Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

31 December 2014

Handbook Mendongeng untuk Para Orangtua

Judul Buku : Ma.. Dongengin Aku Yuk!
Penulis : Farida Nur’aini
Penerbit : Afra Publishing (Indiva Media Kreasi)
Terbit : Cetakan kedua, Oktober 2009
Tebal : 128 halm.
ISBN : 978-979-1397-21-6

Memiliki anak adalah anugerah yang luar biasa bagi setiap orang tua. Anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan memiliki rasa ingin tahu yang luas akan suatu hal. Dengan bercerita pada anak secara langsung lewat dongeng, orang tua terutama ibu bisa mengambil kedekatan dengan anak secara masif lewat tatapan mata juga ekspresi yang disampaikan lewat cerita. Dongeng membuat anak menjadi dekat dengan orang tua. Baik ibu maupun ayah bisa menjadi pendongeng yang handal jika bisa mengembangkan gagasan yang diambil dari hal-hal sederhana misalnya tentang kisah gajah dan kucing. Dari kisah gajah dan kucing bisa dikembangkan menjadi tiga kisah, misalnya : gajah dan kucing bersahabat, gajah iri dengan kucing, atau kucing iri dengan gajah.

Dengan dongeng, kita bisa mengajari anak nilai-nilai kehidupan dan nilai keilahiyahan (ketuhanan) dengan cara yang menyenangkan. Tanpa disadari oleh anak, kita telah mengajarkan berjuta kisah hikmah yang akan menjadi bekal kehidupan mereka. (hlm. 9) Bahkan, materi menghafal bisa dimasukkan dalam dongeng tentang seorang anak yang mencari ibunya. Misalnya : syarat untuk bisa mendapatkan kunci gua adalah menjawab pertanyaan perupa perkalian. Lalu, pertanyaan dibuat bertingkat dari yang mudah sampai yang sulit. Anak bisa menjawab tersebut dengan santai, rileks, dan menyenangkan.(hlm. 15)

Ibu sebagai pendongeng juga wajib tahu bahwa karakteristik anak berbeda setiap usia. Misalnya anak usia 2-3 tahun lebih suka dongeng yang sederhana. Karena anak usia 2-3 tahun menganggap bahwa tidur pada masa ini adalah perpisahan. Pada usia ini anak senang dengan dongeng binatang dan benda yang dikenalnya.(hlm. 19)

Ibu sebagai pendongeng bisa menerjemahkan kisah yang sederhana menjadi asyik untuk disimak dengan cara : menggunakan ekspresi di setiap pengucapan dialog, membuat kenyamanan dengan mendongeng saat anak sudah dalam kondisi santai, dan mengembangkan kreativitas dengan memasukkan unsur ‘khayalan’ karena anak-anak suka. Ada juga dongeng yang bisa diambil dari kejadian yang ada di sekitar anak. Dongeng yang menceritakan kejadian yang mirip dengan kejadian yang baru saja terjadi, akan melibatkan emosi anak. Saat itulah ia bisa belajar berempati lewat tokoh dalam dongengnya.(hlm 41)

Ibu pun perlu memastikan kondisi anak ketika akan mendongeng, sebelum mengantuk atau terlalu lelah, anak bisa dengan mudah menyerap dongeng yang dibacakan untuknya. Atau ambil saja cerita pendek yang cukup sebagai pengantar tidur anak. Kembangkan dialog dengan melibatkan anak secara aktif, agar simulasi otaknya bisa berpikir kreatif. Sisipkan pula humor sebagai improvisasi yang menyenangkan. (hlm. 43)

Dongeng tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga menghadirkan kedekatan dengan anak-anak. Mereka akan merasa diperhatikan, nyaman dan merasakan kasih sayang penuh cinta. Dongeng juga menjadi sebuah sarana yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai kepada anak tanpa merasa digurui. Ada banyak ajaran yang bisa ditampilkan melalui kisah di dalam dongeng.

“Dongeng yang kita lakukan akan bisa menghapus memori anak tentang masalahnya. Sehingga ia akan tidur diiringi cerita kita, bukan permasalahannya. Yang ia rasakan adalah rasa nyaman, aman, dan merasa disayang.”(hlm. 62)

Ide mendongeng bisa diambil dari buku, kisah dalam Al Qur’an, dari anak, gubahan cerita, dari kisah zaman dahulu, hingga pengalaman sehari-hari. Meski mendongeng mudah, namun ibu harus meluangkan waktu karena kendala kerap dihadapi oleh orang tua. Kendala itu antara lain : merasa tak bisa mendongeng, malas, sibuk, capek, maupun tidak ada ide. Dengan berpegang pada manfaat mendongeng, ibu akan bisa meluangkan waktu hingga kendala yang awalnya dirasa sulit ditaklukkan, akan mudah dihadapi.

Dalam buku ini, penulis juga memberi contoh dongeng yang dikembangkan dari ide sekitar anak. Misalnya : si putih dan si lili tentang mengajari anak menyayangi kucing. Di dongeng Putri Mawar, anak bisa mengenal jenis bunga.(hlm. 84)

Buku ini bersifat hanbook yang mengajarkan para ibu untuk menjelajahi dunia dongeng. Isinya beragam mulai dari tips-tips praktis, manfaat, paduan, dan teknik-teknik dalam mendongeng. Ditambah 10 dongeng yang disertai cara praktis dan panduan berekspresi. Dengan diksi dan kepadatan info yang memungkinkan pembaca bisa meniru apa yang dianjurkan di buku ini, saya yakin banyak ibu yang akan bisa menjadi pendongeng yang handal bagi putra-putrinya. Overall, 4 bintang dari saya untuk buku ini.  

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^