Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

29 January 2015

[Resensi Buku] Bidadari di Bawah Hujan - Valleria Verawati


Judul Buku : Bidadari di Bawah Hujan
Pengarang : Valleria Verawati
Penerbit : Gramedia
Tebal : 280 halaman
Terbit : Agustus 2013
ISBN : 978-979-22-9730-0
Genre : Teenlit

Seina yang memiliki masa lalu dengan si Cebol, teman kecilnya, sangat merasa kehilangan. Cebol meninggal saat berangkat sekolah menggunakan sepeda. Bagi Seina, si Cebol bukan hanya pelindung, tapi ia juga cinta pertamanya. Saat orang lain mengejek Seina karena gemuk dan hobi makan, si Cebol membela Seina di depan teman saat makan di kantin. Si Cebol mengatakan jika Seina kelak tidak ada yang suka dengannya karena gemuk, si Cebol akan menikah dengannya jika sudah dewasa. Ucapan si Cebol begitu membekas bagi Seina, apalagi si Cebol juga membantunya melupakan kesedihan akibat kematian papa.

Sejak si Cebol alias Richi meninggal, Seina selalu mencari sosok si cebol dalam diri cowok-cowok yang mendekatinya. Semua pacarnya selalu memiliki satu ciri yang mirip dengan Cebol. Misal, suka membawa balon, suka sepeda, pendek, bahkan mata yang tatapannya mirip elang. Seina sadar bahwa ia tidak boleh begini terus, karena teman-temannya menganggap ia jadi seperti seorang cewek gampangan. Apalagi seorang cowok yang ia taksir karena berani melawan orang, alias hobi berantem, seperti Donny ternyata membuat Seina dalam masalah. Sebenarnya Seina hanya naksir, tanpa sempat pacaran dengan cowok itu.

Tapi kejadian pertemuan dengan Donny membuat Seina harus dekat dengan Alfa, cowok yang ia kira adalah pacar mbak Tessa, kakak Amel. Amel teman satu geng Seina. Seina tidak mau dibilang cekat dengan cowok orang, apalagi bila itu berhubungan dengan kakak Amel. Ini menyangkut rasa setia kawannya dengan gengnya. Tak mungkin Seina dekat dengan Alfa, meski Alfa begitu mirip dengan Richi, alias si Cebol.

Sebuah keributan yang dibuat Seina di tempat makan juga membuat ia jadi berseteru dengan seseorang. Seseorang yang ternyata menempati rumah si Cebol. Seina tidak terima mamanya menawarkan rumah si Cebol pada mama cebol untuk dijual pada klien mama. Tapi kata mama, ini demi kebaikan Seina, agar anaknya bisa melupakan si cebol, cinta pertamanya. Daripada Seina terus-terusan sedih.

Tapi siapa sangka ternyata kedekatan Seina dengan cowok yang mengajaknya ribut di restoran itu membuat ia makin intens berkomunikasi. Cowok itu bernama Milo, memiliki masa lalu buruk. Milo kehilangan ibunya bersama dengan calon adiknya yang ada di dalam rahim sang ibu. Keduanya meninggal terjatuh dari tangga saat Milo melihat pertengkaran ibunya dengan ayahnya. Milo yang mengalami trauma sering merasakan fobia terhadap piano. Piano mengingatkannya pada ibunya, karena itu hal terakhir yang ia lakukan bersama dengan sang ibu. Milo sering membantu Seina melewati hari-hari berat ketika ada preman yang ternyata teman-teman Donny mengeroyok Seina. Tapi dapatkah Seina memilih pada siapa cintanya berlabuh? Milo atau Alfa? Atau Seina harus egois karena menginginkan keduanya?

***

Ini ketiga kalinya saya membaca karya Valleria Verawati. Sebelumnya saya membaca Rahasia dan Kumcer Bukan Cupid. Keduanya memberi saya kesan bahwa karya Valleria bukan hanya sekadar kisah cinta. Karena itu saya membaca novel ini. Novel yang berkisah tentang kisah cinta segitiga antara Alfa, Milo dan Seina. Tapi di novel ini juga dibahas tentang sisi psikologi manusia. Seperti yang terjadi pada dua tokohnya yaitu Milo dan Seina. Seina yang kehilangan ayah dan Richi harus belajar merelakan keduanya. Milo juga harus belajar untuk melepaskan diri dari fobianya.

Seina menganggap si Cebol adalah malaikatnya, pelindungnya. Seina seperti bidadari di bawah hujan, karena ia bertemu Cebol saat hujan. Cebol yang rumahnya dekat dengannya sering mengajaknya bermain hujan, main di taman, maupun belajar naik sepeda. Siapa sangka ternyata Seina bisa berubah menjadi gadis cantik yang ditaksir banyak cowok, beda dengan bayangannya dulu saat bersama si Cebol saat SMP, Seina dulu gemuk. Penulis pun menyisipkan bagaimana cara Seina untuk berdiet hingga bisa menjadi seperti sekarang.

Di novel ini, penulis mengecoh pendapat pembaca tentang Seina, aihh.... saya gregetan waktu tahu apa yang sebenarnya terjadi antara mbak Tessa dengan Alfa. Penulisnya rapi menyimpan rahasia si tokoh. Cluenya hanya disebar sedikit sedikit, sampai setelah itu saya baru sadar bahwa saya ikut-ikutan berprasangka pada Seina. Huwaaa, padahal ketegangan yang terjadi sudah sampai di ambang batas, karena sampai melibatkan keributan beberapa orang.

Sisi psikologi dikupas sedikit demi sedikit di novel ini. Seperti bagaimana agar trauma seseorang bisa hilang, ia mesti menjalani sekian banyak terapi. Saya nangis pas bagian Seina keingetan masa lalunya. Seperti saat ia ingat ayahnya, juga saat ia ingat dengan si Cebol. Penulis pintar membuat suasana dramatisnya terasa.

Meski akhirnya saya agak kecewa pas cerita hampir berakhir. Yah, baru tahu kalau novel ini bakal ada lanjutannya. Yah, ternyata lanjutannya pun belum terbit. :D Kira-kira harus nunggu berapa bulan lagi ya? Karena sampai sekarang belum ada kabar kapan penulisnya akan menerbitkan sekuelnya. Saya berharap tidak terlalu lama, karena kalau kelamaan biasanya udah lupa sama kisahnya, jadi kalo mau melanjutkan cerita harus re-read. Heuheu. Overall, 4 bintang untuk kisah ini.

1 comment:

  1. Tokoh cwoknya byk amat, gak bikin mumet cuma sliweran

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^