16 September 2020

[Resensi Buku] OTW Nikah - Asma Nadia - Kisah Cinta Perjuangan Mencari Jodoh Hingga Menuju Pernikahan

 

resensi buku Asma Nadia - OTW Nikah

Judul Buku : OTW Nikah

Pengarang : Asma Nadia

Penerbit : Republika

Terbit : Cetakan Pertama, September 2019

Tebal : 276 halaman

ISBN : 978-623-7458-08-1

Baca via Gramedia Digital

Rating : 4,5/5 bintang

 

Blurb Buku OTW Nikah : 


OTW nikah adalah harapan semua singlelillah. 

Intip berbagai kisah terkait kecamuk aneka rasa, saat meniti langkah ke sana. 

Nikmati serpihan hikmah sebagai pertimbangan sebelum menuju halal.


Resensi Buku OTW Nikah :

Buku OTW Nikah karya Asma Nadia ini merupakan buku berisi kumpulan kisah pencarian jodoh. Banyak orang yang mencari jodoh namun tidak kunjung menemukan calon terbaik. Ketika sudah ada calon suami atau istri pun, ternyata tidak juga sampai ke pelaminan. Jadi statusnya masih OTW Nikah dong, alias belum nyampe ke tujuan. Hehe


Buku OTW Nikah ini meskipun dituliskan dalam balutan kisah fiksi, namun di bagian akhir buku ada penjelasan mba Asma Nadia mengapa membahas jodoh yang tak kunjung datang, tips mencari jodoh terbaik, tips resepsi pernikahan, dll. Kamu bisa ikut belajar mengambil hikmah dari berbagai kisah cinta yang disajikan di buku OTW Nikah ini.


Nah, isi bukunya apa aja ya? Buku OTW Nikah ini berisi 14 kisah cinta dengan berbagai lika liku saat proses pencarian jodoh. Ada kisah Telepon Pinky, Kilau Cinta Kiara, Cinta yang Terlalu Indah, Sepotong Cinta dalam Diam, Selusin Cinta Aditya, Aku Ingin Menjadi Istrimu, Cinta Belum Selesai, Menanti Jodoh, Tali Kasih, Jodoh Bagi Rani, Suami Impian, Jadilah Istriku, sampai Kisah Cinta Laki-laki Biasa. Lalu, ada cerita special tentang anak mba Asma yaitu Puteri yang menikah dengan sahabatnya dalam bab OTW Nikah.

 

Sepotong Cinta Dalam Diam : Kisah Cinta Pengagum Rahasia Sampai 18 Tahun Memendam Rasa Cinta, Wadidaw Jiwa!

 

Dari 14 kisah cinta yang ada di buku OTW Nikah karya mba Asma Nadia ini, ada beberapa kisah yang bikin saya terkejut saking wow alur dan ending kisahnya. Misalnya di bab Sepotong Cinta dalam Diam. Ada seorang lelaki yang selalu menulis surat pada seorang perempuan, namun surat itu tak kunjung dikirimkannya. Suatu hari, kumpulan surat itu sampai ke sebuah rumah. Para penghuni rumah kos yang menerima surat itu pun bingung karena tak ada nama penerima. Ternyata, kisah yang dituliskan dalam surat itu sangat miris. Karena mengisahkan tentang kisah cinta seorang pengagum rahasia yang selama 18 tahun memendam rasa cinta. Duh. :(

 

“Aku tidak menyalahkan jika tak ada yang percaya bagaimana aku sebagai lelaki yang memiliki kebutuhan bisa tetap sendiri dan tidak tergoda macam-macam. Kesalahan mereka adalah mengira aku sendiri. Mereka tidak memahami wajahmu yang menyapaku setiap pagi di komputerku. Mereka tidak melihat fotomu yang terselip di dompetku, meski lusuh dan berukuran sangat kecil. (Maafkan aku mengambilnya tanpa meminta. Tapi foto itu telah memberiku banyak energi). Mereka juga tidak tahu sosokmu yang terlukis di dalam hati dan tak pernah pudar meski belasan tahun berlalu.” (hlm. 61)

 

Yaa… Bayangin aja, misal : ada orang yang diam-diam jatuh cinta sama kamu tapi nggak pernah bilang. Kejadian itu terjadi sampai puluhan tahun pula. Gila sih, ceritanya! Wadidaw. Saya sampe shock pas baca kisah ini. Soalnya kayak nggak realistis gitu, tapi bisa aja sih di dunia nyata ada ya orang yang memendam rasa cinta sampai segitu lamanya ya. Who knows ya, Sist! Cuma ya tetep aja kaget. Hahaha.

 

Baca juga : Book Review : Gadis Minimarket (Convenience Store Woman) by Sayaka Murata


Saya sampe bolak balik baca suratnya untuk memastikan kalau laki-laki yang ada dalam surat itu beneran jomblo sampe puluhan tahun. Ya, hanya karena seorang perempuan yang bahkan belum pernah ketemu sama dia. Belum pernah ngobrol langsung sama dia. Gila sih ini. Gila banget kan? Lha, jadinya cinta diam-diam dong.  Udahlah si cewek nggak tahu kalo disukai, abis itu si cowok milih menjomblo hanya dengan bermodal cinta sepihak saja. Aduhai, pusing pala aku tuh baca kisah seperti ini. Ngenes, tapi yaa gimana. :(

 

Kok saya jadi inget lagu Sheila on 7 yang pemuja rahasia ya. “Akulah orang yang akan selalu mengawasimu. Melihat indahmu dari sisi gelapku.” Duuh, maas… masss… kalau jatuh cinta mbok ya ngomong tho. Daripada dipendem puluhan tahun sampai expired dan nggak mau jatuh cinta sama orang lain. Ya mending kalau ceweknya tahu dan kenal kamu. Lhaa, ini kenal aja nggak lho. Kan yo mesakke awakmu dewe. Kalau cinta, mending bilang deh, seenggaknya jadi lega tooh. :’)

 

Bagian ending ceritanya bikin saya melongo dong, saking apa banget, ya Tuhan! Bener-bener bikin saya nganga lebar.  “Ha? Serius?!” Ya gitu reaksi saya pas baca kisah cinta 18 tahun dalam diam ini. Ini masnya sampe nyiapin segala macem buat ngelamar. Tapi ngomong langsung sama mbaknya aja nggak berani. Ini gimana deh, kok bisa segitunya. Lha dia nih cinta sama bayangannya sendiri apa gimana? Kok ya bisa punya kekuatan semacam itu untuk mencintai dalam diam selama puluhan tahun? Dia Rabi yang nggak pengin nikah atau gimana weyy. Padahal perempuan kan nggak hanya satu orang saja di dunia yang penduduknya berjumlah milyaran inii~ Oh, God! O.o

 

“Bingkisan ini harus kusampaikan kepadamu sebagai bagian dari harapan  indah yang kubangun. Dulu aku selalu membayangkan memberikannya langsung kepadamu, sekaligus bersimpuh di lutut dan mengucapkan kata-kata lamaran yang layak dikenang dalam suasana suci. Ketika mencintaiku tidak lagi menjadi halangan bagimu. Delapan belas tahun mencintaimu dalam diam. Sebentar lagi mungkin habis waktuku. Tapi, tak pernah kusesali hari ketika aku melihatmu di teras masjid. Terima kasih Tuhan atas cinta sekali yang Kau beri.” (hlm. 66)

 

Baca juga : [Review Buku] Perjalanan Cinta Dua Hati dalam Rida Ilahi by Arina Mabruroh


Kisah Cinta Nia : Aku Ingin Menjadi Istrimu dan Cinta Belum Usai

 

Ada lagi kisah cinta yang bikin saya terbengong-bengong lagi. Kali ini kisah seorang perempuan yang kehilangan kewarasannya karena ditinggal orang yang dianggap kekasihnya. Dalam kisah “Aku Ingin Menjadi Istrimu” dan “Cinta Belum Usai”, ada seorang perempuan bernama Nia yang jatuh cinta dengan seorang lelaki bernama Ramadhan. Ramadhan ini tinggalnya ngekos di samping rumah Nia. Mereka selalu bertukar kabar, dan saling menyapa dari teras rumah yang dibatasi pagar. Nia selalu memberi kue-kue buatannya, dan Ramadhan selalu meminjamkan buku pada Nia.

 

Nia sibuk mengurus warnet dan membuat kue-kue untuk dijual. Hubungan Nia dan Ramadhan sudah dekat sebagai sahabat, namun Nia nggak pernah tahu gimana perasaan Ramadhan. Karena setiap ia meminta kejelasan, Ramadhan punya jawabannya sendiri yang terkesan absurd dan tidak jelas.

 

“Suatu hari Ramadhan akan pulang, dan memenuhi permintaannya untuk menjadi istrinya. Seperti yang selama ini selalu kubisikkan dalam hati menjelang tidur.

“Bang, Aku ingin menjadi istrimu.”

Dan aku tahu, Ramadhan mengerti perasaanku sepenuhnya. Permintaanku.

Sebab cinta harusnya saling mengerti, hanya dengan memandang (bukan begitu, Nia? Cinta, harusnya tak perlu membuat dua orang terkasih saling mengemis. Cinta...” (hlm. 99)

 

Nia selalu berharap suatu saat ia akan menikah dengan lelaki pujaannya. Namun, beberapa tahun sudah dekat, tanpa kejelasan hubungan apapun, tiba-tiba Ramadhan menghilang. Nia kehilangan orang yang dicintainya. Dia mendadak jadi kehilangan arah. Nia mengalami depresi yang berujung pada kehilangan kewarasannya sendiri.

 

“Nia merasa kesadarannya kian menipis. Berulang kali gadis itu jatuh bangun dalam upaya untuk tetap terjaga, dan tidak terseret  lebih jauh pada lubang ketidaksadaran. Ia tahu, ia harus tetap berjuang. Tidak boleh melupakan lelaki itu, meski perasaan frustasi menghantui. Nia harus terus menunggu. Memakai baju baru, membuat kue-kue baru. Kamarnya semakin tidak keruan. Toples-toples memenuhi ruangan. Kemeja-kemeja baru untuk Ramadhan yang dijahitnya, tidak tahu harus dikirim ke mana.” (hlm. 106)

 

Di sinilah keanehan terjadi. Nia menjadi depresi. Dia bisa tiba-tiba rajin membuat kue-kue kering yang dimasukkannya dalam toples. Nia juga membuat baju baru untuk Ramadhan. Setelah itu dia selalu berdandan cantik, menunggu Ramadhan pulang. Nia menunggunya di depan teras tempat ia biasa bercakap-cakap dengan Ramadhan dari balik pagar. Warnet yang dulunya ramai sekarang tidak terurus. Pernah juga Nia sampai hampir membuat dapur kebakaran karena dia memasak sendiri.

 

Gila sih waktu baca ceritanya saya melongo. Ternyata ada ya kisah cinta yang serumit kisah Nia dan Ramadhan ini. Usut punya usut, Ramadhan bahkan nggak pernah menganggap Nia ini istimewa. Ya dia biasa aja sama Nia. Bahkan dia udah nikah di kampung halamannya. Masalahnya selama 4-5 tahun kedekatan mereka terasa istimewa buat Nia. Bahkan ortu dan saudara Nia juga tahu kalau mereka sudah sangat dekat. Tapi Nia nggak pernah nanya gimana perasaan Ramadhan.

 

Saya jadi mikir, jangan-jangan ucapan “Bang, aku ingin menjadi istrimu” yang diucapkan Nia berkali-kali itu hanya haluninasinya. Dia nggak pernah nanya terus terang sama Ramadhan, atau Ramadhan pernah dengar kalimat itu tapi menganggap Nia bukan seseorang yang special. Jadi ya, B aja, alias biasa aja. Nggak ditanggapi. Tapi berhubung Ramadhan orangnya ramah jadi dia ke Nia juga tetap ramah seperti biasa, sampai hari ketika dia menghilang tanpa kabar itu.


Jadi mana yang benar? Enggak tahu. Soalnya nggak dijelasin detailnya gimana. Tapi di endingnya itu, keluarga Nia (ortu dan adiknya) ke rumah Ramadhan buat nanya kejelasan hubungan Nia, dan ternyata… jreng jreenggg….


Nia nggak pernah dianggap sama Ramadhan, alias, dikenalin atau diceritain sama ortunya aja enggak. Jadi, Nia bukan apa-apa, bukan siapa-siapa bagi Ramadhan. Bahkan laki-laki itu udah nikah. Wadidawww jiwaa! Sumpah pas baca kisah cinta Nia yang diceritain dalam 2 Bab ini, bikin saya pengin nimpuk Ramadhan. Yaa pengin sebel juga sama Nia, tapi dia kan nggak waras. Gimana mau diomelin coba? Hadeeeh.

 

“Kita tidak tahu pasti apa saja yang terjadi pada Ramadhan. Tapi pasti ada alasan kenapa Kak Nia tidak bisa menerima kepergiannya dan sangat terpukul.”

“Mungkin karena mereka sudah berhubungan lama, bahkan sebelum kita semua menikah.”

“Ya, setiap pagi Kak Nia sudah menungg Ramadhan dengan kue yang baru selesai dibuatnya.”

“Pukul Tujuh lewat sedikit!”

“Dan Ramadhan akan meminjamkan Kak Nia sebuah buku cerita.”

“Kebersamaan mereka jelas berbeda dengan apa yang dilakukan pasangan kekasih lain, toh hubungan keduanya terbilang awet, Nia dan Ramadhan setahu mereka tak pernah ebrtengkar Meski nyaris tidak pernah ke mana pun, kecuali sekali itu…” (hlm. 111)

 

Trus, kecurigaan kedua yaitu pas ada part bahwa adik Nia sempet liat Nia keluar bareng Ramadhan, sekali itu aja, tapi abis itu sikap Nia jadi berubah. Kejadian itu apa? Entahlah, nggak diceritain juga. Semuanya serba mengambang. Kalau benar misalnya Ramadhan ‘ngapa-ngapain’ Nia, pasti Nia jadi terikat secara emosi dengan Ramadhan. Tapi kalau ternyata Nia dan Ramadhan keluar rumah buat ngomongin hubungan mereka ke depannya gimana, trus ternyata Nia denial alias nggak terima dengan kenyataan trus itu yang bikin jadi nggak waras alias gila.


Nah…. Ya berarti salah siapa dong? Salah Nia lah ya, yang terlalu berlebihan dalam mencintai. Salah juga karena sejak awal nggak ada kejelasan hubungan itu sebagai apa, tapi berlebihan berharap sesuatu yang tidak diutarakan pada orangnya langsung.


Jadinya ya semua serba asumsi. Asumsi kalau Ramadhan mencintai Nia, asumsi kalau Ramadhan menerima cintanya dan saling terikat satu sama lain secara emosi. Padahal dua orang itu nggak pernah ada hubungan apa-apa. Jadi, ini semua cuma khayalan Nia? Ya, maybe. Kzl kan? Ya, sama. Hahaha. Kzl banget diprank ama penulisnya. Huwaaa~

 

Baca juga : Resensi Buku : CeweQuat #Book2 - Panduan Relationship Sebelum Berkomitmen dengan Pasangan


book of asma nadia - indonesian writer

Buku cerpen dan novel karya Asma Nadia  (doc : instagram @AsmaNadia)


Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan alias Friendzone Sampai Jadi Sakit Jiwa

 

Cerita cinta bertepuk sebelah tangan dan kisah cinta friendzone ala Nia dan Ramadhan di buku OTW Nikah ini bikin saya beneran shock. Cara mba Asma Nadia bercerita memang terkesan menggantung dan serba belum jelas. Bahkan pembaca dibuat berasumsi sendiri tentang konflik yang terjadi pada si perempuan malang itu. Tapi yang bikin saya salut dengan penggambaran ceritanya yaitu karena alurnya ngalir lancar, diksinya juga enak, selain itu suspendnya dapet banget dong. Saya deg-degan sepanjang baca ceritanyaa! Huhu. Berikut ini scene pas Pak Slamet, ayah Ramadhan melihat Nia di teras. Bikin sedih banget, ya Allah. :’)

 

“Bayangan Nia yang beberapa kali dilihat Pak Slamet dari pagar, terlintas. Nia yang berbedak tebal, dengan rambut kusut masai, menyanyi keras-keras. Nia yang bertahan meski percikan hujan yang terbawa angina membasahi sebagian tubuhnya. Nia yang bergeming di teras dengan kue-kue dalam toples di pangkuan. Allah, apa yang bisa ia katakan?” (hlm. 117)

 

Coba deh baca semua cerita cinta di buku OTW Nikah ini. Mba Asma Nadia memainkan emosi dan pikiran pembaca untuk membuat mereka menebak endingnya tuh bakalan kayak gimana? Kisah ini tuh nyata atau khayalan saja? Saya sampe kepikiran, jangan-jangan kisah cinta yang diceritain ini kisah nyata. Bisa saja terjadi, kan? Jatuh cinta sampe bikin sakit jiwa! Waduh, bahaya bener deh!

 

“Nia yang malang. Bagaimana menyadarkan gadis itu bahwa Ramadhan sejak dulu pun, hampir tak pernah menyebut nama Nia di depan mereka?” (hlm. 117)

 

Well, yang jelas abis baca kisah-kisah cinta tak sampai dalam buku OTW Nikah ini saya sampe mikir, aduhai, benarkah kata Panglima Tian Feng alias Ti Pat Kai, “Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir.” Duh, ya nggak lah ya. Ya tergantung kita cintanya sama siapa. Heuheu

 

Kamu Jatuh Cinta sama Seseorang? Tanya Kejelasannya ya! Biar Nggak Berasumsi tentang Perasaannya!

 

Saat kamu mencintai makhluk hidup ya, sewajarnya saja yaa, gaees. Kalau dia menghilang, entah ditelan bumi karena ghosting, menghilang tanpa kepastian hubungan mau dibawa kemana, kisah cinta tidak direstui orang tua, atau dia sudah nggak ada di dunia karena meninggal, cintanya nggak semengenaskan itu jika kita punya control diri yang baik. Bahkan kalau dia sudah nggak ada ya sudah. Berarti memang tidak jodoh. Itu saja. Sederhana sekali, bukan? :)


Ya.. Seharusnya sesederhana itu ya, tapi namanya manusia ada juga kok yang sampai di titik nadir seperti kisah Nia dan Ramadhan, atau di kisah cinta lelaki yang sampe jadi pemuja rahasia selama 18 tahun. Ya ada. Tapi ya ngenes banget sih. Saking bucinnya sampai kehilangan logika dan kesadaran dalam menjalani hidup.

Semoga kisah cinta kita semua nggak seperti itu yaaa~

Semoga yang baik-baik saja yang hadir dalam hidup kita.

Jujur sedih euy baca kisah-kisah cinta seperti ini. Walau nggak tahu asli atau hanya fiksi ya, tapi beneran deh nggak kebayang kalau kejadian di dunia nyata. Hiks. :’)

 

Kisah Cinta Laki-laki Biasa : Cinta Tulus Tanpa Syarat Selama 22 Tahun Usia Pernikahan

 

Sebenernya ada beberapa kisah cinta lainnya yang mau saya bahas, seperti Kisah Cinta Laki-laki Biasa yang berkisah tentang perjuangan gadis bernama Nania yang menikah dengan Rafli, seorang laki-laki biasa. Saking biasanya sulit untuk menembus pertahanan orang tua Nania, agar keduanya dapat restu untuk menikah. Tapi karena sudah telanjur cinta, Nania dan Rafli pun menikah.

 

Setelah menikah, barulah kesetiaan Rafli diuji karena Nania sakit parah yang nggak bisa sembuh dengan cepat. Nania mengalami koma selama 37 hari setelah melahirkan anaknya. Di titik inilah orang tua Nania baru sadar bahwa pilihan anaknya benar. Rafli memang laki-laki biasa, tapi cintanya mampu menembus keterbatasan yang ia miliki. Ia bisa membuktikan bahwa cintanya pada Nania nggak akan hilang hanya karena penyakit yang diderita perempuan tercintanya itu. Nania tidak bisa berjalan lagi seperti dulu, ia mengalami kelumpuhan selama 11 tahun. :’)

 

“Ya, dua puluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung semua : anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa ia syukuri. Meskipun tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia. Meski karier telah direbut takdir dari tangannya. Tapi waktu telah membuktikan segala. Cinta luar biasa dari lelaki biasa yang tak pernah berubah untuknya.” (hlm. 223)

 

Kisah Cinta Laki-laki Biasa udah sering wara-wiri di beberapa web karena buku lama yang memuat buku ini saat itu sudah tidak cetak ulang. Nah, sekarang mba Asma Nadia memasukkan cerpen Cinta Laki-laki Biasa itu ke dalam buku OTW Nikah ini. Jadi memang ada beberapa cerpen yang merupakan cerpen lama yang dimasukkan ke dalam buku baru ini. Salah satunya kisah Nania di Kisah Cinta Laki-laki Biasa. Kamu udah pernah baca belum? :D

 

Cerpen Jadikan Aku Istrimu : Kisah Cinta Ngenes ala Sinetron Indosiar

 

Ada lagi cerpen Jadikan Aku Istrimu, cerpen ini juga dulu sudah pernah saya baca di buku lain. Sekarang cerpen itu direpublish dan dimasukin ke buku baru OTW Nikah ini. Walaupun sudah pernah baca, tapi tetep aja feelnya masih sama seperti pas saya baca kisah ini pertama kalinya. Gregetan pengin nimpuk suaminya!

 

Cerpen Jadikan Aku Istrimu ini berkisah tentang seorang lelaki yang memiliki istri yang cantik dan pintar. Si Istri dibolehin sibuk di luar rumah. Nah, ternyata ada kejadian yang bikin heboh karena suaminya ingin menikah lagi. Dengan siapa? Pengasuh anaknya. Gila ya? Ya emang. Serem dah. Tapi kisah seperti ini sudah lazim sekarang. Yang sering diangkat di sinema kesukaan emak-emak, ya apalagi kalau bukan sinetron ala Indosiar, yang soundtracknya “Kumenangis… membayangkan… betapa kejamnya dirimuuu,..” Ya kayak gitulah ya. Kisah ini membuat saya merinding sih, segitu sulitkah seorang lelaki untuk setia?

 

“Ah, berapa banyak perempuan yang ada dalam hidupmu, Bang? Berapa yang kaubutuhkan? Dulu sekali, kukira cuma aku.” (hlm. 205)

 

Buat yang sudah jadi penggemar karya-karya mba Asma Nadia pasti sudah pernah baca cerpen cinta ini ya. Penggalan dialognya bahkan masih saya ingat sampai sekarang, meskipun kisah detailnya udah agak lupa ya. Bener-bener deh cerpen yang sangat membekas di hati.


Saya sampe mikir, apa kisah cinta yang dituliskan mbak Asma nih nggak pernah ada yang bahagia aja gitu, yang normal aja. Bukan yang sampe diberi ujian yang dahsyat, tapi rata-rata memang kisah cinta yang diangkat ya tentang kesetiaan. Jadi jangan heran kalau karakter tokohnya dibuat semacam itu. Inget nggak buku mbak Asma berjudul Istana Kedua? Itu juga tentang ketidaksetiaan tokoh laki-laki di dalam novelnya.


Sampai sekarang pun saya masih mikir, apa kisah-kisah cinta sedih seperti ini yang memang disukai pembaca, karena berkisah tentang realita kehidupan di luar sana? Walaupun nggak menutup kemungkinan bahwa ada kisah cinta yang bahagia. Yang kisah cintanya nggak harus selalu menye-menye atau sedih mellow yellow sepanjang cerpen. Tapi kisah yang dituliskan mbak Asma memang membekas, bahkan komunitas baca KBM yang dibuat mba Asma Nadia dan suaminya pun kini bahkan sudah tembus 500 rb member lho. Buku antologi dan novel mba Asma Nadia selalu best seller dan dicetak ulang. Bahkan difilmkan juga. Daebak!

 

OTW Nikah: Cari Jodoh yang Keren dan Istimewa, Ribet Nggak Sih?

 

Buku OTW Nikah ini memang membahas tentang kisah cinta yang ngenes dan mengharu biru. Tapi, bener nggak sih kalau mau menikah dengan seseorang itu bakalan ribet? Owh, tentu saja ada yang mudah, ada yang sulit. Tapi kita bisa belajar dari beragam kisah cari jodoh ini. Jujur, habis baca buku ini saya gregetan banget. Hahaha. Rasanya pengin ngedumel soal tokoh-tokohnya yang bikin saya emosi saking nggak maju-maju juga pas menjelang pernikahan. Tapi seru sih. Ahaha


Bahkan kisah OTW Nikah yang bahas kisah cinta Puteri, anak mba Asma Nadia pun bikin saya gregetan. Ternyata bisa ya menikung seseorang biar jadi jodoh lewat doa di sepertiga malam. Mantul banget lho doanya. Sampai si laki-laki yang mau melamar itu yang membatalkan dengan sendirinya. Bukan si ceweknya. Jadi ceweknya ya masih aman ya, nggak dianggap mempermainkan hati laki-laki. Karena yang batalin kan si laki-lakinya karena alasan yang memang tidak bisa sejalan lagi.


Anyway, buat saya buku OTW NIkah karya Asma Nadia ini bikin hati saya ngerasa campur aduk nggak jelas. Kalau kamu kuat, baca aja sampe selesai. Semua kisahnya sangat berbeda satu sama lain, tapi mengerucut pada satu hal yaitu : mbok ya kalau sudah cinta tuh ya bilang tho, bilang. Jadi nggak berasumsi yang aneh-aneh. Biar cepet OTW nikah gitu loh. Itu kan cara yang solutip biar nggak galau mulu. Lol. :p


Overall, 4,5 bintang untuk buku OTW Nikah karya Asma Nadia ini. Btw, mba Asma, aku udah ngefans dari dulu lho, kalau mbak Asma baca review buku OTW Nikah ini Alhamdulillah ya. Berarti pesanku tersampaikan. Hehehe. Nah, kalau kamu, apa pernah baca buku ini? Share dong di komentar :D 

2 comments:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^