Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

24 December 2014

Resensi Buku : 40 Putri Terhebat, Bunda Terkuat - Tethy Ezokanzo


Judul Buku : 40 Putri Terhebat, Bunda Terkuat
Pengarang : Tethy Ezokanzo
Penerbit : Kalil (Imprint Gramedia)
Terbit : Mei 2013
Tebal : 206 halm.
Ilustrasi : Agus Willy Kristi
ISBN : 978-979-22-8874-2

Buku anak ini berkisah tentang 40 putri yang terhebat yang menjadi bunda dari orang-orang terbaik pada zamannya. Mereka adalah generasi terbaik yang dilahirkan untuk menjadi suri tauladan kita. Seperti Siti Hawa, Sarah, Aisyah, Asiyah, Khadijah, Fatimah, Rahmah, para shahabiyah maupun para ibu ulama besar.

Seperti kisah Sarah yang cantik, istri nabi Ibrahim. Konon, dari sejak bunda Hawa diciptakan hingga akhir zaman tak ada wanita yang mengalahkan kecantikan sarah. Sarah juga bisa menjaga diri dari gangguan Raja Mesir yang menginginkan Sarah tinggal bersamanya. Ibrahim dan Sarah berdoa demi bisa keluar dari kesulitan yang diperolehnya dari raja itu. Akhirnya, Sarah bebas dan dikembalikan pada Ibrahim bersama dengan diberinya seorang budak bernama Hajar. Sarah juga ibu yang sabar saat menanti kehadiran buah hati selama puluhan tahun. Ia baru memiliki anak saat usianya 90 tahun.(hlm. 15)

Ada lagi kisah Rahmah, istri nabi Ayyub as. Nabi Ayyub yang sakit kulit tidak tahan dengan ujian yang diberikan Allah. Ia pun mengusir Rahmah yang saat itu pulang dari menjual rambutnya untuk mendapatkan uang. Namun, akhirnya Ayyub menyadari kesalahannya dan memohon Allah agar mengabulkan doanya, ia sembuh seperti sedia kala, dan kembali bersama dengan istrinya, Rahmah.(hlm. 43)

Dari kalangan Shahabiyah, ada seorang wanita yang terkenal sebagai ahli sedekah bernama Asma binti Abu Bakar. Puteri Abu Bakar ini paling tidak suka jika ada harta yang tersisa di rumahnya. Jika mendapatkan hadiah harta, Asma akan cepat menyedekahkan hadiah tersebut.  Ia sangat takut masih menyimpan harta benda jika wafat nanti. Karena itulah Asma terus-menerus bersedekah hingga akhir hayat.(hlm. 141)

Ada pula kisah Fathimah Adziyah yaitu bunda pendidik, seorang ibu dari Imam Syafi’i, iman yang dikenal sebagai iman dari 4 mahzab yang ada. Ibu Imam Syafi’i sering berwudhu bila akan menyusui. Ia pun melantunkan ayat suci al qur’an ketika menyusui puteranya. Ia adalah keturunan Rasulullah dari pihak Ibu. Karena kesalihannya dalam mendidik Imam Syafi’i, puteranya saat berusia 10 tahun sudah hafal  kitab al Muwattho karya Imam Malik. Dan saat berusia 15 tahun sudah menjadi imam besar. Subhanallah.

Yang paling berkesan bagi saya selain kisah di atas adalah kisah Ummu Bukhari, bunda pencinta ilmu, ibunda Imam Bukhari. Bukhari kecil sudah menjadi yatim karena ayahnya sudah meninggal. Sebelum meninggal sang ayah berkata, “Aku mengetahui tak satu dirham pun hartaku dari barang yang haram. Dan tidak satu dirham pun hartaku dari hal yang syubhat.”(hlm. 178) Kemurnian harta inilah yang melahirkan keturunan shalih, seorang ahli hadits : Imam Bukhari. Sejak kecil ia buta namun karena doa ibunya, Bukhari bisa melihat kembali. “Sejak kecil, puteranya telah diajari membaca al qur’an. Ketika menyusui, Ummu bukhari selalu melantunkan ayat-ayat al qur’an, tak heran, kata-kata pertama yang keluar dari Bukhari kecil adalah ayat al qur’an.” Pada usia 16 tahun, Bukhari hafal kitab karya Ibnul Mubarak dan Waqi bin Al Jannah.

Lewat beragam kisah yang ada, pembaca akan merasakan kekuatan seorang ibu yang luar biasa dalam mendidik putra putrinya. Putri yang hebat akan menjadi bunda terkuat. Ilustrasi yang cantik disertai dengan referensi yang shahih menjadikan buku ini bisa menjadi salah satu pilihan bacaan bagi anak-anak. Dengan membacanya, anak-anak bisa meneladani kebaikan yang mengalir dari kisah-kisah menakjubkan para bunda ini.

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^