1 Januari 2022

7 Tips Produktif Menulis Artikel di Blog #TipsBlogger

 

Ada yang suka menulis di blog? Atau kamu sedang hiatus karena nggak tahu mau nulis apaan di blogmu? Kamu bisa coba deh lakukan tips ngeblog ini agar kamu bisa produktif menulis lagi.


Dengan membangun kebiasaan menulis, kamu akan terbiasa menghasilkan tulisan setiap hari dan tidak akan terkendala dengan writer block.  


Apa saja tipsnya? Simak ya! 😍


❤️❤️❤️






7 Tips Produktif Menulis Postingan di Blog #TipsBlogger :


1.  Punya bank ide dari berbagai tema yang menarik dibahas


Bikin bank ide yang banyak dengan menuliskan atau merinci tema yang akan dibahas. Dari situ kita bisa kembangkan lagi idenya dengan mind map. 


Nah, karena 1 tema besar sudah didapat, nanti tema itu bisa dipecah jadi 3 sub tema yang dapat dikembangkan jadi tulisan terpisah. 


Istilahnya kalau di SEO itu konten pilar dan konten turunan. Jadi konten Pilar itu yang detailnya, bisa ditulis sampai 1200-2000 kata. Tapi untuk konten turunannya bisa ditulis ringan aja sebanyak 500-800 kata/postingan.


Bank ide bisa ditulis dalam jurnal atau notes di laptopmu. Jadi tiap kamu butuh ide, kamu bisa mengambil dari bank ide tersebut. 


Ide menulis bisa didapat dari portal berita, goodreads, trending twitter, tweet fanbase, youtuber, pinterest, bookstagram, Q&A, dll. 


Kumpulkan ide tersebut dalam jurnal. Lalu list sesuai yang kamu favoritkan. Mudah, kan? ❤️


2. Nulis dulu draft di Google docs (Google Document)


Bikin tulisan nggak bisa langsung jadi dalam sekali duduk? Ya nggak masalah. Asal kamu udah punya ide utama yang mau dikembangkan. Makanya blogger butuh bank ide biar nulis nggak asal jadi gitu. 


Kita bisa menulis draft dulu di Google Docs (Google Document). 


Kenapa gdocs? Soalnya meminimalisir typo yang sering dilakukan oleh para penulis. 


Kalau kamu menulis draft di Google docs, udah ada fitur untuk melihat kata yang ditulis apakah sudah sesuai ejaan atau belum. Kalau ada yang typo, nanti keliatan kata itu dibawahnya ada kayak garis merahnya. Garis ini bakal hilang kalau kita udah nulis kata tersebut dengan benar. 


Oiya, trus kalau ada typo bisa langsung diganti tanpa ribet. Soalnya udah tinggal klik aja kata yang mau diganti, langsung ada pilihan kata penggantinya. 


Misal kita nulis : kmnapa


Nanti Google mendeteksi kata yang salah tulis itu lalu menyarankan kata pengganti yang sesuai. Misal : kmnapa » kenapa. 


Nah, mudah, kan? 😄


3. Pakai fitur voice to text buat nulis di Google Docs


Oiya, ada fitur Google Docs yang paling saya suka. Apa itu? 


Fitur voice to text yang ada di Google Docs bisa digunakan untuk mempercepat kita menulis ide. Itu sebabnya banyak penulis best seller yang juga sudah pakai fitur ini. 


Kayak Wirda Mansur itu pakai juga lho. Dia kan sering pergi keluar kota atau banyak agenda di luar rumah. Dia nulis buku disela-sela aktivitas hariannya, misal lagi nunggu di bandara atau nunggu agenda lain. Daripada gabut mending nulis. Jadi kadang dia rekam dulu dalam bentuk suara. 


Nah, menurutku fitur voice to text ini memudahkan kalau kamu emang suka ngomong tapi males nulis. Haha. Jadi, ngomong aja dulu. Rapiin tulisannya nanti deh. Okeyy? 😉


Nah... Selama artikulasi atau pengucapan kata yang dibaca bagus, text yang dihasilkan di Google Docs juga akan sesuai kok, nggak akan salah deteksi kata. 😄


4. Punya jam khusus untuk nulis dan update postingan. 


Kebiasaan menulis perlu dibentuk agar kita terbiasa melakukan hal itu setiap hari. Misal kita ingin membentuk habit menulis, maka perlu merutinkan menulis meskipun hanya 30 menit/hari. 


Dengan begitu, otak akan menyimpan memori kebiasaan tersebut di ingatan. Jadi, saat kita terbangun esok harinya, kita akan teringat untuk terus menerus melakukan habit menulis setiap hari.


Kalau sudah jadi kebiasaan, kita akan mudah melakukam hal tersebut bahkan tanpa disuruh. Kayak udah otomatis aja gitu. Kalau nggak dikerjakan malah ngerasa ada yang kurang. Hehe


5. Punya target jumlah kata setiap postingan. (Kalo aku 500-1200 kata/post) bisa lebih dari itu.


Setiap orang punya ambang batas saat melakukan suatu hal. Misal kayak penulis yang udah mahir dan profesional pasti 1 hari bisa menulis ribuan kata. 


Kalau kata Tere Liye, rutinkan saja setiap hari pasti akan jadi kebiasaan menulis. 


Jika kita rutin menulis, kecepatan menulis pun akan meningkat. Dari yang awalnya hanya 500 kata per hari, naik jadi seribu, lalu naik lagi hingga 5 rb kata per hari. 


Dengan begitu, kita tidak akan merasa menulis sebagai sesuatu yang sulit karena ide terus menerus digali, hingga terbiasa mengeluarkan isi kepala dalam tulisan. 


6. Kurangi maen socmed, kecuali buat nyari ide tulisan 


Jujur ya... Main socmed ini sangat membuat kecanduan. Saya pernah cek sehari buka ig selama 3 jam. Wkwk. Lama juga ya. Maka dari itu, baiknya dikurangi agar tidak membuang waktu. 😅


Bayangkan kalau waktu yang saya gunakan untuk scroolling timeline socmed itu bisa dipakai untuk bikin 1 postingan 1000 kata/hari. 


Wah...  Bayangin deh! Dalam 1 tahun harusnya saya bisa menabung 356 tulisan. Wow, amazing! 😍


7. Inget, bayar domain mahal. Wkekeke. Jadi rugi kalo nggak diisi heyy 🤣


Nah... Ini motivasi yang paling ampuh sih. Hehe. Bayar domain per tahun itu bisa sampe 145 rb an. 


Kalau saya pegang 4 domain com, berapa biaya tahunannya? 


Belum termasuk hosting juga, soalnya ada domain yang pakai wp.org. 


Nah, biaya kayak gini akan selalu dikeluarkan setiap tahun. Itu artinya... Harusnya pendapatan kita lebih banyak dari biaya yang dikeluarkan setiap tahun. 


Anggaplah ngeblog ini bisnis pribadi, kita mau dong cuan. Biar nggak boncos karena bayar domain tiap tahun tapi ngisinya sesekali doang. Hehe


Nah, semoga tulisan ini bermanfaat ya. Selamat menulis! 😍


❤️❤️❤️



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^