3 September 2020

[Review Buku] Perjalanan Cinta Dua Hati dalam Rida Ilahi by Arina Mabruroh

 


Judul Buku : Perjalanan Cinta Dua Hati dalam Rida Ilahi

Penulis : Arina Mabruroh

Penerbit : Pejuang Literasi

Terbit : Cetakan Pertama, April 2020

Tebal : 216 halaman

ISBN : 978-623-7436-88-1

Harga : Rp 72.000

Rating : 3,5/5 bintang

 

Sinopsis Buku :

Bagaimana mungkin, menikah dengan orang yang sebelumnya belum pernah kenal?

Bagaimana bisa memiliki teman hidup tanpa rasa cinta sebelumnya?

Bagaimana caranya untuk taaruf?

Berbagai pertanyaan semacam inilah yang membuat penulis tergerak untuk mengumpulkan kisah-kisah taaruf yang dialami oleh orang-orang yang dikenalnya.

Taaruf, kata yang kini tak asing lagi di keseharian. Namun semakin banyak salah kaprah yang terjadi. Banyak yang mengaku taaruf tetapi sebenarnya hanya ‘pacaran’ yang dibalut sedemikian rupa dengan kata ‘islami’. Tentu, bukan seperti itu yang dimaksud.

Maka buku ini mencoba untuk mengulas beberapa hal seputar taaruf, juga mengungkapkan kisah-kisah mereka yang menemukan belahan jiwanya dengan jalan ini.

Kisah yang disajikan semoga bisa mewakili masalah yang kerap dihadapi. Mulai dari dilema ketika jodoh datang di usia belia, bagaimana meyakinkan keluarga untuk bertemu jodoh melalui taaruf saat usia tengah matang, mereka yang menikah di dunia ideal sesuai cita-cita, juga mereka yang bersabar dalam penantian hingga bertemu teman sejiwa di ujung senja.

Seperti apa sekelumit kisah mereka yang mengharu biru namun berakhir dengan bahagia penuh keberkahan? Temukan kisah lengkapnya dalam buku ini.

 

Resensi Buku :
 

Taaruf, siapa yang baru pertama kali mendengar kata ini? Atau kamu malah baru dengar istilah taaruf saat pernikahan Rey Mbayang dan Dinda Hauw viral ya? Nah, tahu nggak sih kalau taaruf itu berbeda dari pacaran? Taaruf adalah proses saling mengenal calon pasangan menuju pernikahan tanpa pacaran. Proses taaruf ini terbilang unik karena mengharuskan kedua calon untuk bertukar biodata dan proposal nikah.

Ada beberapa hal dalam proses taaruf yang sering membuat orang merasa deg-degan karena proses saling mengenal ini dilewati dengan sangat hati-hati. Apalagi bagi kamu yang baru pertama kali mengirimkan biodata dan proposal nikah pada perantara. Kamu pasti penasaran kan gimana format biodata dan proposal yang benar? Selain itu gimana tahapan taaruf yang harus dilalui sebelum memutuskan untuk menerima lamaran dari calon pasangan?

Dalam buku Perjalanan Cinta Dua Hati dalam Rida Ilahi yang ditulis oleh mba Arina Mabruroh, kamu akan menemukan berbagai kisah tentang taaruf. Mulai dari proses taaruf yang berjalan mulus sampai yang berkelok-kelok. Ada yang menikah muda, ada yang saat sudah usia matang, ada juga yang menikah di usia ideal.

Menikah adalah untuk menggenapkan separuh agama, maka perlu proses yang bersih dan jauh dari maksiat. Apalagi jika kita sudah tahu kriteria calon pasangan yang diinginkan, kita bisa mengajukan pada murobbi atau guru ngaji. Guru ngaji ini bisa jadi perantara untuk memberikan proposal taaruf.

 

“Umumnya taaruf dilalui dengan tiga proses sebelum sampai ke pernikahan, yaitu : perkenalan (taaruf), melihat (nazhar) dan lamaran (khitbah). Namun bisa jadi seseorang langsung melakukan khitbah dan nikah ketika diantara keduanya sudah saling mengenal dan cocok satu sama lain.” (hlm. 18)

 

Proses nazhar ini tidak boleh dilewatkan begitu saja ya, karena Rasulullah SAW pun menganjurkan untuk melakukan nazhar pada calon pasangan agar menemukan kecenderungan yang membuat mereka mantap untuk menikah.

 

Rasulullah SAW bersabda :

 

“Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika dia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah.” (HR. Ahmad 3/334, Abu Dawud 2082 dan dihasankan oleh al-Albani)

 

Ada seorang sahabat Rasulullah, Mughirah bin Syu’bah yang menikah hingga 70 kali namun semuanya berakhir dengan perceraian. Rasulullah SAW pun menganjurkan untuk melihat calonnya agar lebih menjamin kelanggengan pernikahan. Setelah itu, pernikahan Mughirah berjalan lancar dan bahagia. Itulah pentingnya nazhar, melihat calon sebelum memutuskan untuk melanjutkan proses ke jenjang yang lebih serius yaitu khitbah.

 

buku kisah taaruf islami

Selain itu, ada aturan yang harus dipatuhi saat melakukan khitbah yaitu tidak mengkhitbah perempuan yang sedang dalam masa khitbah dengan orang lain. Istilahnya nih, udah ditembung sama orang lain, kok malah berprosesnya sama orang yang berbeda. Nah lho, harus hati-hati ya. Apalagi akan ada banyak godaan sebelum pernikahan. Semisal, tiba-tiba muncul godaan karena orang yang pernah kamu sukai ternyata menghubungimu karena ia ingin serius. Padahal kamu sedang dalam masa taaruf dan sudah mengiyakan untuk proses khitbah. Tinggal melanjutkan ke proses pernikahan, tapi godaan calon lain yang tiba-tiba datang bisa saja menggoyahkan keyakinanmu pada calon pasanganmu lho. Itu sebabnya perlu shalat istikharah juga sebelum melanjutkan proses ke pernikahan.

Ada yang bilang selama janur kuning belum melengkung alias belum akad nikah, bisa jadi banyak godaan yang akan datang pada kedua calon pengantin. Maka kamu perlu melakukan shalat istikharah terus menerus sehingga rasa damai dan kemantapan hati datang padamu. Jadi saat mengucapkan ijab Kabul kamu juga udah beneran yakin dengan calon pilihanmu itu. Menikah pun disejajarkan dengan mistaqan ghalidza sehingga perjanjian nikah di hadapan Allah sangat berat amanahnya.


quotes cinta - jodoh islami - taaruf memantaskan diri


 

“Jika jodoh belum datang, artinya memang belum dipertemukan dengan orang yang tepat. Selayaknya laki-laki yang baik, ia akan menyiapkan dan memantaskan diri. Pun bagi perempuan, memantaskan diri sesuai fitrahnya selama masa penantian, akan berbuah indah kelak.” (hlm. 41)

               

Dalam buku ini, ada beberapa FAQ seputar Taaruf yang dapat kamu baca, antara lain : lamanya taaruf maksimal 3 bulan, tidak boleh melakukan taaruf dengan banyak orang sekaligus, mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang visi misi calon dan apa saja yang perlu diketahui dari karakter calon tersebut agar lebih mengenalnya, melalui perantara taaruf, tidak ada ikhtilat (berdua saja dengan calon), selain itu dianjurkan untuk taaruf dengan orang yang sekufu (setara dalam pemahaman agama).

tata cara taaruf -cari jodoh secara islami


Taaruf tidak semudah kelihatannya lho. Akan ada banyak pertimbangan sebelum memutuskan untuk serius ke jenjang pernikahan. Seperti : kesiapan fisik dan mental, restu orang tua, kesamaan visi misi pernikahan, sudah mengenal karakter melalui taaruf dan bisa saling berkompromi dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.

 

“Buat yang sedang taaruf, segala yang baik dan yang buruk yang didapatkan, insyaAllah itu yang terbaik untuk kita. Pasrahkan semuanya pada Allah dengan doa yang terbaik. Manusia memang selalu ada kurangnya, namun jangan fokus ke sana. Karena manusia juga pasti diberi kelebihan jika mau berusaha. Dan jangan lupa berkeyakinan  bahwa rezeki itu sudah Allah tetapkan, selama kita berikhtiar menjemput rezeki tersebut.”(hlm. 101)

 

“Memperbanyak istighfar, berdoa, dan pasrah kepada Allah menjadi jalan terbaik untuk ‘merayu-Nya’. Karena jodoh adalah keputusan-Nya setelah kita mengupayakan dengan segenap ikhtiar. Jodoh kita adalah seperti kita bercermin dengan cermin bening. Siapa dia yang menjadi pasangan adalah pantulan apa yang ada dalam diri. Jika bukan, ia pastinya adalah pelengkap yang akan menyempurnakan kehidupan tak sempurna kita.” (hlm. 54)

 

Selain itu, ada juga yang perlu dibahas sebelum nikah yaitu : persiapan walimah atau resepsi pernikahan, kemapanan/ sumber financial setelah menikah, dan apakah kamu sudah selesai dengan dirimu sendiri? Ada banyak orang yang meragu saat akan masuk ke jenjang yang lebih serius. Hal ini karena pernikahan bukanlah hal yang bisa dibuat mainan. Tidak boleh dengan mudah menyebut talak setelah akad nikah.

Beberapa hari yang lalu saya terkejut mendengar ada kabar artis yang setelah menikah baru 47 hari langsung menalak istrinya. Usut punya usut, ternyata mereka menikah cepat dengan proses taaruf yang sangat singkat. Namun melupakan pengenalan karakter satu sama lain. Jika menikah hanya mengandalkan kecepatan, pasti semua ingin sampai di garis finish dengan cepat. Namun, menikah tidak sesederhana itu ya, temans. Kita harus punya bekal ilmu pernikahan agar tidak terkejut dengan ujian kehidupan yang akan menghadang.

 

“Menyiapkan diri dengan memperbanyak ilmu sebelum menikah adalah hal yang sangat krusial. Sebaiknya, calon pengantin (maksudnya muda mudi yang siap menikah) membekali diri dengan mengikuti sekolah pra-nikah yang biasanya diadakan oleh komunitas maupun lembaga agama. Umumnya sekolah pra-nikah mengupas tuntas berbagai permasalahan yang sering dihadapi oleh pasangan. Memiliki ilmu membuat seseorang tidak gamang ketika berhadapan dengan masalah. Juga ketika harus terjun ke dalam kehidupan baru keluarga, menjadi bagian dari masyarakat dan berkontribusi di dalamnya.” (hlm. 31)

 

 

***

Dalam buku ini, mba Arina membahas tentang kisah taaruf dirinya dan beberapa temannya yang dikisahkan padanya. Buku ini merupakan kumpulan kisah taaruf baik yang prosesnya berjalan mulus maupun berliku-liku. Pernikahan bukan sekadar menjadikan seseorang halal untukmu, tapi juga menjadikan kamu seorang yang lebih dewasa. Karena pernikahan juga adalah separuh agamamu, maka kamu bisa focus pada separuh agamamu yang lainnya yaitu memperbaiki ibadah, focus pada karir, dll.

Mba Arina bertemu dengan jodohnya setelah melakukan taaruf. Ia mengenal lelaki itu sejak dulu, namun desir rasa cinta belum tumbuh saat dia berkenalan saat taaruf. Ia hanya mengenal laki-laki itu sebagai teman kampusnya dan orang yang aktif di organisasi kampus.

 

“Seperti mimpi saat menandatangani buku nikah dan mencium tangan suamiku. Darah berdesir dan udara seolah beku. Dingin. Dalam hati bergumam: ini suamiku? Aku sudah menjadi istri? Dan suamiku ini teman kampusku dulu? Canggung dan aneh saat duduk berdampingan dengannya di pelaminan.” (hlm. 85)

 

Dalam pernikahan akan ada berbagai persinggungan pemikiran dan ego diri dari kedua pihak yaitu suami dan istri. Maka dari itu, seperti yang dialami oleh teman mba Arina yaitu mbak DP. Beliau menikah di usia muda, dan kini masuk usia 9 tahun pernikahan. Mbak DP bilang bahwa adaptasi  dan kompromi itu pasti diperlukan dalam hubungan suami istri. Termasuk memaklumi berbagai karakter yang mungkin saja bersinggungan dengan karakter kita. Baik karakter suami maupun karakter mertua, keluarga besar suami, dll. Karena sejatinya menikah adalah menyatukan dua keluarga, bukan hanya dua kepala saja.

 

“Proses yang berjalan mulus itu, bukan berarti tak ada sandungan. Dalam kehidupan berumah tangga, tentu ada masalah yang harus dihadapi oleh pasangan. Bedanya setelah menikah, masing-masing berusaha menjaga komitmen dan berkompromi. Persinggungan selalu ada, terlebih harus bersama dengan orang yang sama sekali berbeda dengan lingkungan sebelumnya. Tapi Alhamdulillah sejauh ini dapat diatasi. Dan sampai saat ini setelah dikaruniai tiga buah hati pun, proses adaptasi itu tetap berjalan.” (hlm. 148)

 

Ada juga kisah taaruf Arul dan Shinta yang ternyata salah alamat. Arul membuat proposal menikah dengan detail dan menginginkan Shinta menjadi istrinya. Namun, ia tidak menulis nama itu dalam pengajuan proposal. Hasilnya bisa ditebak ya. Proposal itu masuk ke perempuan lain yang tak lain adalah sahabat Shinta yaitu Dina. Karena Shinta telah berproses dengan orang lain hingga sudah menentukan tanggal pernikahan, tak mungkin ia menerima proposal taaruf dari lelaki lain. Akhirnya taaruf Dina dan Arul pun terputus. Dan setelah itu Arul berproses dengan adik kelasnya. Kisah taaruf yang tertukar ini terlihat menyebalkan ya, namun ada campur tangan Allah atas doa yang dipanjatkan Arul.

Nah, ada berbagai kisah taaruf lainnya yang bisa kamu baca dalam buku “Perjalanan Cinta Dua Hati dalam Rida Ilahi” yang ditulis oleh mba Arina Mabruroh. Kamu bisa baca selengkapnya kisah-kisah taaruf islami yang sukses dan menggetarkan hati. Kisah dalam buku ini akan membuat kamu makin mantap menentukan pilihanmu. Selain itu, ada juga contoh CV biodata taaruf dan proposal taaruf yang bisa kamu isi. Jangan lupa untuk menyertakan proposal yang detail dan doa terbaik agar taarufmu lancar dan pernikahanmu penuh berkah. Nah, selamat membaca yaa! 😍

 

Pic by : Arina Mabruroh 


Pemesanan buku hubungi Arina Mabruroh : 

no wa : 085729021512 atau 

ig https://www.instagram.com/arinamabruroh/

3 comments:

  1. Bagus ni bukunya bisa jadi panduan sebelum ta'aruf..jadi prosesnya tidak seperti beli kucing dalam karung seperti yang dibayangkan selama ini ya

    ReplyDelete
  2. Oh jadi kumpulan kisah taaruf. Kukira memoar taarufnya mbak Arina wkwkwk. Seruuu ya. Aku juga dulu taaruf eh malah curhat. Kapankapan nulis kisah taarufku juga ah. Moga ada waktu. Bisa jadi referensi ya bukunya soal taaruf. Seru! Trus kapan nih yang punya blog taaruf🤣

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^