akan menuruti kemauanmu. Kita bakar buku-buku itu. Lupakan ide Frans si Amerika dan seluruh kegeniusan yang kau miliki. Aku akan membiarkan kau menjadi tukang pukul. Kau akan belajar dengan Kopong." (Hlm 83)


Tapi Bujang justru kalah di menit terakhir. Ia kehilangan kestabilannya saat Basyir memukul dagunya. 


Sia-sia sudah perjuangan Bujang untuk berhenti belajar. Ia akan tetap memukuli kertas dengan pulpennya, kembali belajar bersama Frans. Menyelesaikan soal-soal latihan yang harus dihabiskan.


Lalu, siapa guru-guru terbaik yang akan mengajarinya? 


Let's see~ 


πŸ“š Visi Tauke Besar Untuk Keluarga Shadow Economy


Tauke Besar tak hanya pintar menganalisa musuhnya, tapi juga melihat potensi terbaik setiap orang dalam keluarga Tong. Itu sebabnya, ia memikirkan misi  yang akan diemban Bujang di masa depan, jadi kaki tangan Tauke yang akan mengatur arah perkembangan keluarga shadow economy. Tapi kali ini tidak dengan cara kekerasan, tapi kecerdasan otak. 


Tauke berpikir bagaimana cara Bujang agar bisa berkembang. Ia memberi guru terbaik untuk Bujang.


πŸ“šBujang Belajar dari Guru-guru Terbaik


Ada Kopong sebagai guru tinju dan lari, ada Salonga guru penembak jitu dari Manila, ada Guru Bushi dari Jepang samurai dengan tehnik ninja terbaik, dan Frans yang menyiapkan target akademik Bujang. 


Di tangan guru-guru terbaik Bujang tumbuh dengan pesat, ia pun bisa menyelesaikan 2 studi magister sekaligus.


Tere Liye sepertinya ingin memberi pemahaman bahwa ilmu-ilmu terbaik akan mampu mengubah jalan hidup orang, meskipun bandit sekalipun. So, let's see~


Baca juga : Resensi Buku Selamat Tinggal by Tere Liye 



❤️❤️❤️


πŸ“š Resensi Buku Pulang by Tere Liye :


Memadatkan kisah hidup Bujang dalam satu review buku ternyata nggak semudah yang saya bayangkan. Ada banyak yang harus didetailkan agar bisa dapat gambaran utuh, tapi juga saya nggak mau terlalu spoiler. 


Jadilah saya bikin review mini ini dua kali di ig @reviewkiky, dan akhirnya saya rapikan di blog buku ini. 


Ada banyak yang ingin saya tulis tentang kisah Bujang. Kayaknya bakal panjang banget. Semoga nggak bosen bacanya ya. Hehe 😁


🌼🌼🌼


Bujang, anak laki-laki Samad dan Midah yang hidup di belantara Sumatra akhirnya harus berpindah tempat tinggal lataran janji bapaknya saat muda dulu. Jika Samad punya anak laki-laki, maka ia akan menyerahkan anaknya ke Tauke Besar, majikan penguasa shadow economy Keluarga Tong. 


Saat menyerahkan Bujang ke Tauke, kekuasaan keluarga Tong hanya sebatas kota tempat mereka tinggal. Ambisi membuat Tauke Besar memindahkan kekuasaannya ke ibukota provinsi. Selama bertahun-tahun akhirnya mereka disegani di kawasan Asia. Hingga suatu hari, Tauke Besar bermasalah dengan para pesohor shadow economy. Salah satunya adalah Keluarga Lin di Makau.


Demi mengambil kembali prototype alat pemidai kesehatan yang dicuri Keluarga Lin, Keluarga Tong mengerahkan Bujang untuk menemui Master Dragon. 


Inilah cikal bakal peperangan besar yang membuat Bujang berada di ambang batas rasa takutnya. Padahal selama ini Bujang dikenal sebagai si Babi Hutan, yang tak mengenal rasa takut. 


Sebuah pengkhianatan dimulai oleh orang dalam Keluarga Tong sendiri, membuat Tauke Besar terluka parah, bahkan Bujang dan Parwes pun harus bersembunyi dari kejaran musuh. 


Masalahnya, bagaimana mereka bisa melenyapkan musuh jika seluruh anak buah Tong yang tersisa justru berpihak pada pengkhianat? 


❤️❤️❤️


Inilah novel pertama berjudul Pulang dari Series Pulang Pergi. 


Kita akan berkenalan dengan Bujang, Basyir, Tauke Besar, Kopong, Mansur, Pawrez, Bapak Samad, Mamak Midah, Tuanku Imam, Si Kembar Yuki dan Kiko, White, Frans, Salonga, Guru Bushi, Master Dragon, Joni, dll.


Ada banyak karakter di novel Pulang ini, tapi saya rasa Tere Liye berhasil membuat setiap karakter berbicara dengan gaya bahasa mereka sendiri. Jadi saya nggak merasa ada suara yang ambigu karena semua karakter bergerak sesuai dengan character development yang dibangun dari awal sampai akhir.


Konsistensi penulis membuat image karakter Bujang dan berbagai karakter lainnya jadi serasa memorable. Setiap halamannya membentuk karakter tokoh menjadi semakin solid. 


Setelah menutup buku ini pun saya masih ingat bagaimana kisah hidup Bujang ini bermula, bahkan epilognya membuat saya jadi kembali ke bab awal, saat kisah ini baru dimulai.



❤️❤️❤️


Kisah Bujang memang hanyalah fiksi, tapi saya jadi berpikir, "apakah benar ada kekuasaan di kalangan pengusaha ilegal yang sulit ditembus oleh pemerintah sekalipun?"


Kisah penguasa shadow economy membuat saya merinding karena banyak sekali yang baru saya tahu. Seperti bagaimana mereka menguasai keuangan dan mengontrol pemerintahan. 


Yang bikin makin merinding adalah bagaimana keluarga penguasa shadow economy mengatur money laundry dengan mengalirkan uang dari bisnis ilegal ke bisnis legal. Bahkan bisa membuat krisis di suatu negara jika ada hal-hal yang tidak bisa dikompronikan dengan penguasa. 


Well.... Hal ini bisa memicu kudeta bahkan kekacauan di dalam pemerintahan hingga pemerintahan itu lengser dengan sendirinya. Wew, horor ya! πŸ˜…


❤️❤️❤️


Btw, kalau ada yang bilang karakter tokoh yang dicintai dan dikagumi adalah Bujang, ya... Itu benar. 


Awalnya, waktu di twitter @Literarybase banyak yang mengidolakan Bujang dari novel Pulang, saya mengira Bujang ini sosok biasa aja. Tapi setelah selesai baca, saya jadi tahu kenapa Bujang ini jadi karakter yang dicintai. 


Bujang itu cerdas, tangkas dan cepat belajar hal baru. Ia bisa menyelesaikan ujian percepatan sekolah SD, SMP hingga SMA dalam waktu 3 tahun. 


Bujang juga lulus kuliah S1 lebih cepat dan cumlaude dalam waktu 3 tahunan. 


Setelah itu, Bujang juga melanjutkan study kuliah di magister luar negeri dengan mengambil 2 jurusan yang berbeda. Bahkan bisa jadi lulusan terbaik. 


Selain itu, banyak ilmu beladiri yang dimiliki Bujang. Misalnya : jago lari, jago pukul (diajari Kopong), jago menghilang, jago main shuriken dan pedang (diajari Guru Bushi), belajar hitungan dan bahasa (diajari Franz), penembak jitu (diajari Salonga)


Selain itu, Bujang juga jago analisa dan mengambil keputusan dengan cepat. Hasil analisanya selalu akurat dan sulit ditebak oleh lawannya. Ini dipengaruhi dari pelajaran beladiri dan juga pelajaran di kuliah. 


Btw, Bujang ini ambil managemen ekonomi dan matematika terapan lho. Gila nggak sih? Haha. Saya aja yang ambil Matematika murni di kuliah aja nggak sanggup kalau abis lulus harus lanjut ambil 2 jurusan sekaligus. Wkwk


Bujang ini ibaratnya cah pinter yang salah tempat. Meskipun begitu... Untungnya dia selalu memenuhi janjinya pada Mamak untuk nggak makan babi dan minum yang bikin teler. Jadi ya bisa dibilang dia versi alim yang nggak alim-alim banget. Untuk ukuran tukang pukul ya termasuk alim. Wekeke πŸ˜‚



❤️❤️❤️


Anyway, saya suka pelajaran menembak dari Salonga. Serasa ikutan belajar seni menembak juga. Meskipun sebel juga sih sama tingkah Salonga yang suka ringan memaki muridnya yang dianggap bodoh. Lol


Asli deh, saya takjub sama Bujang. Tahan banget ya sama kelakuan ajaib Salonga ini. Wkwk. Tapi ya nyatanya mereka memang saling melengkapi di medan perang. Dahlah emang Salonga si guru perfeksionis ini bikin ngakak sekaligus jengkel. πŸ˜‚


Oiya, saya baru tahu kalo kisah dalam novel Pulang ini dilanjut ke novel Pergi dan ada banyak hal yang bisa dikembangkan dari novel Pulang ini. 


Saya kira kisah hidup Samad hanya selingan aja, kayak kisah masa lalu penuh cinta yang selewatan doang. Tapi ternyata justru Samad lah yang jadi kunci cerita dalam novel Pulang Pergi Series ini bergerak hingga akhir. 


Ternyata Samad dan Midah adalah alasan Bujang untuk pulang pada kebaikan. Meskipun definisi pulang akhirnya baru bisa dirasakan Bujang setelah puluhan tahun menjadi tukang pukul dan jagal nomor 1 Keluarga Tong. 


Saya rasa, quotes "Kesetiaan terbaik akan memanggil pada kesetiaan-kesetiaan berikutnya" ini berlaku untuk hal apapun. Baik yang dilakukan oleh orang baik atau orang jahat. 


Mereka memiliki definisi setia yang sulit untuk dipahami oleh orang lain. Karena hanya orang yang pernah dikhianati yang akan tahu berapa harga sebuah kesetiaan.




Menurutku juga kesetiaan yang dimaksud ini bukan hanya tentang hutang budi, tapi lebih dari itu... ini perihal prinsip yang dipegang selama hidup hingga mati. 


Saya rasa Tere Liye sukses menggambarkan bagaimana kesetiaan dibentuk dan dibangun dalam keluarga Tong. Meskipun taruhannya nyawa sekalipun. Mereka para tukang pukul tidak peduli.


Oiya, waktu Basyir bilang bahwa kekuatan Bujang dibentuk hanya dari latihan atau simulasi guru-gurunya, dan bukan dari pengalaman langsung ke medan perang, saya pikir itu benar juga. Hal ini mirip dengan kita belajar bahasa trus kita ketemu dengan orang asing dan terlibat langsung dengan obrolan random bersama mereka pasti beda kalau kita belajar dengan guru. 


Pengalaman dan teori itu beda banget, kalau duah terjun ke praktek bakalan terkaget dengan banyaknya hal yang tidak kita ketahui. 


Ya, sama dengan Bujang yang selama ini emang lebih banyak menyelesaikan masalah dengan analisa otak. Bukan kekerasan. 


Oiya, novel Pulang akan berlanjut ke novel Pergi, lalu Pulang Pergi. Setelah itu bakal ada lanjutannya lagi yaitu petualangan Bujang dan Thomas di novel Bedebah di Ujung Tanduk. 


Jadi, kalau kamu mau lanjut baca pastikan udah baca seluruh kisah di novel sebelumnya ya, biar nggak bengong dan bingung. Hehehe


Saya suka dengan novel Pulang karya Tere Liye ini. Meskipun udah ganti cover berkali-kali, pas sebelumnya pernah diterbitkan Republika dan sekarang diterbitkan Sabakgrip, saya tetap suka cover terbaru ini. 


Duuh, cover buku Pulang edisi terbaru ini bikin saya seneng deh. Soalnya cakep dan estetik. Hehehe


Overall, 5 bintang untuk novel Pulang karya Tere Liye ini. Kalo kamu gimana? Suka edisi yang mana? 😍


❤️❤️❤️


Baca juga : 

Resensi Buku Tentang Kamu - Tere Liye

Resensi Buku Pergi - Tere Liye

Resensi Buku Pulang Pergi - Tere Liye

Resensi Buku Bedebah di Ujung Tanduk - Tere Liye





No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^