Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

23 December 2014

Resensi Buku : Areta dan 15 Perayaan Dunia


Judul Buku : Areta dan 15 Perayaan Dunia
Pengarang : Dian Meliantari, dkk
Penerbit : DAR! Mizan
Terbit : September 2013
Tebal : 112 halm.
ISBN : 978-602-242-291-4

Istana Hijau tempat Areta tinggal kini berantakan karena terkena banjir besar. Banjir yang merusak istananya adalah akibat ulah penebang liar. Dulu, pohon dan tanaman menghiasi hutan di negeri yang Areta tinggali bersama ayah dan ibunya. Namun sejak banjir, Areta kehilangan orangtuanya. Para penduduk negeri itu juga mati. Tak ada yang tersisa kecuali Greedy dan Areta. Areta yang ingin negerinya kembali seperti semula harus pergi ke negeri lain. Ada misi khusus yang harus Areta selesaikan.

Greeny mengeluarkan sebuah biji dari paruhnya. Areta memakan biji itu. Dan ajaib, tubuh Areta mengecil. Dengan tubuh sebesar ibu jari, Areta bisa menaiki punggung Greeny. Lalu terbang menjauhi negeri yang hancur itu.

Buku dongeng ini berkisah tentang Areta yang ingin menyelamatkan negerinya yang hancur. Negeri itu hanya bisa dibenahi dengan mengumpulkan 15 biji yang diperolehnya dari berbagai negara. Areta dan Greeny harus mendatangi 15 perayaan dunia untuk menemukan biji yang diperlukan. Biji itu yang akan ditanam kembali di negeri Areta, agar Istana Hijau bisa berdiri kembali. Areta pun mengunjungi beragam Festival mulai dari Festival Lemon di Prancis, Festival Labu di Jerman, Festival Thanks Giving, Festival Junkanoo, Festival Tabaski, Festival Camel, hingga Festival walking with spirits.

Setiap festival memberikan pengalaman budaya baru pada Areta tentang ragam festival di dunia. Misalnya saja, dalam Festival Junkanoo, ada kelompok penari dan pemain musik yang bersaing untuk mendapatkan hadiah. Ada pula festival Camel dari Tunisia yang diadakan agar masyarakat mau menghargai cara hidup dan tradisi yang ada. Di festival ini ada atraksi penunggang kuda dan juga pembacaan puisi. (hlm. 65) Ada pula festival Walking with spirit yang diadakan oleh suku aborigin di Australia. Penduduk suku aborigin bersahabat dengan alam yang terlihat lewat ornamen seni lukis, seni pahat maupun kerajinan.(hlm. 94)

“Kami percaya bahwa manusia dan alam suatu putaran yang terus menerus berlangsung. Jadi manusia dan alam harus hidup berdampingan secara harmonis.”(hlm. 94)

Buku dongeng yang bertema lingkungan ini menjadikan anak-anak mencintai lingkungan lewat filosofi hidup yang disampaikan lewat tokoh Areta, Greeny dan teman-teman yang mereka temui dalam perjalanan.

“Aku jadi teringat nasihat orangtuaku jika ada orang yang sedang berbicara maka perhatikanlah apa yang dibicarakannya itu. Maafkan aku, ya.” (hlm. 53)

Pembaca bisa mengenal beragam festival dari budaya daerah lain, sehingga pengetahuan mereka bertambah. Pembaca juga diajak untuk menyemai bibit harapan akan negeri yang asri yang dimulai dari ditanamnya biji yang diperoleh Areta. Ilustrasi yang menghiasi buku ini menjadikan anak betah membaca dan berimajinasi ke negeri yang Areta singgahi. Overall, 4 bintang untuk buku dongeng ini. 

3 comments:

  1. Wah, aku jadi pengen baca.... Menarik sekali bukunya. Sebuah buku dongeng yang mengandung pesan lingkungan ya. Juga dari sinopsisnya tentang misi tokohnya yg harus berkeliling berbagai negara itu juga menarik...

    ReplyDelete
  2. keren banget nih bukunya... mengajak anak mencintai lingkungan sekaligus mengenal berbagai budaya :)

    ReplyDelete
  3. List buku yang perlu dippertimbangkan. Sebenernya saya juga suka baca, tapi akhir2 ini jadi jarang baca :D. salam kenal ya,. makasih dah mampir ke blogku

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^